Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
62.Penculikan Cindy


__ADS_3

AAAAARRRRGGGHHH...


Praaaannnnng


Sebuah gelas melayang dan pecah setelah membentur televisi. Pecahan gelas itu berserakan dilantai. Sita murka setelah melihat tayangan infotaiment yang menayangkan acara pesta ulang tahun Kanaya semalam..dia murka setelah mengetahui kalung berlian yang dipakai Kanaya di pesta ulang tahunnya. Kalung itu langsung menjadi trending topik di berbagai sosial media di tanah air..kalung berlian termahal di dunia ternyata berada di leher seorang gadis cantik asal Indonesia. Sita tahu kalau kalung itu pasti pemberian Stu untuk Kanaya. Karena Stu pernah memperlihatkan kalung itu ke Sita sebelumnya. Dan dipesta semalam..para awak media seperti sengaja mengarahkan kameranya ke arah leher Kanaya yang tengah mengenakan kalung berlian Heritage of Blossom


"Kurang ajar kau Kanaya..kau rebut Stu dari tanganku..dan itu..Heritage of Blossom..harusnya aku yang memakainya Kanaya..aku!!..bukan kau!!"


Sita membanting apa saja yang ada di hadapannya..hingga seorang wanita paruh baya masuk ke ruang tengah bersama seorang pelayan di belakangnya


"Sita!!..apa-apaan kau ini?.." tanya mama Hera..ibunda Sita dan Heru yang terkejut melihat ruang keluarganya pagi ini sudah berantakan karena ulah Sita


Sita hanya diam dengan nafas memburunya..dia acuhkan pertanyaan mamahnya


"Kamu bereskan.." pinta mama Hera ke pelayannya


"Baik nyonya.."


Pelayan itu segera memberesi pecahan gelas dan vas bunga yang berantakan di lantai. Mama Hera menghampiri Sita dan duduk di sebelahnya


"Ada apa sayang?..kenapa pagi-pagi kamu sudah emosi begini sih?..hmmm?" tanya mama Hera lembut sambil membelai rambut Sita


Sita kembali diam..dia alihkan mukanya ke arah lain dari pandangan mamanya. Merasa tidak mendapati jawaban dari putrinya..mata mama Hera mengalihkan ke arah televisi. Dan dia mulai mengerti apa yang membuat putrinya begitu emosi..dia melihat tayangan infotaiment yang menayangkan Stu tengah menerima potongan kue dari Kanaya dan mengecup pipinya Kanaya


"Yang dicium oleh Stu siapa Sita?" tanya mama Hera yang belum mengenal Kanaya


"Anaknya om Stephano mah.." jawab Sita


"Anaknya om Stephano?..bukannya dia nggak punya anak perempuan?.." tanya mama Hera heran


"Punya mah..cuma baru sekarang di publish.."


Sita menarik rambutnya kesal..ditambah di televisi menayangkan Stu tengah duduk dengan Kanaya di meja yang tangan keduanya selalu bertautan dan ada begitu banyak awak media meliput keduanya.. Mama Hera yang melihat Sita uring-uringan hanya bisa menhela nafasnya


"Kenapa?..kamu cemburu?"


"Sudah pastilah mah..harusnya Sita yang pakai kalung berlian itu..bukan dia.." jawab Sita sambil matanya nanar menatap layar televisi


Mama Hera memfokuskan matanya ke arah leher Kanaya..detik selanjutnya matanya membulat dengan mulut ternganga


"Apa mama nggak salah lihat Sita?..kalung itu kan..Heritage of Blossom..kalung berlian termahal di dunia?.." ucap mama Hera sambil menutup mulutnya dengan tangannya..terkejut melihat Kanaya mengenakan kalung berlian Heritage of Blossom


"Iya mah..harusnya Stu berikan itu ke Sita mah..bukan ke dia.." kesal Sita


Ada rasa kesal dan iri di hati mama Hera melihat Stu memberikan kalung berlian itu ke Kanaya..ketimbang ke putrinya..Sita


"Sudah mamah bilang kan dari dulu..kau ikat dulu Stu dengan pertunangan kalian..baru itu kita kuras hartanya..malah kau lukai dia.." sewot mama Hera


"Kok mama nyalahin Sita sih?..ini semua salah mas Heru mah..kalau saja mas Heru waktu itu tidak menyulik dan memukuli Stu..mungkin Sita sudah tunangan dengan dia.." ucap Sita membela diri


"Sita menembak Stu karena Sita ingin menolong mas Heru mah..anak kesayangan mamah..Stu kalau tidak dihentikan..mas Heru bisa mati di tangannya" sambung Sita


Sita bangun dari duduknya dan beranjak ke kamarnya..dia tidak terima selalu disalahkan oleh kedua orangtuanya karena gagal mendapatkan Stu sebagai calon suaminya. Mood nya Sita pagi ini benar-benar kacau..sudah melihat penayangan acara ulangtahun Kanaya di televisi yang super mewah..ditambah mamahnya menyudutkan dia dengan mengungkit-ungkit masalah percintaan dia dan Stu yang kandas di tengah jalan


.


_______________


.


Ceklek


Shino membuka pintu ruang kerja Ken


"Bos.." panggil Shino


Ken yang tengah menikmati pemandangan kota Jakarta dari lantainya..menoleh ke arah Shino


"Bagaimana?.."


"Dapat bos..cuma agak remang-remang.." jawab Shino yang menghampiri tempat Ken berdiri


Ken menerima sebuah tablet dari tangan Shino dan melihat sebuah gambar siluet pelaku penyerangan kantor dia semalam


"Sepertinya dia perempuan bos.."


Ken menganggukan kepalanya


"Iya..dugaanku juga begitu Shino..tapi siapa?"


Ken meng-zoom gambar di tablet yang ia pegang..rupa Ambar yang tengah menembakan senjatanya tampak samar disana. Ambar terbantu dengan penerangan yang gelap karena lampu di lantai 25 mati..jadi Ken tidak bisa mengenalinya dengan jelas


"Kita berurusan dengan siapa bos?..kalau dilihat luka-luka anak buah kita..sepertinya dia cukup terlatih dalam membunuh.."


Ken hanya diam menjawab pertanyaan Shino..dia kembalikan tablet ke Shino


"Siapa dia?..sampai berani menyerang markasku?..apa dia mengincar Heru?.. aaaahh..sialaaaaan!!"


Selama Ken tinggal di Indonesia..Ken tidak pernah terlibat dengan seseorang atau kelompok dunia hitam seperti dirinya. Karena dia tahu..disini bukan di Jepang..negara asalnya. Jadi dia bermain aman selama dia menetap di Indonesia. Tapi semenjak dia menampung Heru..dirinya mulai diusik-usik keberadaannya..apalagi ini ada seseorang dengan beraninya menyerang markas dia..yang notabene dijaga ketat oleh anak buahnya yang bersenjata lengkap

__ADS_1


"Panggil Heru kesini Shino..aku duga penyerangan ini berkaitan dengan dirinya.." ucap Ken


"Baik bos.."


Shino lalu keluar dari ruangan Ken. Ken menuang wine ke dalam gelasnya dan dia kembali berdiri di depan jendela kantornya sambil menyesap wine nya


Ceklek


Pintu ruang kerja Ken terbuka dan muncul Heru


"What's up Ken?" tanya Heru


Ken berbalik ke sofanya yang diikuti oleh Heru duduk di seberang sofanya


"Apa Stu punya anak buah wanita?" tanya Ken to the point


"Nggak..setahu gua..dia nggak punya anak buah wanita..kenapa?..apa yang menyerang ke sini semalam seorang wanita?" tanya balik Heru


"Dari pantuan cctv penyerang semalam adalah seorang wanita..walau tidak begitu jelas..apa ada pihak lain yang ngincar elu selain Stu?"


Heru mengernyitkan keningnya..lalu menggelengkan kepalanya


"Nggak..kalau pun itu orangnya Stu..dia nggak bakal tahu kalau gua ada disini..tapi?..siapa Ken?" tanya Heru bingung


"Mana gua tahu..soalnya baru kali ini ada yang berani masuk kemari dan membunuh anak buah gua sebanyak itu.." jawab Ken yang gusar sambil menenggak habis winenya dan menaruh gelasnya di meja cukup keras


"Dan musuh gua kali ini bukan orang sembarangan Her..lu bisa lihat sendiri kan?..anak buah gua rata-rata mati dengan tembakan di kepala mereka..head shoot!!..hanya orang yang sangat terlatih bisa melakukan itu..apalagi saat dia melarikan diri dari sini..dia sudah seperti seorang agent rahasia yang terlatih..dengan sangat matang dia merencanakan escape plan nya"


Ken bangun dan berjalan ke mejanya..disana dia raih remote televisi dan menyalakan televisi yang ada di dinding ruang kerjanya. Di layar televisi menayangkan aksi Ambar yang menghabisi anak buah Ken yang ada di lantai 1 dan lantai 25


"Lu lihat sendiri kan?..dia hanya membutuhkan waktu sekitar 30 detik untuk menghabisi anak buah gua di lantai 1 yang berjumlah 10 orang.." ucap Ken sambil menunjuk layar televisi


Heru tertegun kaget..dia melihat dengan mudahnya Ambar memghabisi anak buah Ken


"Siapa dia?" batin Heru bergidik ngeri


"Lu pernah denger tehnik CQC?" tanya Ken ke Heru yang dijawab oleh gelengan kepala Heru


"CQC?..apaan itu?" tanya Heru


"Close Quarter Combat..tehnik sneaking dan penetrasi ke wilayah musuh tanpa terdeteksi sambil menghabisi musuh yang menghadang.." jawab Ken sambil menyalakan rokoknya


"Hanya pasukan elite yang mampu menguasainya dan cewek itu memakai tehnik CQC waktu membunuh anak buah gua dan seperti yang tadi udah gua bilang..sepertinya musuh gua kali ini bukan orang sembarangan Her..dan gua harap..apa yang lu bayar ke gua sepadan apa yang klan gua hadapi saat ini.." ucap Ken sambil menatap tajam ke Heru


"Tenang aja bro..separuh saham Wijaya Holding akan jadi punya lu..asalkan adeknya Alf bisa lu singkirkan.." sahut Heru sambil tersenyum smirk


"Begitu adeknya Alf bisa lu singkirin..otomatis Sita bisa balik lagi ke Stu dan tak lama setelah mereka menikah..separuh saham Wijaya Holding punya elu.." jawab Heru sambil tertawa jumawa


"Ck..percaya diri banget lu?..kalau Stu mau nerima adek lu setelah apa yang Sita lakukan ke dia dulu.." ketus Ken sambil mencibir rencana Heru


"Tenang aja bro..Stu pasti nerima Sita..percaya sama gua.."


Telephon meja Ken berbunyi..Ken segera memencet tombol jawab


"Halo?.."


"Bos..Cindy sudah berhasil kita culik bos.."


"Bagus..ada dimana dia sekarang?" tanya Ken


"Dia ada di lantai 5..kami menaruh dia di ruang interogasi bos.."


"Baik..saya akan kesana.."


Ken memencet tombol mengakhiri panggilannya


"Keyla kayaknya berhasil memancing Cindy.."


"Ada dimana dia sekarang?" tanya Heru


"Ada di lantai 5"


Heru mengikuti Ken yang keluar dari ruang kerjanya. Diluar banyak anak buah Ken yang merapikan kekacauan karena penyerangan Ambar semalam. Mereka berdua masuk kedalam lift


Ting


Pintu lift terbuka di lantai 5..Ken segera menuju ke ruang interogasi yang ada di lantai ini


"Bos?.." sapa dua orang anak buah Ken yang berjaga di depan pintu


"Mana cewek itu?" tanya Ken


"Di dalam bos.." jawab salah seorang anak buah Ken sambil membuka pintu


Di dalam Ken melihat Cindy tengah diikat berdiri dengan tangan diikat rantai terangkat keatas langit-langit ruangan. Tampaknya Cindy terkulai pingsan karena dibius oleh anak buah Ken..terlihat kepalanya tertunduk lemas. Ken menjenggut rambut Cindy untuk melihat wajahnya


"Hmmm..cantik juga.." ucap Ken sambil melepas kepala Cindy


Keyla masuk ke dalam ruangan dan langsung menghampiri Heru

__ADS_1


"Kerja bagus swetty.." kata Heru sambil mengecup bibir Keyla


"Thankyou honey.." jawab Keyla sambil membalas kecupan Heru


"Gimana caranya kamu bisa memancing Cindy mengikuti rencanamu swetty?" tanya Heru


.


-FlashbackOn-


Cindy yang tengah memeriksa beberapa berkas di mejanya..mengalihkan pandangannya ke arah dering handphonenya yang ada di sebelahnya


"Halo mbak?.." sapa Cindy yang melihat Keyla menghubunginya


"Kami dimana Cin"


"Cindy di meja Cindy mbak?..ada apa?" jawab Cindy


"Kamu bisa ke basement nggak?..mbak kerepotan nih..bawaain barang-barangnya punya pak Stewart.."


"Pak Stewart bukannya lagi metting mbak?.." tanya Cindy bingung


"Ck..udah jangan banyak tanya..kamu mau kena amuk pak Stewart?.."


"Tapi mbak.."


"Udah jangan pake tapi-tapian Cindy..buruan!!.."


Sambungan telephon diputus sepihak oleh Keyla. Cindy menghadapi dilema..Keyla menyuruh dirinya membantu membawa barang-barang kepunyaan Stu..sedangkan yang dia tahu..Stu tengah metting dengan pihak dari Luxon Group di ruang metting lantai ini. Akhirnya Cindy bangun dari duduknya


"Mer..kalau pak Stewart nyariin Cindy..bilang Cindy ke basement dulu yaah?.." pamit Cindy begitu berdiri di depan meja Mery


"Ngapain Cin?" tanya Mery


"Bantuin mbak Keyla..katanya ada barang-barangnya pak Stewart di basement.." jawab Cindy


"Iya..nanti gua kasih kabar ke pak Stewart.."


Setelah pamit dengan Mery..Cindy segera bergegas menuju ke lift untuk menemui Keyla yang menunggunya di basement


Ting


Di loby..pintu lift yang dinaiki Cindy terbuka..Cindy menuju ke selasar lift yang lainnya..yang menghubungkan loby dengan basement parkiran mobil


Sampailah dia di depan pintu basement parkiran mobil..Cindy menelpon Keyla


"Halo mbak?..mbak dimana?.."


"Gua di K2 hijau.."


Cindy lalu mencari lot K2 hijau yang dimaksud Keyla. Cindy berlari kecil setelah melihat Keyla melambaikan tangannya untuk menghampiri dirinya


"Mana mbak?..punyanya pak Stewart?" tanya Cindy


Belum juga Keyla menjawab pertanyaan Cindy..dari belakang Cindy ada dua orang pria langsung membekap hidung Cindy dengan sapu tangan yang sudah dibubuhkan obat bius. Diantara setengah sadarnya..Cindy melihat Keyla menyuruh kedua orang itu untuk segera membawa Cindy ke dalam sebuah mini van


-FlashbackOff-


.


.


"Setelah Cindy kita tangkap..sekarang giliran adeknya Alf honey.." kata Keyla dengan sorot mata yang nanar


Keyla mengambil handphonenya dan melakukan sambungan video call dengan seseorang


"Halo kak?"


"Halo dek..kakak punya kabar baik buat kamu.." jawab Keyla ke Sita yang wajahnya muncul di layar handphonenya


"Apaan itu kak?" tanya Sita


Keyla mengarahkan layar handphonenya ke arah Cindy yang terikat dan terkulai pingsan di depannya


"Siapa itu kak?" tanya Sita


"Cindy..sekretaris Stu.." jawab Keyla sambil mengarahkan handphonenya ke dirinya lagi


"Cindy?..ck..aku kira apa kak?..aku kira kakak kasih kabar kalau Kassandra bisa kakak culik.." ketus Sita yang kecewa


"Sabar adek ipar..eh..baru calon ding.." ucap Keyla sambil menyengir kuda


Sita memutar bola matanya malas


"Justru dengan kita mendapatkan Cindy..kita bisa dengan mudah untuk menculik Kassandra.."


"Bagaimana kak?..kakak punya rencana apa?" tanya Sita tak sabar


Keyla lalu memaparkan rencananya di depan Sita, Heru dan Ken untuk menculik Kanaya. Dan Keyla meminta bantuan anak buah Ken lagi untuk melancarkan rencananya itu.

__ADS_1


__ADS_2