![Gadis Untuk Zain [Menikahi Duda]](https://asset.asean.biz.id/gadis-untuk-zain--menikahi-duda-.webp)
Kedua mata Nina nyaris lepas dari tempatnya. Ia begitu terkejut bahkan mulutnya terbuka begitu saja.
“Buku itu sangat tebal. Aku tidak ingat semuanya” ucap Nina mengeles.
“Kalau begitu jelaskan daftar isinya saja”
Mata Nina semakin melebar. Ia sudah berusaha untuk mengeles supaya pria ini tidak banyak bertanya, tapi Nina selalu dibuat buntu.
“Daftar isi? Daftar isi… daf---”
“Kau tidak mendengarkan dosenmu mengajar?” tanya Zain setelah mengamati respon gadis ini yang selalu mengeles.
Dan benar saja, Nina langsung menggelengkan kepala hingga Zain menghela nafasnya dalam-dalam.
“Kenapa?”
“Aku memikirkan dirimu! Setelah kau tahu jika Aya hamil, kau pasti sangat sedih dan marah. Karena itu aku tidak mendengarkan dosen mengajar” kata Nina memilih jujur saja.
Zain diam. Hatinya begitu bahagia mengetahui sang istri memikirkan dirinya. Baiklah, ia akan menerima alasan Nina kali ini.
“Aynina. Pagi tadi kan aku sudah bilang untuk tidak memikirkan diriku. Aku bisa mengatasi semuanya. Yang harus kau lakukan hanya kuliah dan terus menuntut ilmu supaya kau memiliki sebuah prestasi yang bisa kau banggakan” kata Zain menasehati Nina.
Ucapannya sudah lebih halus, berbeda dengan awal mereka menikah. Nina rasa suaminya ini sudah banyak berubah.
“Kau masih datang bulan?” tanya Zain seketika membuat jantung Nina bergemuruh ria.
Kenapa juga dia tiba-tiba bertanya? Bukankah dia sudah pernah bertanya sebelumnya.
“Masih” jawab Nina dengan nada rendah. “Kenapa kau selalu bertanya hal itu?”
“Jika tidak aku ingin mengajakmu sholat berjamaah” sahut Zain saat ia sudah berjalan memasuki kamar mandi.
Astaga, jantung Nina seakan mau copot. Pria itu ingin mengajaknya sholat berjamaah bersama. Apa saat ini ia salah mendengar? Sepertinya tidak.
Nina menutup wajahnya dengan kedua tangan saat rasanya begitu panas menahan malu. Ia malah jadi memikirkan hal yang tidak-tidak dengan suaminya itu.
“Sayangnya… aku masih datang bulan Tuan”
Drett
Tiba-tiba ponsel Zain berdering diatas meja, membuat Nina mengambilnya lalu membawanya menemui Zain yang masih ada di kamar mandi. Rupanya pria itu sedang wudhu hingga Nina harus menunggu.
Selang beberapa menit akhirnya Zain selesai wudhu. Ia pun bergegas keluar.
“Jangan sentuh, aku sudah wudhu” sargah Zain menjauh dari istrinya itu.
“Ada telpon” ucap Nina mengabaikan larangan Zain.
Zain segera mengambilnya dengan sangat hati-hati takut jika dirinya menyenggol kulit Nina dan batal.
“Iya Aya?” ucap Zain setelah mengangkat ponselnya, “Kau sudah bangun dari tidurmu?”
“Hm” balas Aya lesu.
“Ada apa denganmu? Kau membutuhkan sesuatu? Kakak akan mengabulkan semua permintaanmu” ucap Zain begitu perhatian.
__ADS_1
“Aya mual-mual”
“Apa kakak harus kesana untuk membantumu ke kamar mandi?” tanya Zain begitu khawatir setelah mendengar adiknya mual-mual.
“Tidak! Kak, carikan aku makanan yang masam-masam. Sepertinya enak jika makan yang masam-masam” pinta Aya.
“Baiklah, kakak akan belikan makanan yang masam untukmu. Lebih jelasya, makanan masam itu seperti apa?” tanya Zain karena memang ia tidak paham.
“Manisan buah mangga muda sama rujak buah” pinta Aya yang langsung diterima Zain.
“Baiklah. Kakak akan cari makanan itu dengan segera! Kau dalam kamar saja dan jika membutuhkan sesuatu bisa kau telpon kakak” kata Zain berjalan mengambil alat sholet di almari.
“Iya kak. Aku tutup telponnya”
“Hm” Zain langsung menutup telponnya.
Nina yang sedari menguping langsung menghadang Zain dengan berbagai pertanyaan.
“Kau akan keluar? Kau akan pergi kemana? Membeli manisan mangga? Aku juga suka, apa aku boleh ikut dan membelinya?” tanya Nina berjalan mundur didepan Zain.
“Apa kau juga ngidam?”
“Tidak” balas Nina menggelengkan kepala, “Hanya saja, aku menyukai manisan. Dulu waktu SMA aku sering membelinya. Selain harganya yang murah makanan itu juga mudah didapat. Jika kau menginjinkan aku untuk ikut, maka aku akan mengantarmu ke tempat penjual manisan yang paling enak dan laris”
Zain yang sudah menggelar sajadahnya itu tertarik dengan tawaran Nina, terlebih sebenarnya ia juga tidak tahu mau membeli manisan seperti itu dimana.
“Baiklah”
Nina pun senang.
_______
Jalanan itu memang khusus untuk para penjual kaki lima, membuat para anak muda berdatangan untuk menikmati malam dingin mereka disana. Rata-rata anak muda disana membawa kekasihnya dan makan romantic bersama tanpa merasa terganggu dengan orang sekitar.
Hal itu membuat pria dewasa satu ini merinding melihat kelakuan mereka. Baru saja ia memasuki kawasan itu matanya langsung disambut oleh satu pasangan yang sedang berciuman.
“Kesini tuan” Nina menarik lengan Zain untuk menepi ke tenda penjual manisan. “Disini penjualnya”
“Eh neng Aynina. Meuni geulis pisan maneh teh!” puji penjual tersebut kepada Nina yang sudah lama tidak ia lihat.
“Terimakasih”
Nina melirik Zain yang berdiri bersidekap di dada. Matanya yang tajam menatap penjual itu yang berani tersenyum kepada dirinya.
“Dia bilang apa?” tanya Zain dengan kepala menunduk supaya bisikannya terdengar di telinga Nina.
“Oh, dia bilang mau langsung dibuatkan. Biasa, udah langganan” ucap Nina berbohong tidak mau melakukan kontak mata dengan suaminya.
“Pesen satu atau dua?”
“Dua” balas Nina tersenyum.
“Siap neng geulis” penjual itu memberikan satu jempolnya untuk Nina. Namun matanya masih melirik kearah Zain dan Nina bergantian.
“Ngomong-ngomong teh, itu kasep! Saha?”
__ADS_1
“Bicara menggunakan bahasa Indonesia. Kau terkesan sedang menggosip jika berbicara menggunakan bahasa yang hanya dimengerti oleh beberapa orang saja” tegur Zain dengan wajah dinginnya.
“Maaf kalau begitu, pak”
Nina nyaris tertawa mendengar julukan ‘pak’ untuk suaminya yang pemarah. Namun, ia mengurungkan niat saat melihat wajah pria itu yang mengerikan.
Selain itu Nina juga mendengar para pemuda yang nongkrong di tenda abang manisan sedang membicarakan dirinya. Mereka juga terlihat senyam-senyum sambil menunjuk kearahnya.
‘Mereka kenapa sih? Biarin lah, selagi ada Tuan Zain aku akan aman’ abai Nina dalam hati.
“Ponakannya cantik om” puji salah satu dari mereka yang diperuntukan untuk Nina saat suaminya saja ada didekatnya.
Nina kembali mengabaikan, namun tidak dengan Zain yang memperlihatkan wajahnya yang seram.
“Mereka itu pengangguran yang sering mentraktir kekasihnya dengan uang orang tua. Beraninya dia menggoda istri pengusaha kaya?” maki Zain dengan kedua tangan bersidekep di dada.
Glek
Mereka semua nyaris menjadi pemuda bisu. Dalam hitungan detik tidak ada yang berani lagi mencuri-curi pandang bahkan memuji kecantikan Nina.
Detik berikutnya masih ada pemuda yang curi-curi pandang kearah mereka. Zain yang tidak kekurangan ide segera meraih pinggang Nina merapat.
“Tuan ka---” ucapannya terpotong saat Zain semakin merapatkan tubuhnya hingga para pemuda itu lihat dan mengalihkan pandangan.
“Jangan membiarkan para pemuda mengira kau masih lajang. Yang nyatanya, kau adalah istri Ankazain Darius” tekan Zain membuat wajah Nina bagai kepiting rebus.
Nina teramat malu. Bukan karena perkataan Zain, melainkan perkataan itu didengar oleh banyak pemuda yang ada disana.
Dalam suasana romantic ini Nina malah mencium aroma masakan yang sangat ia suka. Aroma pedas nan gurih menggugah seleranya.
“Tuan, aku ingin makan seblak. Tidak jauh, hanya seberang situ”
“Aku akan belikan” Zain langsung bersiap menyebrang.
“Tapi—”
“Pedas atau sedang?” potong Zain tidak mau dibantah.
“Pedas 1 sama sedang 1” kata Nina dan Zain kembali menyebrang jalanan.
Saat Zain sedang memesan makanan yang Nina inginkan, disaat itulah manisan yang Aya pesan telah siap. Nina membayarnya dan bersiap menyusul Zain yang masih setia menunggu dibawah tenda sana.
“Tuan Zain!!” Nina melambai kearah Zain yang langsung mendengarnya.
Nina tersenyum seraya menyeberang jalan. Zain yang merasa disenyumi memilih mengalihkan pandangn kearah lain, karena malu.
Namun sayangnya, saat pandangan Zain tidak lagi wajah Nina. Ada motor melaju dengan kecepatan tinggi bersiap membelah pasar malam tersebut.
Bremm Bremm
Motor itu sengaja menaikan kecepatannya kearah Nina yang menyebrang jalan, hingga…
Bruk
To be continued
__ADS_1
Nyawa Nina terganggu dukungan kalian🤭🤣
Dukung ya bebss dengan like, kasih setangkai bunga 1 aja deh nggak usah banyak-banyak. Adapun yang ingin memberikan vote ya silahkan, dan tinggalkan komentar supaya aku tahu siapa yang masih nungguin novelku😁