Gadis Untuk Zain [Menikahi Duda]

Gadis Untuk Zain [Menikahi Duda]
Kuliah Hari Pertama


__ADS_3

5 Hari berlalu


06:15


Ini adalah hari pertama Nina masuk kuliah. Nina nampak sibuk memasukan buku-buku kosong di dalam tas punggung, ia juga berlarian mencari sepatu yang dibelikan oleh Alzam beberapa hari yang lalu.


Dia sangat sibuk!.


Ada untungnya juga Zain menolak dilayani Nina, sehingga ia bisa fokus dengan dirinya sendiri tanpa harus menyiapkan perlengkapan kerja Zain.


"Mana sepatu baruku, aku ingat ada disini... semoga saja aku tidak kehilangannya" Nina mengintip lorong sofa yang biasa ia tiduri, namun tetap tidak ada.


Oh rupanya, Nina menaruh sepatu itu di samping sofa. Ia pun bahagia dan mengambilnya.


"Beruntung tidak hilang... aku ceroboh sekali" Nina segera memakainya. "Siapp"


Nina berdiri didepan cermin. Memutar-mutar tubuhnya dengan perasaan yang senang. Tidak pernah terlintas di dalam benaknya bisa melanjutkan kuliah di kampus ternama, bahkan dulu niat Nina ingin putus sekolah.


Nina nampak rapi dengan kemeja putih dan bawahan span hitam selutut, rambut Nina di kepang dua, matanya yang bulat, bibirnya yang pink tanpa lipstik, kulit wajahnya yang putih mencerminkan kalau Nina memiliki wajah cantik alami, bahkan saat ini ia nampak imut.


Sudah! Nina siap menjalani ospek.


"Astaga... aku senang sekali hari ini. Jantungku berdebar" Nina menutup mulutnya dengan kedua tangan karena gugup.


"Norak"


Deg


Raut wajah Nina langsung berubah mendengar suara suaminya yang baru saja memakai kemeja. Apa tidak bisa ya melihat Nina bahagia sedikit saja? Dasar!!.


Bodoh amatlah mau Zain bilang apa yang penting Nina bahagia akan berangkat ke kampus.


Zain memperhatikan penampilan Nina yang begitu jelek seperti orang gila. Ia pun terkekeh dingin, "Cih! Apa mahasiswa baru memakai pakaian seperti itu? Sepertinya sangat buruk"


"Iya... semua mahasiswa baru memakainya. Ini kan ospek, pengenalan kampus jadi aku harus memakai pakaian seperti ini..."


Zain membuang mukanya malas. Ia tidak peduli.


"Lagipula aku terlihat imut" lirih Nina mengembangkan kedua pipinya.


Lirikan tajam Zain akhirnya terlihat juga. Pria itu melirik Nina dengan matanya yang tajam dan tubuhnya yang telanjang sebagian.


Astaga dia terlihat menyeramkan. Tubuh Nina merinding.


"Aku akan turun, Tuan" Nina berlari kecil keluar pintu seraya meraih tas diatas sofa dan memakainya.


Zain hanya membuang nafasnya kesal lalu memakai kemejanya.


Ruang makan...


Berbeda dengan Nina yang nampak semangat, kini putri bungsu keluarga Darius nampak lesu duduk di ruang makan. Seharusnya gadis ini juga bahagia, namun sepertinya tidak.


"Aya... bunda lihat-lihat makan mu berkurang ya sayang, kenapa sayang?" tanya Zelofia mendekat mengusap kepala putrinya.


"Tidak ada Bun... kepala Aya agak pusing sedikit" Aya tersenyum memijat pelan dahinya.


"Ya sudah... hari ini kamu gak usah kuliah dulu... lebih baik istirahat dan memulihkan kondisi kamu sayang" Zelofia berganti mengusap dagunya.


'Astaga!! Kalau itu ibuku pasti aku sudah dipaksa berangkat sekolah...Eh enggak deh, ibuku saja setuju aku bekerja. Padahal aku masih sekolah waktu itu' sindir Nina dalam hati.


"Enggak Bun... Aya akan berangkat kuliah! Inikan hari pertama Aya berangkat kuliah... so, I'm ok" Aya pun tersenyum dan beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ayo Nin berangkat" ajak Aya setelah melihat kakak iparnya itu sudah terlalu banyak makan. Pasti sudah kenyang, pikirnya.


"Baiklah!!"


Tidak mau membuat Aya menunggu lama, Nina pun segera bangkit.


"Aku akan mengantar Nina dan Aya... hei bujang, kau mau berangkat sekalian atau tidak?" Alzam mengusap kasar rambut kepala Bian.


Pria ini juga harus berangkat kuliah kan.


"Aku kan mahasiswa lama... hari ini ospek anak baru. Jadi hanya Nina dan Aya saja yang berangkat ke kampus" Bian melirik Alzam kesal karena mengganggu sarapannya dan kakaknya itu hanya tertawa.


Mereka segera menyalami seluruh anggota keluarga. Selepas itu keluar rumah.


Diperjalanan Aya masuk ke dalam mobil mendahului Nina dan Alzam.


"Nina"


"Iya, Mas Alzam?" Nina menoleh melihat Alzam yang ada dibelakangnya.


Pria itu memberikan satu kotak rahasia. Nina begitu penasaran.


"Apa ini?" Nina menerimanya.


"Bukalah"


Tak mau berlama-lama Nina segera membuka bingkisan rahasia itu. Rupanya itu adalah jam tangan mewah yang elegan.


"Astaga... i-ini bagus sekali Mas... aduh kayaknya terlalu bagus jika Nina yang pakai. Mas Alzam kan udah ngasih sepatu waktu itu... nggak deh, Mas. Makasih!" Nina menggeleng dan mengembalikan jam itu.


"Gak papa Nin... anggap saja ini hadiah untuk awal masuk kuliah" ucap Alzam mencari alasan.


Nina bingung. Ia melihat Aya yang sudah ada di mobil dan kembali melihat Alzam.


"Iya" jawab Alzam berbohong supaya Nina mau menerima jam tangan itu.


"Baiklah... terimakasih, Mas" Nina mengambilnya lagi dan melenggang pergi.


Akhirnya Alzam dapat bernafas lega membiarkan Nina membawa hadiah yang ia berikan.


Drettt


Alzam segera mengangkat ponselnya yang berdering di saku celana.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam... Dokter Alzam, cepatlah datang kemari Dokter... ada pasien tabrak lari dan membutuhkan bantuan anda segera" ucap perawat di seberang telpon.


"Baiklah" Alzam pun langsung menutup telponnya dan berlari menemui dua gadis yang akan diantar.


"Maaf ladies!! Sepertinya aku tidak bisa mengantarkan kalian ke kampus. Ada pasien darurat yang harus segera ku tangani" ucap Alzam menyesal.


"Oh tidak masalah" Nina langsung menerimanya.


Berbeda dengan Aya yang nampak kesal. Gadis itu sudah duduk dan menunggu, namun rupanya batal.


"Pembohong!!" maki Aya keluar dari mobil Alzam.


"Maafkan kakak, sayang" Alzam mengusap kepala Aya lembut.


"Kak Zain!!" seru Aya saat melihat Zain memasuki mobilnya. "Kak, antar aku ke kampus ya?"

__ADS_1


"Tidak bisa, kakak---"


Potong Aya langsung masuk duduk di kursi penumpang.


"Aya, kakak ada meeting penting" Zain mencoba mengeluarkan Aya dari mobilnya namun tidak bisa.


"Tolong antar Nina juga kak... aku ada pasien darurat. Aku pergi, Assalamu'alaikum" Alzam bergegas masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


Sebenarnya Alzam juga ingin mengantar Nina, bahkan sangat. Tapi ia harus buru-buru ke rumah sakit.


Zain melihat kearah Nina yang terus menundukkan pandangannya. Ia pun membuang nafasnya halus.


"Masuk"


Akhirnya Zain memberikan ijin. Nina pun tersenyum kecil dan berlari ingin masuk.


"Kau duduk dibelakang bersamaku" Aya menarik kemeja Nina dari belakang.


Gadis ini pun akhirnya memenuhi permintaan Aya dengan duduk dibelakang bersamanya.


Di perjalanan...


Nina merasa jika Aya masih memperhatikan dirinya. Menggunakan mata tajam dan ekspresi yang menakutkan.


Tak lama tubuh Aya pun mendekat.


"Jangan berani-beraninya kau mempermainkan kakakku, baik kak Zain atau kak Alzam... awas kau!!" ancam Aya dengan lirih di telinga Nina.


Nina hanya diam karena tidak tahu maksud dari ucapan Aya. Tapi ia pun memilih mengangguk.


__________


Sampai di kampus


Gedung tinggi mewah serta gerbang besar telah menyambut kedatangan para mahasiswa baru dari berbagai daerah. Mereka datang jauh-jauh untuk meraih mimpi dan mencari teman sejati.


Mobil sport hitam berhenti di depan gerbang, menjadikan mereka sebuah pusat perhatian. Para mahasiswa baru dapat menduga jika mereka dari kalangan terkemuka.


Zain turun dari mobil beserta Aya dan Nina yang menyusul setelahnya.


"Belajar yang rajin, Aya" Zain mengecup ujung kepala Aya dan memberikan punggung tangannya untuk di cium.


"Iya kak" jawab Aya tersenyum.


Nina meraih tangan Zain dan mengecupnya sekilas. Dalam hatinya, ia meminta doa yang terbaik untuk keberhasilannya dalam mencari ilmu.


"Kami pergi dulu, Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Zain mengamati keduanya masuk ke kampus.


Tidak lama Zain membuka pintu mobil namun seorang pria remaja datang menyapa Nina.


'Siapa dia?' penasaran Zain dalam hatinya.


Entahlah, dia begitu penasaran dengan obrolan dua remaja disana. Sebelumnya, saat melihat Alzam mengobrol dengan Nina, tidak ada rasa apa-apa.


Tapi melihat remaja laki-laki itu mengajak Nina berbicara, kenapa rasanya aneh?.


...To be continued...


...Dulu aku ospek nya di rumah😒 sedih kali lah aku😭 Mana pake joom dan ngabisin kuota!! Sehari beli terus hari berikutnya ganti lagi!!! Haisss😒...

__ADS_1


...Like, vote, komen, hadiah dan dukungan lainnya 😘...


__ADS_2