Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
35.Dia Yang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Tok..Tok..Tok..


Riko mengetuk pintu sebuah kamar hotel


"Boss..kau sudah selesai?" panggil Riko


Ceklek..


Pintu terbuka dengan muncul Stu yang sudah rapi dan wangi


Memang..kharisma tuan muda satu ini tidak terbantahkan..menguar dengan hebatnya kalau mengenakan setelan jas lengkap


Setelah menutup pintu kamarnya..Stu menuju ke lift diikuti oleh Riko disebelahnya


"Mereka sudah meng-arrange ressort di dekat pantai Mekaki bos..sekalian melihat lokasi cottage mereka yang akan dibangun" kata Riko sambil melihat tablet yang ada di tangannya


Dengan mobil sewaan..Riko dan Stu meninggalkan Illira Hotel menuju ke pantai Mekaki


"Riko..kalau nggak salah..kakek dan nenek Alf tinggal di sini..di Lombok" kata Stu sambil menyalakan rokoknya


"Bukannya mereka tinggal di Itali bos?" tanya Riko


"Iya..orangtua Aunty Delores memang tinggal di Itali..tapi orangtua Uncle Stephano tinggal disini..nenek Alf orang Indonesia..orang Bandung kalau nggak salah.." jawab Stu


"Kalau urusan ini sudah selesai..aku mau main kesana..".sambung Stu


"Oke bos.."


Riko membuka sedikit jendela mobilnya dan menyalakan rokoknya


"Kau tahu alamatnya?" tanya Riko


"Kata Alf..dekat pantai Mekaki katanya..dulu aku sudah pernah kesana..tapi dulu..sudah lama sekali"


"Dekat tempat yang akan kita datangi dong boss?" tanya Riko


"Sepertinya..pak?..boleh saya tanya?.." tanya Stu kepada driver yang mengantarnya


"Tanya apa ya pak?" tanya driver itu balik ke Stu sambil melihat lewat spion tengah mobilnya


"Bapak tahu daerah..yang ada peternakan sapi?..teman saya punya kakek dan nenek yang tinggal dekat-dekat pantai Mekaki..dan mereka mempunyai peternakan sapi.." tanya Stu


"Di sana..yang punya peternakan sapi hanya satu pak..kepunyaan bu Hajjah Soraya..tempatnya luas pak..bu Hajjah juga punya cottage dan resrot disana..di pinggir pantai. "


"Iya bener pak..bu Soraya namanya..nanti setelah saya selesai metting..tolong antar saya kesana ya pak.."


"Baik pak.." jawab driver itu


__________________


Sampailah mobil yang membawa Stu di sebuah sebuah Vila yang berada di atas sebuah bukit yang tak jauh dari pantai Mekaki


"Kau yakin Riko?..disini tempatnya?" tanya Stu yang melihat ke arah vila


"Iya bos..sesuai shareloc yang mereka berikan.." jawab Riko yang juga tidak merasa yakin


"Kemarin kau ketemuan sama orang Betara Land dimana?" tanya Stu


"Di hotel tempat kita tadi nginap bos.." jawab Riko


"Mereka serius nggak sih?" kesal Stu sambil turun dari mobil


Stu merasa pihak Betara Land seperti tidak menghargai kedatangannya..mereka hanya menyewa sebuah vila untuk dijadikan tempat pertemuan perjanjian kerjasama


Yang bikin Stu kesal..CEO mereka meminta Stu untuk datang sendiri membahas kerja sama mereka


Riko mengetuk pintu vila..sedangkan Stu mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman vila yang didepannya terhampar pemandangan pantai Mekaki yang indah


Terbukalah pintu dan munculah seorang pria tua sambil mengangguk hormat


"Selamat pagi.." sapa Riko


"Selamat pagi..tuan Stewart?" tanyanya


"Iya.." jawab Riko


"Mari tuan..tuan-tuan sekalian sudah di tunggu oleh nona.." pintanya


Riko dan Stu saling adu pandang untuk mencari jawaban perkataan pria tua itu barusan


"Silahkan tunggu disini tuan.."


Riko dan Stu duduk di sofa ruang tamu


"Kalau 5 menit tak memuaskan aku..kita pulang Riko..aku sudah ilfeel duluan sama kerjasama ini.." titah Stu


"Siap bos.."


"Kalau mereka minta denda pinalty..bayar..kalau perlu kau double kan bayarannya.."


Riko menganggukan kepalanya


Tak lama kemudian munculah pak tua itu bersama seorang laki-laki muda


"Halo..selamat datang pak Stewart..pak Riko.." sapanya


"Namanya pak Yohanes bos.." bisik Riko


Stu bangun dan menerima jabatan tangan pak Yohanes


"Kenalkan..nama saya Yohanes pak Stewart..saya selaku Vice Director di Betara Land..silahkan duduk.." pinta pak Yohanes


Stu kembali duduk..pak Yohanes membuka tas yang dia bawa dan dia ambil sebuah map dan dia berikan ke Stu


"Silahkan pak Stewart baca dulu surat draft kontrak perjanjian kerja kita.." pinta pak Yohanes


Stu membaca dengan cermat surat perjanjian antara Wijaya Holding dengan Betara Land


Wijaya Holding ingin menginvestasikan dananya ke Betara Land yang ingin membangun komplek resort di pinggir pantai Mekaki


"Hmmm..menarik sepertinya.."


"Bagaimana pak Stewart?" tanya pak Yohanes

__ADS_1


"Bagus pak..saya tertarik dengan penawaran yang bapak berikan ke saya.."


Stu menanda tangani surat perjanjian yang diikuti oleh pak Yohanes yang mewakili dari pihak Betara Land


Kemudian mereka berdua saling berjabat tangan


"Oh iya pak Stewart..kalau bapak berkenan..CEO kami kebetulan ada disini..dan dia bermaksud mengundang anda untuk makan malam disini.."


Kening Stu berkerut


"CEO Betara Land mau ngundang kami makan malam pak?" tanya Stu


"Iya pak..sebentar.."


"Ck..kenapa nggak dari tadi saja dia turunnya?.." kesal Stu di dalam hatinya


Pak Yohanes mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang


"Halo?"


"Halo nona..pak Stewart bersedia menerima undangan makan malam nona.."


"Apa orangnya sudah pulang?"


"Belum nona..pak Stewart masih ada di depan saya.."


Pak Yohanes melihat sekilas ke arah Stu


"Oke..suruh tunggu sebentar..saya turun.."


"Baik nona.."


Pak Yohanes mengantungi handphonenya kembali


"CEO kami akan turun ke sini pak..mohon tunggu sebentar pak Stewart..dia mau menyampaikan sendiri undangan makan malam ke anda..aah..itu dia.."


Mata Stu mengikuti arah mata pak Yohanes yang melihat ke tangga..rahang Stu tiba-tiba mengeras..matanya memanas melihat seorang wanita turun dengan anggunnya dari lantai dua


"What the....."


"Halo Stu?..long time no see.." sapanya


Stu tidak menjawab..dia bangun lalu dia ambil surat kontrak kerja samanya dan langsung dia robek menjadi dua bagian dan dia lempar potongan surat kerja samanya ke atas meja


"Riko!!..kita pulang.." perintah Stu yang langsung keluar tanpa pamitan dengan tuan rumah


Setibanya di pintu masuk..Stu berhenti


"Kerja sama kita terpaksa saya batalkan pak Yohanes..apabila Betara Land mau mengklaim penalty ke kami..ajukan berapa pun yang Betara Land mau..saya tunggu di kantor.." ucap Stu tanpa menoleh ke lawan bicara


"Dan satu lagi..Betara Land..apa pun yang masih dalam satu group dengan Betara Land..jangan coba sekali-kali untuk mengadakan kontak dengan Wijaya Holding..camkan itu!!.." ancam Stu


Setelah itu..Stu melanjutkan langkahnya keluar


Riko pamit dengan tuan rumah dan segera menyusul Stu yang sudah menunggunya


Wanita itu memandang kepergian Stu..hanya bisa tersenyum kecut


"Non kenal dengan pak Stewart?" tanya pak Yohanes


Dia hanya bisa memandangi kepergian mobil Stu dengan tatapan sedihnya


"Berjumpa lagi kita Stu.."


____________________


Didalam mobil..Stu hanya diam sambil melihat pemandangan luar


"Kita jadi pak?..ke tempatnya bu Hajjah Soraya?" tanya driver melalui spion tengah


"Jadi pak.." jawab Riko


Riko melihat ke arah Stu yang masih diam


"Boss?..aku minta maaf..aku nggak tahu..kalau kita bakalan ketem.."


"Jangan bahas dia Riko..ganti topik yang lainnya.." potong Stu


"Oke bos" jawab Riko sambil menghela nafasnya


Tak lama sampailah mereka di depan gerbang sebuah Ranch yang bertuliskan "Alex's Ranch" dia atas gerbang Ranch


Mobil berhenti di depan sebuah bangunan yang sepertinya kantor dari pengelola Ranch


Stu dan Riko turun dan masuk ke dalam kantor


"Selamat siang.." sapa seorang pegawai wanita


"Ada yang bisa di bantu?" sambungnya


"Selamat siang..kami bisa bertemu dengan ibu Soraya?" jawab Riko


"Bapak mau ketemu bu Hajjah?"


"Iya.."


"Dengan bapak siapa?"


"Saya Stu dan ini Riko.." jawab Stu


"Dari mana pak?"


"Kami dari Jakarta"


"Sebentar pak.."


Pegawai wanita itu menghubungi lewat telepon mejanya


"Bilang aja mbak..kami temannya Alfonso yang di Jakarta" kata Stu


"Baik pak..silahkan duduk dulu pak.."


Stu dan Riko duduk di sofa yang ada

__ADS_1


Mereka melihat-lihat dekorasi kantor yang di dominasi oleh foto-foto Ranch dan cottage


Stu merogoh kantung celananya karena dia mendengar handphonenya berdering..dia lihat nomor tanpa nama..dengan malas dia geser tombol menjawab panggilan


"Halo?.."


"Halo Stu?..kam.."


Stu langsung memutuskan panggilan teleponnya sepihak..dia mengenal suara wanita yang menelpon dirinya dan segera dia blokir nomor yang menelponnya barusan


Riko yang melihat Stu yang mengutak-atik handphonenya..berkerut keningnya


Ditambah dia melihat Stu menjawab panggilan teleponnya sangat singkat


"Siapa bos?" tanya Riko


"Salah sambung.." jawab Stu acuh


Stu masukan lagi handphonenya ke kantung celananya


"Pak Stu..pak Riko..bapak ditunggu sama bu Hajjah dirumahnya..bapak bisa ikut pegawai kami..dia yang akan mengantar pak Stu dan pak Riko ke sana.."


Dengan menggunakan golfcart..Stu dan Riko menuju ke rumah ibu Soraya yang berada di atas sebuah bukit


Sampailah mereka di depan rumah yang bergaya Western Country Style


Rumah yang berdominasikan kayu terdiri dari dua lantai


"Mari pak.." ajak pegawai Ranch untuk masuk ke dalam rumah


Mereka berdua di persilahkan untuk duduk di ruang tamu oleh pegawai itu dan segera menuju ke dalam untuk memanggil sang tuan rumah


"Kau sudah pernah kesini bos?" tanya Riko sambil melihat-lihat dekorasi rumah


"Pernah sekali dulu..kalau nggak salah kelas 5 SD..aku diajak oleh Uncle Stephano kemari.." jawab Stu


"Halo?..selamat siang..." sapa seorang wanita berhijab yang berumur sekitar 60-an tahun seraya menghampiri Stu dan Riko berada


Paras ayunya masih tergambar dengan jelas walau tergerus dengan gurat-gurat keriput yang mulai mendominasi wajahnya


Mereka sontak berdiri dan mengangguk hormat ke arahnya


"Ini Stu kan?.." tanyanya sambil tersenyum


"Iya bu..saya Stu..ini teman saya Riko..teman Alf juga bu.." jawab Stu sambil mengulurkan tangannya


"Panggil Oma saja yaah?..Oma Aya.." pinta Oma Aya


"Baik Oma.."


"Ayo..silahkan duduk.."


Dari dalam datang seorang pelayan membawakan minuman dan makanan ringan


Setelah menyajikan..dia kembali ke dalam


"Sudah lama yaah?..Stu nggak main kesini lagi..ayo nak..diminum..ayo.."


Stu dan Riko meminum minuman yang disajikan di meja


"Iya oma..dulu kalau nggak salah..kelas 5 saya di ajak Uncle Stephano kemari.."


"Orangtuamu bagaimana kabarnya?..masih tinggal di Canada?" tanya Oma Aya


"Kabar mereka baik-baik saja Oma..mereka masih betah disana..sepertinya projeck mommy tidak bisa di tinggal Oma " jawab Stu


"Mommy mu itu makin sibuk saja..walaupun sudah pensiun dari dunia modeling..masih saja keliling-keliling negara untuk fashion show..oh iya..bagaimana kabarnya cucu Oma si Alf?..katanya dia sudah kembali dari Itali yah?" tanya Oma Aya


"Sudah Oma..dan dia sekarang meneruskan tugas Uncle memegang rumah sakit.." jawab Stu


"Hmmm..anak itu..akhirnya mau juga dia kerja serius.." ujar Oma Aya sambil menghela nafasnya


"Eh iya Stu..kamu sudah dengar belum?..katanya cucu Oma..Kasandra sudah ketemu.." tanya Oma Aya


"Hah?..belum Oma..kapan Kasandra ketemunya"


"Kemarin..Alf sendiri yang menelpon Oma langsung..besok Oma sama Opa mau ke Jakarta..mau ketemu sama Kasandra..Oma sudah nggak sabar pengen ketemu sama cucu Oma Stu.." kata Oma Aya yang sangat antusias dari wajahnya


Obrolan Stu dan tuan Stephano tempo hari yang berkata kalau dirinya telah di jodohkan oleh Kasandra..kembali terngiang-ngiang di telinganya..rasa penasaran akan sosok Kasandra langsung menguasai dirinya


"Bareng sama kami saja ya Oma?..besok kami juga akan kembali ke Jakarta..Riko..kau arrange tiket pesawat ke Jakarta untuk empat orang" pinta Stu ke Riko


"Baik bos.." jawab Riko


"Jangan Stu..Opa sama Oma bisa sendiri kok..kami nanti tidak mau merepotkan dirimu" ujar Oma Aya sungkan


"Tidak apa Oma..saya malah senang bisa bareng kembali ke Jakarta bersama Opa dan Oma.." jawab Stu


"Terima kasih lho Stu.."


"Iya Oma..sama-sama Oma..Oma tidak perlu sungkan sama saya..ngomong-ngomong..Opa Stephanus kemana Oma?" tanya Stu


"Opa lagi ketemu sama orang dari Betara Land..mereka mau membeli tanah Opa yang didekat resort..tapi sama Oma nggak kasih ijin..tapi mereka terus memaksa untuk membelinya.." jawab Oma Aya


Stu tersenyum smirk mendengar jawaban Oma Aya..kalau Opa Stephanus tengah bertemu dengan Betara Land


"Kenapa Stu?..kau kenal dengan Betara Land.." tanya Oma Aya


"Saya baru saja bertemu dengan mereka Oma..mereka mengajukan proposal kepada saya untuk pembangunan resort dan cottage..tapi saya tolak.." jawab Stu


"Kenapa Stu?"


Stu hanya mengangkat bahunya


"Kurang menarik menurut saya Oma..oh iya Oma?..tolong bilang ke Opa jangan sampai Opa jual tanah itu ke Betara Land ya Oma?" ucap Stu


"Iya Stu..Oma juga tidak bakal kasih ijin.."


Dari dalam muncul pelayan Oma Aya


"Bu Hajjah..makan siang sudah siap.." katanya


"Iya..terima kasih..ayo Stu..Riko..kita makan siang dulu..ayo.." ajak Oma Aya

__ADS_1


Stu dan Riko bangun mengikuti Oma Aya untuk makan siang


__ADS_2