Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
25.Menghadiri Pesta


__ADS_3

Sebuah mobil citycar berhenti di carport mansion kepunyaan Stu..dan dari dalam mobil itu keluarlah dua orang wanita sambil menenteng sebuah tas rias dan menuju ke pintu masuk


Setelah memencet bel..muncul Wati dari balik pintu


"Selamat sore.." sapa kedua wanita itu


"Selamat sore..dari Fan's Salon?" tanya Wati


"Iya mbak.." jawab keduanya


"Mari masuk mbak..mbak sudah di tunggu oleh tuan muda.."


Kedua wanita itu segera mengikuti Wati masuk ke dalam masion


"Silahkan tunggu dulu ya mbak.." ucap Wati begitu sampai di ruang tengah


"Iya mbak..terima kasih"


"Sebentar ya mbak..saya panggilkan tuan muda dulu.."


Wati menuju ke ruang kerja Stu untuk memanggilkan Stu


"Tuan muda.." panggil Wati sambil mengetuk pintu


"Ya..masuk.."


Wati membuka pintu dan memberikan anggukan hormat ke Stu


"Tuan muda..orang dari Fan's salon sudah datang.." lapor Wati


"Oh..sudah datang?.."


Stu lalu diikuti Wati menuju ke ruang tengah untuk menjumpai orang dari Fan's salon


"Halo.." sapa Stu sambil menghampiri kedua wanita dari Fan's salon


"Selamat sore tuan Stewart.." sapa salah satu dari wanita itu sambil menjabat tangan Stu


"Selamat sore..langsung ajah yuk.." ajak Stu


"Mari tuan.."


"Wati..tolong kamu buatkan mbak-mbak ini minuman yaah?..nanti bawa ke kamar Naya.." pinta Stu ke Wati


"Baik tuan muda.."


"Mari mbak.." ajak Stu


Kedua wanita itu mengikuti Stu menuju ke kamar Kanaya


"Naya?.." panggil Stu sambil mengetuk pintu kamar Kanaya


"Iya kak.." jawab Kanaya dari dalam


Terbukalah pintu kamar Kanaya


"Iya kak?" tanya Kanaya


"Sebelum berangkat ke tempatnya Alf..kamu akan dibantu mbak-mbak ini untuk dandan yaah..nanti setelah selesai kamu saya tunggu di depan.."


"Baik kak.." jawab Kanaya


"Saya tinggal ya mbak..tolong rias Naya seeeecantik mungkin..yaah?" pinta Stu


"Baik tuan..serahkan pada kami"


Stu lalu meninggalkan kamar Kanaya untuk kembali ke ruang kerjanya


____________


Sekitar jam 7 malam..Stu yang sudah rapi dengan setelan tuxedonya keluar dari kamar berjalan ke ruang tengah


Disana dia dibuat terperangah dengan pemandangan cantik di tengah-tengah ruang tengah masionnya


Kanaya yang diapit oleh dua orang wanita dari Fan's salon terlihat sangat cantik dan anggun


Dengan mengenakan gaun malam model Off Shoulder dress berwarna putih gading dan dipoles dengan makeup sederhana..membuat Kanaya kecantikannya menguar dengan hebatnya dan terlihat bukan seperti seorang siswi SMA


"Wooow..its..amaziiiiiiing..." puji Stu


Kanaya yang dipuji oleh Stu..tertunduk malu dengan rona merah menghias mukanya


Stu angkat sebelah tangan Kanaya dan dia putar badan Kanaya yang terbalut sempurna di balik gaun malam yang dia pakai


"Kami memoles wajah nona Naya dengan make up sederhana tuan..karena wajah nona sudah terlihat cantik alami dan tidak perlu polesan make up yang begitu tebal.." puji seorang wanita Fan's salon sambil membetulkan sanggulan rambut Kanaya


"Kalian kerja sangat bagus..wonderful..berikan nomor rekening pribadi kalian ke Sela..saya akan berikan bonus pribadi buat kalian atas kinerja kalian ke Naya.." kata Stu yang matanya tidak lepas dari Kanaya


"Terima kasih tuan..terima kasih banyak.."


"Naya?.." ajak Stu sambil menjulurkan tangannya


Kanaya menyambut uluran tangan Stu


"Selamat bersenang-senang tuan.." ucap kedua wanita itu berbarengan sambil mengangguk hormat


Stu membalasnya dengan anggukan kepalanya..kemudian dia menggandeng Kanaya menuju ke depan


Di carportnya sudah standby Porsche Panamera nya


"Terima kasih kak.." ucap Kanaya begitu Stu membukakan pintu untuknya


Stu bergegas pindah ke pintu sebelah kanan..dan tak lama kemudian..mobil sport mewah itu telah meninggalkan mansionnya


Di mobil..Stu tidak henti-hentinya mencuri pandang ke Kanaya yang masih tersipu malu


"Kenapa sih kak?..ngelihat aku sampai segitunya?" tanya Kanaya rikuh


"Kamu malam ini cantik sekali Naya..cantik..seperti puteri kerajaan.." jawab Stu sambil mengecup punggung tangan Kanaya dengan lembut


"Apalah kak Stu ini..aku dibilang kayak putri kerajaan.."


______________

__ADS_1


Berhentilah mobil Stu didepan sebuah pagar yang besar..setelah memberitahu namanya ke seorang perugas Security..Stu membawa mobilnya masuk ke dalam halaman sebuah rumah yang besar dan megah..lebih tepatnya sebuah mansion


Banyak mobil-mobil mewah yang terparkir di halaman depan mansion yang luas


Kanaya menyelipkan tangannya di lengan Stu..setelah Stu memintanya dan membawanya masuk ke dalam mansion


Kehadiran mereka berdua seketika menyedot perhatian para tamu undangan..siapa yang di gandeng oleh sang tuan muda malam ini


Kilatan dari lampu-lampu blitz mengiringi Stu dan Kanaya yang menyapa para tamu undangan


Tamu undangan di dominasi oleh orang-orang elite dan terpandang..menandakan betapa besarnya pengaruh sang tuan rumah


"Ya Alloh..rumahnya besar sekali..seperti kepunyaan kak Stu.."


Kanaya terpana melihat dekorasi mansion sang tuan rumah..dia melihat beberapa tamu undangan pernah dia lihat di televisi dan beberapa publik figure lainnya


"Uncle.." sapa Stu pada tuan Stephano..sang tuan rumah yang menunggunya


"Stu.." jawab tuan Stephano


Tuan Stephano memeluk Stu


"Terima kasih Stu..kau sudah mau datang.." ucap tuan Stephano setelah mengurai pelukannya


"Stu?..kau datang nak?" sapa seorang wanita yang tiba dari arah belakang tuan Stephano


Stu menoleh ke belakang tubuh tuan Stephano tak kala seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun di usianya


"Aunty.." sapa Stu sambil memeluk istri dari tuan Stephano


"Apa kabarmu Stu?" tanya nyonya Delores


"Kabar ku baik Aunty.." jawab Stu


"Dengan siapa kau datang Stu?.." tanya nyonya Delores sambil melihat ke arah belakang Stu


"Aunty..kenalkan..ini Kanaya.."


Kanaya menghampiri nyonya Delores


"Selamat malam nyonya..selamat ulang tahun.." sapa Kanaya sambil menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan nyonya Delores


"Mata itu..ya tuhan..aku seperti kenal mata itu.." ucap nyonya Delores di dalam batinnya setelah melihat Kanaya


"Kabar saya baik..Kanaya?.." jawab nyonya Delores sambil memeluk Kanaya


Kanaya memejamkan matanya meresapi pelukan dari nyonya Delores..Kanaya baru merasakan sebuah pelukan yang terasa begitu damai dan menyejukan hatinya


"Ya Alloh..inikah yang disebut pelukan kasih dari seorang ibu?..hangat..sangat hangat sekali.."


"Salam kenal Kanaya..saya Delores.." sapa nyonya Delores setelah mengurai pelukannya


"Iya nyonya..panggil saja Naya.." jawab Kanaya


"Ayo Naya..ikut saya..kita pilih makanan yang kamu suka..ayo..eh..Stu..aunty pinjam Naya sebentar yaah?" pinta nyonya Delores pada Stu


"Iya aunty..silahkan..dan tolong kembalikan Naya dalam keadaan utuh ya aunty.." canda Stu


"Ck..kau ini..tenang saja..Naya akan kembali utuh seperti sedia kala.."


Tuan Stephano hanya bisa tersenyum sendu melihat istrinya yang begitu antusias mengajak Kanaya berkeliling untuk menyicipi semua hidangan pesta ulang tahunnya dan seperti tidak memperdulikan kehadiran para tamu undangan yang hadir


"Naya tinggal dimana Stu?" tanya tuan Stephano


"Dia tinggal di tempatku uncle" jawab Stu sambil tersenyum


"Lihatlah..auntymu senang sekali bertemu dengan Naya..mungkin aunty teringat dengan Kasandra..yaah..mungkin kalau Kasandra masih disini..mungkin dia seumuran dengan Naya.." ucap tuan Stephano yang menyeka airmatanya yang sudah menitik di ujung matanya


Stu memegang pundak tuan Stephano guna menghiburnya


"Naya masih sekolah?" tanya tuan Stephano


"Masih uncle..kelas XII..kalau tidak salah..bulan depan dia akan ujian akhir.." jawab Stu


Sepasang mata memperhatikan tingkah laku nyonya Delores yang mengajak Kanaya berkeliling dari lantai dua mansion


"Ibu..seandainya yang kau ajak itu Kasandra..betapa senangnya dirimu ibu.."


Alf memperhatikan ibunya tengah menjamu Kanaya seperti tamu khusus yang datang ke acara ulang tahunnya


"Kamu makan yang banyak ya nak..biar kamu tumbuh sehat..yaah?" pinta nyonya Delores sambil mengusap-usap punggung Kanaya setibanya di sebuah meja khusus untuk dirinya


"Iya nyonya" jawab Kanaya


Seorang pelayan menuangkan wine ke gelas nyonya Delores


"Kau bisa ganti wine nya dengan cola untuk gelas Naya.." pinta nyonya Delores


"Baik nyonya.." jawab pelayan itu


"Kamu masih kecil..nggak boleh minum wine.." seloroh nyonya Delores sambil tersenyum melihat Kanaya yang sepertinya penasaran dengan isi gelasnya


"Iya nyonya.." ucap Kanaya sambil tersenyum


"Kamu masih sekolah kan?"


"Iya nyonya..saya kelas XII.." jawab Kanaya


"Naya?..kamu jangan panggil saya nyonya yaah?..kamu bisa panggil saya ibu.." pinta nyonya Delores


"Baik nyo..eh..ibu.." jawab Kanaya rikuh


Nyonya Delores tersenyum sambil membelai pucuk rambut Kanaya


"Rambut ini.."


"Halo Nayaaaa?.." sapa Alf yang bergabung ke meja Naya dan ibunya


"Kak Alf.." jawab Kanaya sambil melambaikan tangannya


"Kamu kenal sama Alfonso nak?" tanya nyonya Delores


"Kenal ibu..saya sering bertemu dengan kak Alf di rumah kak Stu.." jawab Kanaya

__ADS_1


"Iya bu..Alf ketemu dengan Naya di rumah Stu.." timpal Alf


"Kamu tinggal di rumah Stu?" tanya nyonya Delores lagi


"Iya bu.."


Nyonya Delores mengalihkan pandangannya ke Alf..meminta kepastian..Alf pun menganggukan kepalanya


"Kamu sudah makan apaan aja dek?" tanya Alf


"Ini kak..aku lagi makan..ini apa namanya bu?" tanya Kanaya ke nyonya Delores


"Roast duck sayang.." jawab nyonya Delores sambil tersenyum


Nyonya Delores bangun untuk membalas sapaan dari tamu undangan yang menghampiri mejanya


"Kak Alf.." panggil Kanaya


"Iya dek?"


"Rumah kakak gede..kayak istana.." ucap Kanaya sambil melihat suasana mansion dan kembali menyendok daging bebek panggangnya


"Ahh..ini bukan rumah kakak dek..ini rumah orangtua kakak.." jawab Alf


"Ah..kakak mah bisa ajah.." seloroh Kanaya


Nyonya Delores menghampiri meja


"Naya?..ikut ibu yuk.." ajak nyonya Delores


"Baik bu..kak..aku tinggal dulu yaah?" pamit Kanaya yang tangannya langsung digamit oleh nyonya Delores yang sepertinya sudah tidak sabar


Alf hanya tersenyum haru melihat ibunya yang sangat senang malam ini..Alf melihat ibunya seperti bertemu dengan adiknya yang telah lama menghilang


"Alf mohon maaf ya bu..Alf masih menunggu kabar dari teman Alf yang di Singapura..untuk memastikan kalau Naya itu Kasandra..putri ibu"


Mungkin hadiah terindah untuk ulang tahun ibunya malam ini adalah kedatangan Kanaya ke acara pesta ulang tahun ibunya


____________


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam..saatnya Stu pamit kepada kedua orangtua Alf


"Uncle..Aunty..Stu pamit..sudah malam.."


"Iya Stu..terima kasih kau sudah mau datang" jawab tuan Stephano


"Ibu..Naya pamit..terima kasih sudah di jamu oleh ibu..makanan disini..lezat-lezat semua"


"Iya sayang. sama-sama..Naya sudah mau datang ke acara ibu..kapan-kapan kamu main kesini lagi yaah?..kamu bisa minta jemput kak Alf atau minta anter oleh Stu.."


"Baik ibu.."


"Ibu boleh memeluk mu sayang?" pinta nyonya Delores lembut


Kanaya menganggukan kepalanya


Nyonya Delores lalu memeluk Kanaya dengan eratnya..tak terasa airmatanya menggenang di pelupuk matanya


Ketiga laki-laki dewasa itu bisa melihat betapa senang bercampur haru saat nyonya Delores memeluk Kanaya


"Buu?.." sahut tuan Stephano sambil menyentuh pundak nyonya Delores


Nyonya Delores mengurai pelukannya dan menatap sendu Kanaya sambil mengelap airmatanya


"Maafin ibu ya sayang..ibu hanya teringat akan putri ibu yang hilang dulu..mungkin kalau dia masih ada..dia seumuran denganmu sekarang.." ucap nyonya Delores sendu sambil membelai pipi Kanaya lembut


Kanaya hanya diam terpaku menatap nyonya Delores


"Kamu mau kan sayang?..main-main ke tempat ibu lagi?" pinta nyonya Delores


"Ii..iya ibu.." jawab Kanaya


Nyonya Delores mengecup kening Kanaya dengan lembut


Tiba-tiba ada getaran aneh menjalar ke tubuh Kanaya..tak kala nyonya Delores mencium keningnya


"Sudah bu..nanti kemalaman mereka pulangnya.." ucap Alf sambil mengelus pundak ibunya dengan lembut


Nyonya Delores melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya ke seorang pelayan yang sedang membawa bungkusan..pelayan itu segera memberikan bungkusan yang dia bawa ke nyonya Delores


"Ini..ibu bawakan buat kamu..buat nanti makan di rumah yaah?" pinta nyonya Delores sambil memberikan bungkusan ke Kanaya


"Iya bu..terima kasih banyak.." sahut Kanaya sambil menerima bungkusan dari nyonya Delores


Kemudian Stu dan Kanaya pamit pada tuan rumah..dan menuju ke mobilnya


"Dadaaaaaa Naya..." kata nyonya Delores sambil melambaikan tangannya ke Kanaya


"Daaaaaa ibuuu.." balas Kanaya seiring mobil Stu bergerak ke arah gerbang mansion


Dengan mata yang sendu..nyonya Delores mengantar Kanaya yang keluar dari halaman mansionnya..hatinya seakan tidak mengijinkan Kanaya untuk pergi dari mansionnya


"Bu?" tanya tuan Stephano sambil memeluk pundak nyonya Delores


"Ibu kok ngerasa kalau Naya itu Kasandra ya Yah?" jawab nyonya Delores yang masih memandangi gerbang mansionnya


Tuan Stephano memeluk istrinya untuk menghiburnya


"Iya Yah..ibu yakin..kalau Naya itu Kasandra ku yang hilang.." isak nyonya Delores di pelukan suaminya


"Matanya Yah..matanya Naya..mirip dengan matanya Kasandra.."


"Kita perlu bukti bu..untuk mejawab semua asumsimu..Stu pasti setuju kalau untuk sementara ibu menganggap Naya itu sebagai pengganti Kasandra.." ucap tuan Stephano sambil mengecup pucuk rambut nyonya Delores


"Besok kamu antar ibu ke rumah Stu ya Alf?..ibu pengen ketemu sama Naya..ya Alf?" pinta nyonya Delores ke Alf sambil mengurai pelukan suaminya


"Iya bu..besok Alf antar ibu kesana.." jawab Alf sambil tersenyum


"Apa ibu sudah tahu kalau Naya itu Kasandra?"


Mungkin sebuah ikatan batin yang terjalin antara seorang ibu dengan putrinya yang membikin nyonya Delores merasa yakin kalau Kanaya itu adalah Kasandra..putrinya yang hilang


Alf ingin sekali memberitahu apa yang tengah dia kerjakan belakangan ini..tapi dia tidak mau gegabah sebelum bukti hasil test DNA nya Kanaya ada di tangannya

__ADS_1


Alf tidak mau memberikan harapan palsu kepada kedua orangtuanya yang akan membikin luka di hati mereka untuk kedua kalinya


__ADS_2