Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
64.Kalah Selangkah


__ADS_3

Dua buah mobil mewah berhenti di depan sebuah gerbang bagian belakang gedung yang ada di kawasan Mega Kuningan. Dari masing-masing mobil keluar Stu dan Alf serta diikuti Riko di belakang mereka


"Sini tempatnya Stu?" tanya Alf


"Iya..kemarin aku dan Ambar kemari..dan dia bilang Heru bersembunyi disana" jawab Stu


Tak beberapa lama datanglah tiga buah mobil van dan parkir di depan mobil Stu. Ternyata Lalung beserta anak buahnya datang


"Boss.." sapa Lalung pada Alf dan Stu


"Bagaimana Stu?..kita masuk kedalam?.." tanya Alf


"Kita masuk..tapi kita jangan gegabah..dari pengalaman Ambar kemarin..peraturan tanpa senjata..tidak berlaku untuk malam ini.." jawab Stu yang matanya tajam menatap area loading dock gedung di depannya yang mulai sepi


Yeeesss


Riko mengepalkan tangannya di depan setelah mendengar Stu mengijinkan mereka membawa senjata api ke dalam. Mereka segera menuju ke sebuah van yang pintu belakang sudah dibuka oleh salah satu anak buah Lalung. Selagi mereka mempersiapkan senjata api..datang beberapa orang menggunakan sepeda motor dan berhenti tak jauh dari Stu dan Alf


"Boss.." sapa Zaenal pada Alf


"Kalian sudah bawa senjata masing-masing kan?" tanya Alf sambil memasukan magazine ke dalam pistolnya


"Sudah boss..sesuai arahan anda.." jawab Zaenal


Alf menganggukan kepalanya. Setelah dirasa siap..Stu memberikan arahan pada semua anak buahnya. Team dibagi 2..satu berjaga-jaga diluar..team satunya lagi masuk kedalam mencari keberadaan Heru dan Ken


"Gedung mempunyai 25 lantai bos..tiap-tiap lantai mungkin tidak semua dijaga..karena Ryu Kanemoto menggunakannya sebagai kantor Expedisi..saya duga mereka menaruh penjagaan ketat di lantai paling atas..tempat Ryu Kanemoto berada.." bunyi suara Dito di earpiece milik Stu dan Alf


"Oke Dit..kita masuk.." jawab Stu


"Hati-hati boss.."


Melalui gerbang belakang yang gemboknya sudah dirusak..Stu beserta anak buahnya masuk ke arah loading dock. Lalung menyuruh anak buahnya menyebar berjaga-jaga di sekitar loading dock yang terlihat cukup lengang


"Terlalu sepi Stu..i don't like it.." ucap Alf yang melihat ke sekitar loading dock


"Dikunci bang.." ucap salah satu anak buah Lalung begitu akan membuka pintu belakang gedung


"Minggir.." perintah Stu


Stu langsung mengacungkan shotgunnya ke arah handle pintu..setelah anak buah Lalung pergi..Stu langsung menembak handle pintu itu hingga hancur berantakan


Baaanng


Braaak


Stu langsung menendang pintu itu hingga terbuka lebar. Anak buah Lalung segera menyerbu masuk begitu pintu terbuka..diikuti oleh Stu, Alf, Riko dan Lalung di belakang mereka..tak lama Zaenal menyusul mereka


"Amaaan!!.." teriak salah satu anak buah Lalung yang sudah memasuki loby gedung


Di loby..Stu memerintahkan sebagian anak buahnya untuk langsung naik menuju lantai 25 menggunakan lift


"Kau sama sama Zaenal jaga-jaga disini Lung.." titah Stu


"Baik boss.." jawab Lalung dan Zaenal bersamaan


Stu, Alf dan Riko berjalan ke arah selasar lift. Selagi menunggu lift..handphone Alf berdering..dia lihat ayahnya menelpon dirinya


"Assallamualliakum Yaah?.."


"Waallaikumsallam..kamu dimana Alf?.."


"Alf lagi sama Stu Yaah..ada apa?"


"Adikmu di culik Alf!!..kamu pulanglah segera..ibumu jatuh pingsan.."


Deg


"I..iya Yaah..Alf segera pulang.."


Alf memutuskan sambungan telephonnya


"Kenapa Alf.." tanya Stu


"B*ngsat si Heru!!..di menelpon ibuku Stu..kalau mereka telah menculik Kassandra.." jawab Alf dengan muka merah padam


"Mendingan kau pulanglah Alf..kasihan aunty..pasti dia khawatir.." usul Stu


"Tidak Stu..akan ku hajar si Heru dulu dan membawa pulang adik ku mate.."


"Sudaah..serahkan pada kami Alf..Kassandra dan Cindy pasti kita ketemukan..lebih baik kau pulang..tenangkan aunty dulu.." sahut Stu


"Tapi.."


Stu menepuk pundak Alf sambil menganggukan kepalanya agar Alf menuruti usulannya..Riko menepuk pundak satunya lagi


"Tenang Alf..serahkan pada kami.." ucap Riko


"Oke..aku serahkan mereka ke kalian..tolong selamatkan Kassandra dan juga Cindy.."


Setelah itu Alf segera berbalik meninggalkan Stu dan Riko yang masuk ke dalam lift yang pintunya sudah. Sesampainya di lantai 25..Stu dan Riko mendapati adegan baku tembak antara anak buahnya dan anak buah Ken yang berjaga di lantai 25. Stu mengokang M16 dan mengajak Riko untuk menyerbu ke arah anak buah Ken yang di angguki oleh Riko yang juga mempersiapkan M16 di tangannya


Dret..dret..dret..dret


Dengan langkah yang cool..Stu menembaki anak buah Ken yang tersisa. Anak buah Stu yang melihat boss mereka tiba..serentak menembaki ke arah pintu ruang kerja Riko yang menjadi tempat pesembunyian para anak buah Ken.


"Mereka sembunyi disana boss.." ucap salah satu anak buah Stu sambil menunjuk ke arah sebuah pintu


Riko mengambil sebuah granat dan melemparnya ke arah pintu ruang kerja Ken


"Fire in the hole!!.." teriak Riko memperingati anak buahnya untuk sembunyi dari ledakan granat yang dia lempar


Blaaammm


Pintu ruang kerja Ken hancur berantakan diiringi oleh teriakan kesakitan anak buah Ken yang bersembunyi disana. Dengan segera Stu dan Riko masuk kedalam ruang kerja Ken dan menembaki anak buah Ken yang masih hidup


"Aman boss.." kata Riko setelah memastikan keadaan aman


Stu menelisik ke setiap jengkal ruangan..hingga matanya melihat sebuah topi bucket bermotif bunga yang dia kenal. Stu segera mengambilnya


"Ada apa boss?" tanya Riko heran


"Ini topi punya Naya Riko..dia tadi dibawa kesini..kau cari petunjuk yang lainnya.."


"Baik boss.."


Stu lihat topi bucket Kanaya dan meremasnya lembut..serta menciumnya


"Kamu dimana sayang?"


Stu masukan topi kepunyaan Kanaya ke saku jaketnya dan matanya melihat ada sebuah cctv di pojok atas dinding ruang kerja Ken

__ADS_1


"Dito?..coba kau retas cctv gedung ini..saya mau lihat rekaman di lantai 25.." pinta Stu sambil menyentuh earpiece di telinganya


"Baik boss.."


Stu keliling ruang kerja Ken mencari petunjuk yang mungkin berguna..Stu memegang sebuah bingkai foto yang menyimpan foto Ken disana


"Tidak ada yang lainnya boss..sepertinya mereka cukup rapi membersihkan tempat ini.." kata Riko yang kembali masuk ke dalam ruangan


Stu membuang sembarang bingkai foto Ken yang tadi dia pegang


"Boss?.." panggil Dito di earpiece Stu


"Iya Dit?.."


"Pusat kontrol cctv ada di lantai dasar boss..tak jauh dari loby.."


"Oke..terima kasih Dit.."


Stu lalu mengajak Riko dan para anak buahnya untuk kembali turun ke loby


"Apa ada yang terluka dari kalian?.." tanya Stu


"Tidak ada boss..kami baik-baik saja.."


"Bagus.." ucap Stu sambil memberikan jempolnya


"Boss..kami diserang..kemungkinan mereka anak buah dari Ryu boss.." lapor Lalung di earpiece Stu


"Oke..kita akan kebawah..bertahanlah Lung.."


"Baik boss.."


Stu dan Riko masuk kedalam lift yang terbuka dan segera memencet tombol loby.


*


Diloby..Lalung dan Zaenal menembaki sebuah van yang tiba-tiba masuk menerobos pagar loby. Dibelakang van itu menyusul dua buah mobil dan orang-orang yang keluar dari mobil itu langsung menembaki apa saja yang ada di loby. Lalung dan Zaenal bersembunyi di balik meja receptionist dan membalas tembakan ke arah kumpulan anak buah Shino


Blaaaammm


Satu buah mobil tiba-tiba meledak dan melemparkan anak buah Shino ke berbagai arah..termasuk Shino yang tidak menyadari kalau ada 3 buah granat meledak di kolong mobil mereka. Disusul satu mobil lagi meledak dan menghancurkan loby gedung. Anak buah Shino yang selamat dari ledakan mobil..tidak siap saat ada berondongan peluru yang menghujam tubuh mereka dan langsung tergeletak tak bernyawa. Ternyata Stu dan Riko memutar untuk menyerang Shino dan anak buahnya dari luar dan berhasil melemparkan granat ke kolong mobil mereka


"Tahan tembakan.." pinta Stu sambil mengangkat tangan kirinya


"Lalung!!..Zaenal!!..kalian tidak apa-apa?" tanya Stu sambil mengganti magazine M16 nya


"Iya boss..kami tidak apa-apa.." jawab Zaenal yang keluar dari balik meja receptionist sambil menghalau asap yang menyebar dari kebakaran mobil


"Kau padamkan apinya.." pinta Lalung ke salah satu anak buahnya


"Baik boss.."


"Bang Zaenal!!..yang ini masih hidup!!.." panggil seorang anak buah Zaenal


Zaenal segera menghampiri anak buahnya yang berteriak..diikuti oleh Stu dan Riko. Disana anak buah Zaenal dengan kakinya menahan tangan Shino yang ingin mengambil senjatanya yang tak jauh dari tangannya..walau tubuh sudah penuh dengan luka-luka..Shino masih berniat untuk melawan


"Bawa dia ke mobil.." perintah Zaenal ke anak buahnya


"Baik bang.."


Shino mengerang kesakitan ketika badannya di bopong oleh 2 anak buah Zaenal untuk dibawa ke mobil


"Mereka sudah lari Nal..seperinya kita kalah langkah..sekarang kita cari ruang kontrol cctv..Dito tadi bilang letaknya nggak jauh dari loby.." sahut Stu


"Baik boss.."


Lalung dan Zaenal memerintahkan anak buahnya untuk mencari ruang kontrol cctv


"Baaang..ketemu bang.." teriak salah seorang anak buah Zaenal


Mereka bergegas ke arah sumber teriakan. Disana mereka membuka sebuah pintu dan di dalamnya mereka melihat sekumpulan layar monitor cctv. Riko menaruh senjatanya di meja dan segera mencari rekaman cctv di lantai 25


"Nggak bisa boss..sepertinya cctv disana sengaja dirusak oleh mereka.." kata Riko yang melihat ke arah layar yang menampilkan kumpulan semut


"Coba yang di loby Riko.." pinta Stu


Riko segera memencet beberapa tombol yang ada..untuk mecari rekaman cctv loby. Di layar tampak Ken berjalan di depan Cindy dan Kanaya yang diikat tangannya dan di tuntun untuk keluar dari loby


"Stop Riko..putar ulang.."


Riko memutar ulang rekaman cctv


"Stop..kau zoom ke arah perempuan sebelah Heru.."


Riko meng-zoom sesuai permintaan Stu


"Keylaaa??...son of b**ch!!..ternyata j*lang itu kerja sama dengan Heru selama ini.." geram Stu yang melihat Keyla berjalan dengan Heru yang merangkul pundaknya


"SETAAAANNNN!!..."


Stu melempar senjatanya ke arah server komputer yang ada disana dan mengakibatkan sebuah layar meledak karena konsleting


"Ternyata aku selama ini menggaji seorang j*lang..ayo kita pergi dari sini Riko!!" pinta Stu yang mukanya sudah merah padam


Riko bangun dan mengambil senjatanya


"Kau hancurkan tempat itu Riko.." titah Stu yang sudah berjalan keluar dari loby


Riko menyuruh Lalung untuk menghancurkan ruang monitor cctv dan segera menyusul Stu yang sudah berlalu keluar loby. Sesampainya di luar gedung..Stu berdiri dan mengatur nafasnya yang sudah memburu. Stu menoleh ke samping dia lihat Riko, Zaenal dan Lalung sudah berdiri di sampingnya


"Selanjutnya tugas kami apa boss?.." tanya Zaenal


"Tidak ada Nal..kalian bisa bubar..terima kasih untuk kalian karena sudah datang malam ini.." jawab Stu


"Baik boss..kalau ada apa-apa..boss bisa panggil kami.." sahut Zaenal


Stu menganggukan kepalanya


"Sudah pasti Nal..terima kasih.." ujar Stu sambil menepuk pundak Zaenal


"Baik boss..kami permisi dulu boss.." pamit Zaenal


Stu menganggukan kepalanya. Zaenal mengajak anak buahnya untuk pergi


"Kau juga bisa pulang Lung..kau tunggu intruksi selanjutnya dari saya.." kata Stu ke Lalung


"Baik boss..mengenai orangnya Ryu yang selamat boss?" tanya Lalung soal Shino yang ada di mobil mereka


"Kau obati dia..jangan sampai dia mati..mungkin kita bisa dapat informasi yang kita butuhkan dari dia.." jawab Stu


"Baik boss..kita permisi dulu boss.."

__ADS_1


Stu menganggukan kepalanya. Setelah melihat rombongan mobil Lalung meninggalkan tempat itu..Stu mengajak Riko untuk pergi juga


"Kemana kita boss?" tanya Riko setelah menjalankan mobilnya


"Rumah Sita.." jawab Stu sambil menatap jalanan dengan tatapan amarahnya


.


____________________


.


Mercedez Stu berhenti di depan sebuah rumah.Stu langsung turun sambil mengokang senjatanya dan berjalan ke pintu masuk. Riko yang melihat gelagat gila Stu..segera menyusul Stu


Braaaak


Stu langsung menendang pintu masuk hingga terbuka lebar..mama Hera yang sedang membaca majalah di ruang tamu tersentak kaget melihat pintu rumahnya di dobrak Stu


"Apa-apan kau Stu??..tidak punya sopan santun kau ini hah!!.." sentak mama Hera


"Diam kau nenek tua!!..mana anak perempuan mu?" tanya Stu tanpa menoleh ke mama Hera karena matanya menelisik mencari Sita


"Kurang ajar kau Stu!!.." umpat mama Hera


"AKU BILANG DIAM!!.."


Mendengar ada suara teriakan..Sita bergegas keluar dari ruang tengah


"Honey?..tumben kau kesini sayang?.." tanya Sita sambil menghampiri Stu


Langkah kaki Sita terhenti karena melihat Stu menghampiri dirinya dengan tatapan mata seperti ingin menguliti dirinya hidup-hidup


Grep


Bugh


"STUUUUU!!.." teriak mama Hera


Stu mencekal leher Sita..dia angkat dan dia tahan di dinding ruang tamu


"Stop disitu tante..jangan mendekat.." pinta Riko sambil menahan mama Hera yang ingin menghampiri Stu


"Sss.Stu..le..lepas..kan..aaku..ngg..gak bisa nafas.." pinta Sita yang nafasnya terputus-putus sambil memukuli tangan Stu yang mencekal lehernya


"Kemana Heru bawa Naya dan Cindy..hah!!..jawab!!.." tanya Stu dengan mata yang penuh dengan amarah


Sita masih memukuli tangan Stu agar melepaskan cekalannya di leher Sita. Tapi tangan Stu kokoh seperti batu..bukannya melepaskan cekalannya..Stu malah makin menghimpit leher Sita me dinding


"Jawab j*laaaang!!..kemana Heru bawa Naya dan Cindy!!.." teriak Stu


"Lepaskan Stu!!..kau mau bunuh Sita Haah??.." teriak mama Hera yang tak tega melihat muka Sita mulai memutih pucat karena kurangnya pasokan oksigent


Buuuugh


Stu melempar Sita ke sofa ruang tamunya. Sita langsung terbatuk-batuk sambil menghirup udara yng sempat tercekat di lehernya. Mama Hera segera menghampiri Sita dan membantunya untuk duduk


"Kurang ajar kau Stu!..kau masuk rumah orang tanpa permisi..dan kau mau membunuh Sita..apa maumu Stu!!.."


"Saya nggak ada urusan sama anda nenek tua..urusan saya hanya dengan j*lang itu.."


"Jaga mulutmu Stu.." teriak mama Hera yang tak terima putrinya di katai j*lang oleh Stu


Dret..dret..dret...dret...dret


Mama Hera berteriak ketakutan dan memeluk Sita karena Stu menembaki M16 nya secara sembarang di ruang tamu


"Jawab b**ch!!..kemana Heru bawa Naya dan Cindy pergi??..JAWAAAAAB!!.."


Praaaang


Kaca meja hancur terkena ujung popor M16 yang dipegang Stu. Mama Hera hanya bisa menangis ketakutan melihat Stu yang tiba-tiba datang mengamuk di rumahnya malam ini


"A..Aku..nggak tahu..honey.." jawab Sita terbata-bata


"Jangan panggil aku honey..mau muntah aku dengarnya..cukup kau jawab kemana Heru bawa Naya dan Cindy pergi.."


"Aku..nggak tahu Stu.."


Tiba-tiba Stu menarik mama Hera dari sebelah Sita dan dia mendudukan mama Hera di lantai rumahnya dan menodongkan moncong M16 di kening mama Hera. Mama Hera dan Sita berteriak histeris melihat kegilaan Stu


"Ampuuuun Stu!!..tante..minta ampunnn!!.." tangis mama Hera


"Kau jawab b**ch!!..kemana Heru bawa Naya pergi!!.." tanya Stu sambil menekan moncong M16 nya ke kening mama Hera


"Benar Stu..aku nggak tahu..sungguh!!.." jawab Sita yang bersimpuh di depan mamanya


"Lepaskan mamaku Stu..aku mohon..lepaskan dia.." mohon Sita yang sudah berlinang airmata


Stu melepaskan mama Hera..Sita langsung memeluk mamanya yang menangis dan gemetar ketakutan


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Naya dan Cindy..aku pastikan Heru akan mati..dan kalian semua akan hancur di tanganku..ingat itu!!.." ancam Stu


Setelah itu Stu dan Riko keluar dari ruang tamu kediaman Sita yang berantakan. Tinggallah Sita dan mamanya yang menangis ketakutan sambil berpelukan


.


__________________


.


Diteras samping mansion..daddy Tony sedang menikmati winenya dengan iringan musik klasik Bethoven yang diputar dari sebuah Gramaphone yang dia taruh teras samping. Dari dalam datang momny Angel dan Ambar. Sepertinya Ambar sudah pulih dari luka-lukanya yang dia dapat kemarin


"Gimana Mbar?..tanganmu masih sakit?" tanya daddy Tony sambil mengecilkan volume suara music klasiknya


"Alkhamdulillah dad..sudah baik.." jawab Ambar sambil duduk di sebelah mommy Angel


"Anak mommy ini kayaknya bukan anak perempuan deh?.." sahut mommy Angel sambil mengacak-acak rambut Ambar


"Mommy maah..orang cakep gini dibilang bukan perempuan.." rajuk Ambar sambil mengerucutkan bibirnya


"Habis..fisik kamu kayak laki-laki sih..harusnya perbannya dibuka tiga hari lagi..malah langsung kamu buka.." ucap mommy Angel


"Iiih..mommy..dibilang tangan Ambar udah sembuh kok..nih lihat..udah nggak apa-apa kan?.." kata Ambar sambil memperlihatkan tangan kanannya dan dia gerak-gerakan ke atas dan ke bawah


Tiba-tiba omongan Ambar dengan mommy Angel terputus oleh deringan handphone daddy Tony yang berbunyi. Daddy Tony tersenyum melihat orang yang menelpon dirinya


"Halo St.."


"Tony!!..you must help me..my daughter has been kidnaped.."


"WHAAAAATTT!!.."

__ADS_1


__ADS_2