Gadis Kecil Kesayangan CEO

Gadis Kecil Kesayangan CEO
104.Penyerahan Berkas


__ADS_3

Mobil Toyota Avanza hitam dop yang di kendarai oleh Maria memasuki gerbang sebuah Universitas yang cukup terkenal di ibukota


"Pak?..bagian Sekretariat sebelah mana yaah?.." tanya Maria ke seorang petugas Security yang berjaga di dekat gerbang kampus


"Mau nyerahin berkas sama lapor diri ya mbak?.." tanya petugas itu memastikan


"Iya pak.." jawab Maria


"Bagian Sekretariat adanya di gedung F ya mbak..gedungnya ada di seberang gedung Balairung..nanti mbak dari sini terus..nanti ketemu pertigaan..mbak belok kanan..terus saja nanti gedung F ada di sebelah kanan.." kata petugas menerangkan arah menuju ke gedung F


"Terima kasih ya pak.." ucap Maria sambil tersenyum


"Iya mbak..sama-sama.." jawab petugas itu


Maria lalu menjalankan mobilnya kembali menurut arahan petugas Security. Sepanjang jalan menuju ke gedung F..banyak mobil-mobil yang sudah parkir di sisi jalan. Sepertinya mobil mobil itu tamu seperti dirinya yang ada urusan dengan bagian Sekretariat di Universitas ini


"Kayaknya parkirannya penuh ya Mar.." kata Kanaya yang melihat deretan mobil-mobil yang terparkir di sisi jalan


"Tenang aja Nay..gua punya trik kalau pengen dapet parkiran disini.." sahut Maria


Maria lalu mengeluarkan uang sebesar 20 ribu Rupiah..dia lalu membuka jendela mobilnya dan menghampiri seorang pemuda yang berjaga-jaga di sekitar gedung F


"Bang!!..gua mau parkir nih..ada tempat yang kosong nggak?.." tanya Maria sambil menunjukan uang 20 ribu nya ke pemuda itu


"Ada mbak..sebelah sini.." jawab pemuda itu


Maria mengikuti pemuda itu yang menggeser sebuah patok atau kayu yang menutup sebuah space parkir yang kosong. Sepertinya space parkir itu sengaja di tutup olehnya dan akan dibuka apabila ada orang yang mau membayar tunai space itu untuk parkir


"Tuh..ada kan?.." ucap Maria sambil tersenyum smirk


Kanaya hanya bisa tersenyum geli melihat Maria memberikan uangnya ke pemuda itu


"Terima kasih ya bang.." kata Maria setelah mobilnya terparkir dengan sempurna


"Iya mbak..sama-sama.." jawab pemuda itu


"Ayo Nay.." ajak Maria sambil melepaskan seatbeltnya


"Nanti dulu Mar.." pinta Kanaya


Maria melihat Kanaya memakai kacamatanya dan tidak lupa dia pakai topi bucket kesukaannya dan meluruskan ujung rambutnya yang sudah dia kepang dua


"Lu yakin mau pakai dandanan model kayak begini selama elu ngampus?.." tanya Maria


"Iya Maria..kenapa?.."


"Lu nyadar nggak sih..kalau elu pakai modelan kayak gini..elu tuh makin imut?.." jawab Maria sambil menarik gemas ujung topi bucket Kanaya hingga Kanaya agak menunduk


Kanaya hanya bisa menahan tawanya..mendengar Maria mengatakan kalau dirinya terlihat imut. Maria lalu keluar dari mobil yang dibarengi oleh Kanaya. Setelah bertanya ke pemuda yang tadi letak gedung F..mereka berdua segera bergegas menuju ke sana


"Gua yakin..kalau elu nanti pasti bakalan dikejar-kejar sama cowok-cowok disini.." kata Maria


"Nggak Maria..aku disini mau kuliah..bukan mau pacaran.." jawab Kanaya


Maria hanya memutar bola matanya. Setibanya di depan gedung Sekretariat..ternyata disana sudah ramai dengan para calon-calon mahasiswa dan mahasiswi baru yang juga akan lapor diri dan menyerahkan berkas seperti Kanaya. Setelah mengambil nomor antrian..Kanaya mengajak Maria untuk duduk di bangku yang sudah disediakan

__ADS_1


"Yang datang ramai juga ya Nay.." kata Maria


"Iya Maria..tapi ini belum semuanya lho.."


"Belum semuanya?..maksud lu?.."


"Iya..yang datang lapor diri hari ini khusus bagi mahasiswa mahasiswi yang lolos melalui jalur SNMPTN Maria.." jawab Kanaya


"Berarti elu lolos lewat jalur itu dong?.." tanya Maria


"Iya.." jawab Kanaya singkat


"Waaah..hebat lu Nay..bisa lolos SNMPTN padahal saingan lu kan ribuan siswa dari seluruh Indonesia.." puji Maria


Kanaya menganggukan kepalanya


"Memangnya kapan elu ikut ujian SNMPTN nya?..perasaan disekolah nggak ngadain dah.." tanya Maria heran


"Ada Maria..kamunya ajah yang nggak merhatiin papan pengumunan..kalau nggak salah dua hari setelah kita ujian akhir.." jawab Kanaya


"Masak sih?.." tanya Maria yang kening berkerut


"Iya.."


"Yang lolos berapa orang?.." tanya Maria


"Kalau dari sekolah kita untuk kampus ini..ada 5 orang..tapi kalau di kampus yang lainnya aku nggak hafal..banyak juga lho Maria yang lolos dari sekolah kita.." jawab Kanaya


Tak berapa lama kemudian..Kanaya mendengar namanya di panggil oleh petugas yang menjaga nomor antrian


"Aku kedalam dulu ya Mar.." ucap Kanaya sambil bangun dari duduknya


Maria melihat Kanaya masuk ke dalam setelah mengembalikan nomor antriannya ke petugas. Maria merasa sedikit minder oleh Kanaya yang berhasil lolos SNMPTN. Berarti waktu pak Lukman mengumumkan kalau Kanaya adalah siswi peringkat satu dalam perolehan nilai ujian akhir tingkat nasional..bukan isapan jempol semata. Dan yang membikin Maria kagum ke Kanaya adalah dia tidak memanfaatkan fasilitas kedua orangtuanya maupun fasilitas dari Stu untuk masuk ke Universitas Negeri ini. Kanaya berusaha dengan kemampuan dirinya sendiri. Dan Kanaya memutuskan untuk kuliah disini..tidak diluar negeri seperti dirinya dan teman-temannya..walaupun Maria tahu kalau kedua orangtua Kanaya mampu untuk menyekolahkan putrinya itu dimana pun Kanaya mau


.


***


.


Setelah urusan dirinya selesai..Kanaya mengajak Maria untuk berkeliling area kampus untuk mengenal seluk beluk kampusnya nanti. Sesampainya mereka di area kantin kampus..mereka mampir untuk membeli minuman untuk mengairi tenggorokan mereka yang sudah kering


"Kantinnya bersih juga ya Nay..rapi lagi.." kata Maria yang melihat-lihat area kantin


Keduanya lalu duduk setelah mendapatkan minuman yang mereka pesan


"Makanan disini murah murah ya Maria.." kata Kanaya


"Iya..wajar sih..untuk ukuran kantin mahasiswa" kata Maria yang meminum bubble tea nya


Kanaya mendengar notif pesan dari ponselnya dan dia melihat ibunya mengirim sharelok sebuah restoran yang akan dia dan ibunya datangi untuk makan siang


"Kita jalan yuk Mar..ibu aku sudah ngirim alamat restoran untuk tempat makan siang.." ajak Kanaya


Mereka lalu keluar dari area kantin kampus

__ADS_1


"Maria!!.."


Maria dan Kanaya menoleh ke arah sumber suara yang memanggil Maria. Di sebelah kanan mereka ada seorang laki-laki remaja yang seumuran dengan Maria dan Kanaya


"Denzel?.." ucap Maria yang melihat laki-laki yang memanggil namanya


"Halo Maria?..lu pengen ngampus disini juga?.." tanya Denzel begitu tiba di depan Maria dan Kanaya


"Nggak..gua cuma nganter temen gua yang lapor diri..elu sendiri?..ngapain?.." tanya Maria balik


"Eh..kenalin nih temen gua yang mau ngampus disini.." kata Maria yang memperkenalkan Kanaya ke Denzel


Kanaya pun mengulurkan tangan kanannya..tapi oleh Denzel tidak dihiraukan dan dia acuhkan uluran tangan Kanaya. Maria yang melihatnya menjadi geram ke Denzel yang menolak uluran tangan Kanaya..Maria yang ingin marah ke Denzel dia urungkan..karena Kanaya langsung mencolek siku Maria agar dirinya tenang


"Gua pengen ngampus disini besok.." jawab Denzel sambil melihat Kanaya dengan pandangan menelisik dari atas sampai bawah


"Freak.." batin Denzel sinis melihat penampilan Kanaya yang menurutnya aneh


"Gua balik dulu ya Den..gua mau makan.." kata Maria acuh


"Eh..ntar malam lu ada acara nggak?..gua mau kumpul sama anak-anak di Hire..lu mau datang nggak?..kalau mau ntar gua jemput lu.sekalian" tanya Denzel


"Nggak ah..males gua ngumpul-ngumpul sama elu elu pada..unfaedah tahu nggak?.." jawab Maria sambil menyeret Kanaya dari depan Denzel


Denzel yang melihat penolakan Maria hanya bisa menggelengkan kepalanya


"Payah lu Maria..nggak asyik!!.." ucap Denzel agak keras ke Maria yang menjauhinya


"Bodo amat!!.." jawab Maria tanpa menoleh ke Denzel


"Itu siapa Maria?.." tanya Kanaya


"Denzel..teman gua waktu SMP..kebetulan bokapnya sama bokap gua satu Instansi.." jawab Maria


"Memang bocahnya songong Nay..kayak kegantengan ajah..lu tadi kenapa sih?..pakai ngelarang gua untuk maki-maki tuh bocah.." tanya Maria mencebik kesal


"Biarin ajah Maria..itu hak dia untuk menolak berkenalan dengan aku.." jawab Kanaya sambil tersenyum


Maria hanya memutar kedua bola matanya mendengar jawaban Kanaya


"Lu bakalan muntah darah Den..kalau tahu siapa Naya sebenarnya.." rutuk Maria pada Denzel


"Tapi?..asyik juga kali yaah?..Naya ngerjain Denzel..biar kena batunya tuh bocah sekali-kali"


Senyuman smirk muncul di bibir Maria..membuat Kanaya berkerut keningnya


"Kamu kenapa Maria?.." tanya Kanaya


"Eeh..nggak Nay..nggak..lu serius nanti pakai dandanan model kayak gini?..kalau pengen ke kampus?.." tanya Maria


"Iya..kan sudah aku omongin dari kemarin..kalau aku mau pakai dandanan model kayak begini..kenapa sih?.."


"Nggak..kayaknya seru ajah.." jawab Maria sambil tersenyum geli


Tak lama kemudian..Toyota Avanza hitam sudah keluar dari dalam area universitas dan menuju ke sebuah restoran yang alamatnya diberikan oleh nyonya Delores ke nomor ponsel Kanaya

__ADS_1


.


.


__ADS_2