Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
103.Mobil Sejuta Umat


__ADS_3

Kanaya tengah menuruni sebuah jalanan menurun yang ada di kawasan komplek perumahan elit mansion ayahnya dengan menggunakan mountain bike nya yang baru dia beli. Hingga matanya melihat sebuah jalan kecil yang menghubungkan komplek perumahan dengan area perkampungan dan dijaga oleh seorang Security. Jalan itu sengaja di portal oleh pihak pengembang komplek agar para warga yang ingin melintas tidak sembarangan keluar masuk komplek perumahan


"Selamat pagi bapaak.." sapa Kanaya yang berhenti di depan pos jaga


"Selamat pagi nona..nona mau kemana?"


"Bapak bisa bukakan saya portalnya?..saya mau ke kampung sebelah.." jawab Kanaya


"Bisa nona..sebentar.."


Security itu membukakan portal untuk Kanaya lewat


"Silahkan nona.."


"Terima kasih ya pak.."


Kanaya lalu kembali mengayuh sepedanya menuju ke perkampungan warga. Dia sengaja masuk ke perkampungan..karena dia mendengar dari petugas Security di mansion ayahnya kalau disini ada penjual nasi uduk kampung yang enak. Di telusuri jalan kampung yang beraspal berdasarkan petunjuk Security di mansion. Sesekali Kanaya tersenyum dan menyapa tak kala dia berselisih jalan dengan beberapa warga..sembari bertanya letak warung nasi uduk yang dia cari. Tak lama warung yang dia cari ketemu..disana ada beberapa warga yang juga membeli. Setelah menstandarkan sepedanya..Kanaya menghampiri ibu-ibu penjual nasi uduk


"Bu?..nasi uduknya satu yaah?..makan disini.." pesan Kanaya


"Sebentar ya neng..saya bungkusin ibu ini dulu yaah?.." jawab ibu penjual nasi uduk


Kanaya menganggukan kepalanya..dia lalu menuju ke sebuah bangku kayu dan menunggu giliran dia untuk memesan. Setelah melihat ibu-ibu yang membeli meninggalkan warung..Kanaya bangun dan beranjak ke sebelah ibu penjual nasi uduk


"Pakai apaan neng?.." tanya ibu penjual nasi uduk dengan piring yang sudah terisi nasi uduk di tangannya menunggu lauk yang diinginkan Kanaya


"Pake bihun ya bu..telor balado sama tempe goreng.." jawab Kanaya


"Pakai sambel neng?.."


"Pakai bu..sambal kacang yaah?.."


Kanaya duduk kembali dengan nasi uduk lengkap dengan lauk ke meja. Dari belakang warung muncul seorang gadis muda dengan membawa piring dan sendok yang sepertinya habis dicuci. Sepertinya umurnya tak begitu jauh dengan Kanaya


"Hmmm..emang enak nasi uduknya.." puji Kanaya dalam hatinya setelah menyendok nasi uduk ke mulutnya


"Minumnya apaan mbak?.." tanya gadis muda tadi yang sepertinya anak dari ibu penjual nasi uduk


"Teh manis hangat ya kak.." jawab Kanaya


Gadis itu segera membuatkan teh manis hangat buat Kanaya


"Kamu katanya ada interview hari ini Ra?.." tanya ibu penjual nasi uduk


"Iya bu..nanti jam 10.." jawab Rara sambil mengaduk teh manis hangat


Setelah itu Rara mengantarkan teh manis hangat ke depan Kanaya


"Terima kasih ya kak.." ucap Kanaya


"Iya..sama-sama.." jawab Rara


Rara lalu duduk di bangku yang berseberangan dengan Kanaya


"Mbak kayaknya baru kali ini yaah?..makan disini?.." tanya Rara yang melihat penampilan Kanaya yang bukan berasal dari warga sekitar sini


"Iya kak..tadi aku habis sepedaan terus mampir kesini untuk makan.." jawab Kanaya


"Kok bisa tahu-tahunya warung ibu?..dari siapa?.." tanya Rara lagi


"Dari paman Security di tempat aku kak..oh iya kak..kenalkan..nama aku Kanaya..panggil aja Naya.." kata Kanaya memperkenalkan dirinya


"Yundira..panggil aja Rara.." jawab Rara


"Eneng yang tinggalnya di komplek yaah?" tanya ibunya Rara sambil duduk di sebelah Rara


"Iya bu. " jawab Kanaya


"Pantesan..ibu baru pertama kali ngelihat eneng makan disini.."


Kanaya menganggukan kepalanya. Kanaya yang sudah selesai..meminum teh manis hangatnya


"Tadi aku dengar..kakak mau interview..interview kerjaan?.." tanya Kanaya


"Iya..di IAR Corp.." jawab Kanaya


"Ngelamar jadi apaan kak?.." tanya Kanaya kepo


"Jadi Security..tapi katanya disana juga lagi nyari bodyguard buat ngawal anak bos yang mau kuliah.." jawab Rara yang memberesi piring Kanaya


"Bodyguard anak bos?.." tanya Kanaya yang keningnya berkerut heran


"Iya..katanya sih..ada anak bos yang butuh pengawalan selama dia kuliah.." jawab Rara


"Orang kaya mah ada-ada aja ya neng..anaknya mau kuliah ajaaa..pake butuh kawalan.." timpal ibunya Rara


Kanaya merasa familiar dengan lowongan yang Rara akan datangi untuk interview


"Kakak hebat..cewek bisa jadi bodyguard.." puji Kanaya


"Makasih Naya.." jawab Rara sambil tersenyum


"Aku ada kenalan kak..cewek juga..dia malah jadi anggota TNI di Angkatan Laut.."


Ada seorang pembeli memanggil untuk dilayani..ibunya Rara bergegas kembali ke meja dagangannya. Kanaya lalu bangun untuk membayar. Setelah membayar Kanaya memanggil Rara


"Kak Rara!!.." panggil Kanaya


"Iya Nay?.." jawab Rara yang memberesi meja


"Semoga kakak diterima kerjanya yaah?..semangat kak!!.." kata Kanaya sambil mengepalkan tangannya di depan dadanya


"Iya Nay. terima kasih.." jawab Rara


Setelah pamit dengan ibunya Rara..Kanaya mengayuh sepedanya untuk kembali ke mansion ayahnya


.


***


.

__ADS_1


Maria menekan bel pintu masuk mansion dan tak lama pintu terbuka..munculah pak Dan


"Selamat pagi non Maria.." sapa pak Dan


"Pagi pak Dan..Naya nya ada pak?.." jawab Maria


"Kebetulan nona Kassandra belum kembali dari sepedaan non Maria..mari masuk non.." ajak pak Dan


"Sepedaan?..tumben.." batin Maria


Maria lalu masuk ke dalam ruang tamu mansion dan duduk disana


"Selagi menunggu nona Kassandra..non Maria mau minum apa?.." tanya pak Dan


"Apa aja deh pak.." jawab Maria


"Kopi boleh?.."


"Iya pak..boleh.."


"Kalau begitu tunggu sebentar ya non.."


Pak Dan lalu meninggalkan Maria sendirian di ruang tamu. Maria lalu mengambil ponselnya untuk mengusir rasa bosannya dalam menunggu Kanaya


"Eh..ada Maria yaah?.." sapa nyonya Delores yang muncul dari dalam


"Iya tante.." jawab Maria sambil berdiri dan menghampiri nyonya Delores


Maria mencium punggung tangan nyonya Delores. Setelah itu nyonya Delores mempersilahkan Maria untuk duduk


"Kalian mau kemana hari ini?.." tanya nyonya Delores


"Ke kampusnya Kanaya tante..katanya mau menyerahkan berkas sekaligus lapor diri.." jawab Maria


Tak lama Kanaya masuk ke dalam ruang tamu


"Assallamuallaikum...".sapa Kanaya


"Waallaikumsallam.." jawab nyonya Delores dan Maria bersamaan


"Maria?..sudah lama?.." tanya Kanaya sambil duduk di sebelah ibunya


"Baru Nay.."


"Kita ke kamarku aja yuk.." ajak Kanaya sambil bangun


Maria pun ikut bangun dari duduknya


"Saya ke kamar Naya dulu ya tante..".pamit Maria


"Iya Maria.." jawab nyonya Delores sambil tersenyum


Nyonya Delores hanya memandang Kanaya dan Maria menaiki tangga ke lantai dua. Nyonya Delores hanya bisa senang dan bangga..melihat Kanaya yang mengurus semua keperluan administrasi untuk dia kuliah..sendiri tanpa meminta bantuan kedua orangtuanya atau pun orang lain


"Lu dari mana Nay?.." tanya Maria


"Sepedaan Maria..sambil nyari nasi uduk.." jawab Kanaya


Kanaya membuka pintu kamarnya yang diikuti oleh Maria untuk masuk ke dalam


"Aku mandi dulu ya Maria.."


Maria menganggukan kepalanya..dia lalu membuka kulkas yang ada di kamar Kanaya dan dia lihat es cream Gelato ada di dalam kulkas


"Waah..es cream Gelato..musuh gua nih.." batin Maria yang matanya menatap nanar es cream Gelato


Tanpa membuang waktu lagi..Maria langsung menyendok es cream Gelato ke mangkuk yang ada di sebelah kulkas


"Hmmmm..enak bener.."


Maria membawa mangkuk es creamnya ke sofa dan dia menikmati es cream dengan menonton televisi


.


Kanaya yang sudah rapi..keluar dari walk in closet. Dia melihat Maria masih asyik menonton Drakor yang ditayangkan di televisi. Seketika kedua mata Kanaya membulat dan tak lama dia menahan tawanya. Di meja depan Maria..ada sebucket ice cream yang sudah kosong dan beberapa piring cemilan. Sepertinya selagi Kanaya mandi..pelayan mengantarkan cemilan ke kamarnya dan Maria sepertinya tidak hanya menghabiskan semangkuk es cream Gelato..kalau dilihat es cream bucket yang sudah kosong


Ekheeem


Maria sontak menoleh ke sampingnya


"Udah rapi tuan putri?.." tanya Maria sambil menjilat jarinya yang sehabis dipakai untuk memakan cemilan


"Sudah nyonyaaaah.." jawab Kanaya yang masih menahan tawanya


"Kenapa lu?..mesam-mesem nggak jelas.." tanya Maria yang beranjak ke kamar mandi untuk mencuci tangan


"Diet kamu apa kabarnya Maria?.." tanya Kanaya begitu Maria keluar dari dalam kamar mandi


"Diet?..masih laaah..sekarang gua malah ikut diet Carbo.." jawab Maria


"Diet Carbo..yang mantang nggak makan nasi?.." tanya Kanaya lagi


Maria menganggukan kepalanya


"Kalo lagi diet Carbo..terus apa kabarnya ice cream aku ini?.." ucap Kanaya sambil menunjuk bucket ice cream nya yang sudah kosong


Kedua mata Maria membulat..tidak percaya kalau dia sudah menghabiskan ice cream Kanaya sebanyak satu bucket


"Sama roti Bagelan buat aku?.." sambung Kanaya menunjuk piring yang sudah kosong


"Mangkanya..nggak usah sok sok an pakai diet segala Maria..makan aja apa yang ada..nggak usah pakai mantang.." ledek Kanaya


Maria hanya mengerucut bibirnya sambil mengerutu tak jelas. Kanaya pun tertawa melihatnya


"Ayo Mar..kita jalan.."


Tak lama kemudian mereka berdua sudah menuruni tangga dan menghampiri nyonya Delores yang juga menonton televisi di ruang keluarga


"Ibu?..aku jalan sama Maria dulu yaah?.." pamit Kanaya sambil mencium tangan nyonya Delores


"Iya sayang.."

__ADS_1


Maria mengikuti mencium punggung tangan nyonya Delores


"Maria jalan dulu ya tante.."


"Iya Maria..kamu nanti siang mau makan dimana Sandra?.." tanya nyonya Delores


"Terserah ibu..aku ikut ajah.." jawab Kanaya


"Nanti ibu WA tempatnya yaah?.."


"Iya bu..assallamuallaikum..ayo Maria.." ajak Kanaya ke Maria


"Waallaikumsallam.." jawab nyonya Delores


Mereka segera menuju ke teras mansion


"Kita mau pakai mobil kamu lagi Maria?.." tanya Kanaya yang melihat Fiat 500L kepunyaan Maria terparkir di carport mansion


"Iya..apa lu mau pake Ferrari lu?..ayo Nay..gua belom pernah nih bawa mobil Ferrari seumur hidup gua.." usul Maria yang menaik turunkan alisnya ke Kanaya


"Justru kalau pakai mobil kamu ke kampus aku..aku takut nanti rencanaku gagal..eh..sebentar..aku pinjam mobilnya pak Sasongko saja kalau gitu.."


Belum juga mulut Maria terbuka untuk menyanggah perkataan Kanaya..gadis itu sudah berlari ke arah pos jaga Security mansion


"Eh..bentar..bentar..tadi dia bilang mau pinjem mobil pak Sasongko?.." guman Kanaya


Tak lama Kanaya kembali dengan tersenyum senang


"Kita pakai mobilnya pak Sasongko Mar..nih kuncinya.." kata Kanaya


"Mobilnya apaan Nay?.." tanya Maria sambil melihat kunci mobil yang ada di tangannya


"Mobil sejuta umat.." jawab Kanaya


Tiga orang Security yang berjaga di pos dekat garasi..sontak bangun dari duduk..karena melihat Kanaya berjalan ke arah pos jaga


"Selamat pagi nona Kassandra..ada yang bisa kami bantu?.." tanya salah satu Security


"Selamat pagi paman..aku mau tanya..mobilnya pak Sasongko ada dimana pak?" tanya Kanaya


"Oh?..mobilnya pak Sasongko ada di garasi luar non..garasinya ada di samping mess Security.." jawabnya


"Mari nona..saya antar.." pinta salah satu Security lainnya


Kemudian Kanaya dan Maria mengikuti Security itu untuk melihat mobilnya pak Sasongko yang terletak di luar pagar mansion. Tuan Stephano membangun rumah atau mess sendiri untuk para Security dan pekerja yang bekerja di mansionnya. Mess itu bukan tampak seperti mess kebanyakan..malah bukan disebut sebagai mess karena mess itu berupa rumah besar dua lantai lengkap dengan halaman yang luas dan sebuah garasi yang bisa menampung setidaknya empat mobil yang ada di samping rumah itu


"Itu nona..mobilnya pak Sasongko.." tunjuk Security itu ke sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam dop


Kanaya pun hanya tersenyum senang..beda dengan ekspresi Maria..dia hanya bisa menghela nafasnya


"Terima kasih ya paman..ayo Maria.."


Maria dengan gontai mengikuti Kanaya yang menghampiri mobilnya pak Sasongko


"Yaaah..mana manual lagi.." keluh Maria setelah melihat model transmisi mobilnya pak Sasongko


"Kenapa Maria?..kamu nggak bisa?.." tanya Kanaya


Maria hanya diam dan menyalakan mesin mobil


"Capek gua Nay..kalau pakai manual.." jawab Maria


Kanaya tersenyum geli..dia lalu mengambil ponselnya


"Halo?..assallamuallaikum ayah?.." sapa Kanaya yang menelpon ayahnya


"Waallaikumsallam Sandra..ada apa sayang?.."


"Ayah?..hari ini aku kan mau ke kampus..mau lapor diri sekalian nganterin berkas.."


"Iya..ayah tahu..tadi pagi kan kamu sudah bilang sama ayah.."


"Iya ayah..terus Maria kan yang antar aku lagi hari ini.."


"Terus?.."


"Ayah bisa transfer ke rekeningnya Maria nggak sekarang?..soalnya Maria ngambek Yaah..nggak mau nganterin aku.."


Maria spontan memiting leher Kanaya setelah Kanaya mengadu ke ayahnya


"Ooh..soal itu..kamu mau berapa yang musti ayah kirim?.."


"10 juta Yaah.." jawab Kanaya sambil memberikan kode OKE dengan jarinya ke Maria..setuju tidak dengan usulannya. Maria langsung melepaskan pitingannya dan mengangguk dengan cepat


"10 juta?..apa itu cukup sayang?.."


"Cukup Yaah..soalnya Maria langsung senang tuh.."


Maria hanya bisa menepuk keningnya


"Sudah yah?..sudah ayah kirim ke rekening Maria.."


"Terima kasih ya Yaah?.."


"Iya sayang.."


"Assallamuallaikum.."


"Waallaikumsallam.."


"Sudah ya Maria..ayah aku sudah kirim ke rekening kamu.." kata Kanaya


Maria melihat ponselnya yang mengirimkan notif m-bangkingnya kalau ada transferan dana masuk ke rekeningnya sebesar 10 juta


"Oke..kita langsung capcus!!.." kata Maria dengan semangat 45 menjalankan mobilnya keluar menuju ke jalan raya


"Giliran sudah ditransfer ajah..langsung semangat.." ledek Kanaya


"Bodo amat!!.." jawab Maria yang fokus menyetir


.

__ADS_1


.


__ADS_2