
Disalah satu ruangan di mansion..atau lebih tepatnya di studio kepunyaan mommy Angel..terlihat mommy Angel dengan dibantu oleh dua orang Assistentnya tengah mempersiapkan sebuah gaun pesta di sebuah manekin. Gaun pesta berwarna putih gading itu terlihat begitu mewah dan anggun.
"Payet nya sesuai dengan yang ada di gambar kan Nil?.." tanya mommy Angel ke salah satu Assistentnya yang bernama Nila
"Sudah mom.." jawab Nila yang tengah membetulkan ujung gaun pesta
"Gambar ini punya siapa sih mom?.." tanya Irma yang memegang sebuah foto berukuran A4 yang dia taruh di papan jalannya
"Punya Kanaya..calon menantu mommy.." jawab mommy Angel yang tengah konsen memperhatikan hasil karyanya
Nila dan Irma sontak terkejut mendengar jawaban mommy Angel. Keduanya menoleh ke mommy Angel memastikan kalau pendengaran mereka tidak salah. Mommy Angel hanya tersenyum melihat kedua Assistentnya terkejut mendengar jawabannya
"Yang benar mom?" tanya Irma
Mommy Angel hanya menganggukan kepalanya
"Waaah..berasal dari mana mom?..gadis yang bisa mencairkan kebekuan tuan Stewart?" sambung Nila yang tak percaya
"Dia putrinya Adel..sahabat mommy.." jawab mommy Angel
"Maksud mommy..nyonya Delores?" tanya Nila lagi
Mommy Angel menganggukan kepalanya
"Bukankah nyonya Delores selama ini tidak mempunyai seorang putri mom.." sambung Irma
"Sebenarnya Adel memiliki seorang putri bungsu..tapi sewaktu Kanaya masih balita..dia dibawa lari oleh pengasuhnya sendiri dan baru diketemukan setelah dia dewasa.." jawab mommy Angel
Irma dan Nila hanya bisa membulatkan kedua bibir mereka mendengar penjelasan mommy Angel
"Pastinya nyonya Delores senang ya mom..setelah bertemu dengan nona Kanaya yang menghilang dari kecil dulu.." ucap Irma
Nyonya Angel hanya memberikan senyumannya. Tiba-tiba kedua mata Irma membola dan mulutnya terbuka lebar..menyaksikan kejadian yang ada di depan matanya
"Mom...i..itu..bukannya..tuan Stewart?.." tanya Irma terbata-bata sambil menunjuk ke arah pintu belakang mansion
Mommy Angel menoleh ke arah pintu belakang mansion..dan sontak senyuman geli tersungging di bibirnya. Mommy Angel melihat Stu masuk ke dalam mansion sambil menggendong Kanaya di punggungnya
"Yang digendong tuan Stewart siapa mom?" tanya Nila
"Itu dia si Kanaya..calon menantu mommy" jawab mommy Angel sambil tersenyum
Kanaya tidak tahu kalau mommy Angel beserta kedua Assistentnya bisa melihat dirinya yang tengah di gendong Stu memasuki mansion
"Calon menantu mommy cantik juga yaah?..mana imut lagi.." puji Nila
"Tapi..saya nggak sangka lho mom..kalau tuan Stewart sampai mau menggendong nona Kanaya ke dalam mansion.." ucap Irma
Irma tahu kalau dulu Stu termasuk salah satu seorang yang dingin dan tidak bisa disentuh oleh sembarang orang..khususnya wanita. Tapi pagi ini dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Stu tengah menggendong Kanaya di punggungnya
"Iya Irma..semenjak Stu mengenal Kanaya..dia berubah seperti dulu lagi" ujar mommy Angel
"Oh iya mom..by the way..tadi mommy bilang ini foto gaun pesta yang dipakai oleh Kanaya..setahu saya..baru kali ini saya melihat Kanaya..dan mommy juga baru kali ini kan?..merilis gaun ini?..ini foto waktu kapan mom?.." tanya Irma penasaran
"Itu waktu Kanaya dan Stu main ke Canada..ke tempat daddy Toni.." jawab mommy Angel
Irma dan Nila hanya menganggukan kepalanya
"Dan disana..mommy mempunyai kesempatan mencoba rancangan gaun mommy yang lainnya ke Kanaya untuk mommy pamerkan hasilnya ke klien kita yang di Perancis.." sambung mommy Angel
"Yang ke Boutiq Magelan itu mom?.." tanya Irma
"Iya.."
"Oooh..pantas mom..kapan waktu itu utusan Boutiq Magelan ingin sekali bertemu dengan nona Kanaya..ternyata yang jadi model gaun kepunyaan mommy waktu itu..nona Kanaya" ucap Irma
"Oh iya?..kapan Irma?..kok saya tidak tahu?.." tanya mommy Angel
"Sekitar 2 bulan yang lalu mom..memangnya mbak Sarah nggak kasih kabar ke mommy?" jawab Irma
__ADS_1
"Nggak..tumben Sarah nggak kasih kabar ke mommy.."
Mommy Angel meraih ponselnya yang dia taruh di mejanya. Mommy Angel bermaksud menghubungi Sarah
"Halo mom..selamat pagi" sapa Sarah begitu sambungan telepon tersambung
"Pagi Sarah..kamu dimana?"
"Sarah baru sampai di Boutiq mom..ada apa ya mom?"
"Kata Irma..beberapa waktu yang lalu..pihak Boutiq Magelan menghubungi kamu buat mencari tahu soal Kanaya..apa benar Sar?" tanya mommy Angel
"Iya mom.."
"Kamu kok tidak mengabari saya?..kalau mereka mencari tahu soal Kanaya?"
"Iya mom..Sarah mohon maaf sebelumnya..kalau Sarah tidak memberi kabar ke mommy perihal Boutiq Magelan yang mencari tahu keberadaan Kanaya.."
Mommy Angel hanya bisa menantikan jawaban Sarah selanjutnya
"Sarah tahu kalau mommy dan aunty Adel pasti tidak akan mengijinkan mereka untuk mencari tahu keberadaan Kanaya.."
"Apa kamu kasih mereka info soal Kanaya?.."
"Tentu tidak mom..Sarah nggak mau lancang terhadap aunty Adel sama mommy dengan memberikan informasi Kanaya ke mereka..walaupun mereka memaksa dengan menggunakan ancaman perihal kontrak kerja mereka ke kita mom.."
"Bagus Sarah..kamu kerja bagus.." ucap mommy Angel sambil tersenyum
"Terima kasih mom..bagaimana kalau mereka memutuskan kontrak kerja mereka ke kita mom?.." tanya Sarah
"Jangan khawatir Sarah..kamu jangan takut..kita masih bisa mencari Boutiq yang lebih besar dari pada mereka..kalau mereka memutuskan kontrak dengan kita.." jawab mommy Angel
"Baik mom.."
"Ya sudah Sarah..itu saja.."
"Baik mom..oh iya mom..Kanaya jadi kan fitting gaun hari ini?.."
"Oh..begitu mom..baiklah..Sarah kesana sekarang mom.."
"Oke Sarah..mommy tunggu"
"Bye mom.."
"Bye Sarah.."
Mommy Sarah memutuskan panggilannya dan menaruh ponselnya kembali di meja
.
***
.
Sementara itu setibanya di ruang gym..Stu meminta Kanaya untuk memperhatikan gerakan-gerakan dasar Karate yang di peragakan oleh Ambar
"Kamu perhatikan kuda-kuda yang Ambar peragakan Nay.." pinta Stu
Kanaya hanya menganggukan kepalanya sambil memperhatikan Ambar yang ada di tengah-tengah matras. Mata Kanaya takjub melihat Ambar yang menunjukan beberapa gerakan jurus Karate yang di kombinasikan dengan jurus Taekwondo pada sebuah samsak yang tergantung
"Sekarang kakak akan tunjukan gerakan counter kalau kamu disergap oleh orang jahat dari belakang.." kata Ambar sambil meminta Stu maju kearahnya
Ambar lalu meminta Stu seolah-olah menjadi pelaku kejahatan yang sedang mengancam Ambar. Stu lalu meringkus Ambar dari belakang dan memiting lehernya
"Kalau kamu diancam seperti ini..yang kamu lakukan adalah seperti gini Nay.." kata Ambar
Ambar memiting balik tangan Stu yang mencengkram lehernya dan dengan sekali hentak..dia membanting Stu melewati kepalanya
Bugh
__ADS_1
Stu menahan teriakannya karena dia harus menjaga imagenya di depan Kanaya
"Nggak benaran juga kali Mbar.." keluh Stu sambil bangun
Ambar hanya mengulum senyumannya menahan tawa
"Sekarang coba kamu Nay.." pinta Ambar
"Memangnya aku bisa kak?.." tanya Kanaya sambil bangun dan maju ke tengah matras
"Harus bisa..kalau kamu tadi perhatikan gerakan kakak..kamu bisa membanting kak Stu dengan mudah" jawab Ambar
"Gimana aku kak ini?.." tanya Kanaya
Stu lalu meringkus Kanaya dari belakang..lebih tepat memeluknya
"Sekarang kamu coba lepas dari pitingan kakak.." pinta Stu yang mencoba untuk konsen dalam meringkus Kanaya
"Kamu jangan baper yaah?.." sambung Stu
Ambar yang melihat modus Stu..hanya memutar malas kedua bola matanya
"Nggak bisa kak.." jawab Kanaya yang mencoba meronta dari dekapan Stu
"Yang serius kenapa sih kak!.." kesal Ambar yang melihat Stu mencuri-curi kesempatan dalam meringkus Kanaya
"Ini sudah serius Mbar.." jawab Stu
"Ayo Nay..coba kamu lepas dari ringkusan kakak ini.." pinta Stu ke Kanaya
"Kalau bisa..nanti kakak kasih hadiah.." sambung Stu
Tiba-tiba
Cup
Kanaya mengecup pipi kanan Stu. Stu pun terkesima karena menerima kecupan Kanaya yang tak terduga di pipi kanannya dan dengan tidak sadar melonggarkan pitingannya ke Kanaya. Moment itu tak dilewatkan oleh Kanaya..langsung dia lepaskan pitingan Stu..dia putar tangan Stu ke belakang punggungnya dan dia sepak kaki kanan Stu sambil dia dorong hingga Stu jatuh terjerembab ke matras. Dan diteruskan oleh Kanaya memiting tangan Stu dengan kedua tangannya
"Ampun nggak??.." tanya Kanaya sambil menduduki tangan Stu yang masih dia piting
"AAaarggh..aampun Nay...Aaaaaarrgh.." erang Stu sambil menepuk-nepuk matras dengan satu tangannya yang bebas dari pitingan Kanaya
Kanaya bangun dan meloncat-loncat kegirangan melihat Stu berteriak menyerah kedirinya
"Yeeeeaaah...yes!!..aku menang!!.." pekik Kanaya sambil mengangkat kedua tangannya ke udara secara bergantian
Ambar yang melihat cara Kanaya melepaskan pitingan Stu hanya bisa melongo dan di detik selanjutnya dia tertawa terbahak-bahak. Kanaya menghampiri Ambar untuk mengajak toast merayakan keberhasilannya
"Nggak gitu juga caranya Nay!!.." sungut Stu sambil bangun
"Itu curang namanya.." sambung Stu
"Kok curang sih kak?..kan..yang penting kakak sudah aku kalahkan..ya kan kak Ambar?.." tanya Kanaya ke Ambar meminta pembelaan
"Iya Nay..bener itu.." jawab Ambar di sela tawanya
"Nggak!!..kamu nggak boleh pakai cara kayak gitu kalau pengen melepaskan diri dari ringkusan orang lain!!.." sergah Stu dengan muka merah padam
"Kok?..nggak boleh?.." tanya Kanaya heran
"Nggak boleh!!..kalau sama kakak boleh..tapi kalau sama orang lain..nggak boleh!!..titik!!.." jawab Stu tegas
Ambar kembali tertawa terbahak-bahak..kali ini dia sambil memegangi perutnya yang sakit melihat perdebatan antara Kanaya dan Stu
.
.
...****************...
__ADS_1
.
Author ucapkan selamat tahun baru 2023. Semoga apa yang kita cita-citakan di tahun 2023 nanti akan tercapai..amin..amin YRA