![Gadis Untuk Zain [Menikahi Duda]](https://asset.asean.biz.id/gadis-untuk-zain--menikahi-duda-.webp)
“Begini Tuan… anak ini! Dia berusaha ingin memperkosaa nak Nina” kata rector tersebut seraya menunjuk Argan yang terpaku.
“Itu semua tidak benar!!” bantah Nina dengan nada tinggi dan membuat Zain terkejut. Tentu saja Nina tidak terima jika kejadiannya dimanipulasi. “Bapak kan lihat sendiri kalau Argan teman saya dipukuli saat mau menolong saya dari Devan!!”
“Shutt” rector itu kembali ingin membuat Nina diam.
Namun Nina tidak bisa diam saja.
“Devan membawa saya ke belakang kelas yang sepi dan mencoba menyakiti saya” Nina menunjuk ketiga pria yang membantu Devan, “Mereka membantu Devan, satunya membawa kamera dan dua diantaranya memegangi kedua tangan saya”
Mendengar itu Devan menjadi ketakutan. Rugi orang tuanya membungkam mulut rector itu jika akhirnya ia yang terbukti bersalah.
“Mereka merekamnya!” bantah Nina sekali lagi.
“Berikan rekamannya!” pinta Zain dingin seraya menengadahkan telapak tangannya meminta kepada teman-teman Devan.
“Ar-argan meminta kami untuk menghapusnya” cicit salah satu teman Devan, seketika membuat Devan tersenyum senang.
“Aku memang meminta untuk menghapusnya. Lagian video tidak senonoh tidak sepantasnya disimpan kan” bantah Argan merasa benar.
Namun Zain terlanjur menduga jika Argan meminta mereka untuk menghapus supaya tidak ketahuan.
"Bagaimana ini?" lirih Nina frustasi. Ia menangis karena tidak memiliki bukti untuk membantu Argan yang disalahkan.
Zain segera bangkit dari duduknya dan menata toxedo yang sempat berantakan untuk membuatnya tetap tampan dan berwibawa, juga menyuarakan sebuah kuasa yang ia punya.
“Saya tidak mau tahu, kejadian seperti ini tidak boleh terjadi kembali… saya tidak mau dipanggil hanya untuk mengurusi hal sepele seperti ini. Saya sangat sibuk…. Dan hukum saja pemuda yang bersalah. Dikeluarkan atau apalah saya tidak peduli akan hal itu…” Zain berjalan dan berhenti tepat disamping Nina yang menundukkan kepalanya sedih.
“Kau pulang”
Setelah mengatakan itu dia segera melanjutkan langkahnya dan Nina tertelan kesedihan melihat nasib menyedihkan Argan temannya. Niatnya ingin membantu malah dia yang terkena batu.
__ADS_1
Namun Nina tidak bisa apa-apa. Argan pun juga orang biasa yang hanya ingin mencari ilmu untuk mengubah nasib keluarga. Mereka tidak memiliki kuasa yang dimana Devan punya segalanya hingga berani membungkam mulut rector itu dengan sedemikian rupa.
_____
Cittt
Zain menghentikan mobilnya tepat ditepi jalan yang sepi samping jurang. Tangannya meremat erat setir mobil lalu memudar saat pria itu keluar membukakan pintu mobil Nina.
“Aw sakit” pekik Nina saat pergelangan tangannya digenggam erat serta tubuhnya yang terseret keluar.
Zain melepas genggaman tangannya dengan sedikit dorongan hingga Nina hampir saja terjatuh jika ia tidak sigap memegangi palang pembatas jalan.
“Kau ingin membuat malu keluarga Darius? Seumur-umur keluarga Darius tidak pernah di panggil ke kampus untuk mengurusi masalah memalukan seperti ini!!! katakan kepadaku, kau yang merayu pemuda itu lebih dulu kan?” maki Zain meraup wajahnya kasar.
Tadi Zain baru ada meeting penting dengan koleganya dari luar negeri, namun harus dibatalkan gara-gara harus memenuhi perintah Zelofia untuk ke kampus Nina. Tentu saja saat ini ia begitu murka.
Terlebih, sebelumnya! Zain sudah dibuat membara.
“Ak-aku tidak merayunya!! Sudah ku katakan di ruangan tadi kalau Devan ingin menyakitiku” Nina mencoba membantah.
Zain meremat dagu gadis itu dengan kuat, “Kau tidak lihat tadi waktu aku datang ke kampus dan keluar bersamamu? Para orang-orang melihat kearahku yang tiba-tiba keluar dari ruang rektorat. Mereka pasti tahu aku memiliki keluarga yang melakukan kesalahan!! Mau taruh dimana mukaku ini? Seorang putra ketiga keluarga Darius yang merupakan pemimpin perusahaan DR Group datang karena istrinya melakukan kekacauan sebelum menjadi mahasiswa”
Zain menghempaskan dagu Nina dengan keras.
“Aku melewatkan meeting penting ku dengan seorang pengusaha Italia yang super sibuk hanya untuk kasus murahanmu… kau itu pura-pura menjadi korban, padahal kaulah pelakunya” maki Zain habis-habisan.
“Setelah ini bagaimana aku bisa memperlihatkan wajahku didepan banyak orang!”
Hati Nina teramat sakit bahkan sangat, bagai ribuan duri menusuk perasaannya dan memberikan luka yang sukar untuk sembuh. Seperti itulah kata demi kata yang Zain ucapkan khusus untuk istrinya.
Sungguh siall Nina bisa menikah dengan pria sejahat Zain. Nina pun tidak bisa mengerti bagaimana Anita yang baik mau menikah dengan pria sejahat ini.
__ADS_1
Masih dalam keadaan menangis Nina mengusap air matanya dan lelehan darah yang masih mengalir deras di kedua lubang hidungnya.
“Aku baru saja diberi cobaan, Tuan” kata Nina masih dalam keadaan menangis namun ia memberanikan diri untuk melanjutkan kata-katanya.
“Apa anda melihat wajah saya saat mengatakan itu? Apa anda tidak melihat ujung bibir saya sobek, hidung saya masih berdarah, pipi saya merah karena ditampar olehnya” Nina menjeda kalimatnya dan mencoba untuk tetap kuat, “Saya hampir diperkosaa, Tuan!! Dan lebih parahnya lagi… pelakunya tidak mendapat hukuman yang semestinya, dan bisa jadi kata ‘hampir’ akan berganti menjadi ‘telah’. Bisa jadi mereka memperkosakuu dan membuang tubuhku jauh-jauh”
Zain termangu dengan mata menatap lekat wajah Nina yang penuh dengan air mata. Gadis itu mengusap wajahnya dan membiarkan telapak tangannya basah dengan air bercampur darah dari hidungnya.
Nina membawa jari telunjuknya ke wajah Zain, “Dimana hati nuranimu saat istrimu sendiri hampir saja di perkosaa tapi dengan teganya kau masih mementingkan citra!. Aku juga tidak berharap hal itu akan terjadi dan mengganggu pekerjaanmu… aku juga tidak berharap kau datang untuk menjadi waliku, aku juga tidak berharap kau kasihan kepadaku tapi…”
“Lihatlah----”
“Aku belum selesai” potong Nina dengan aura dingin. “Tapi setidaknya gunakan hati nuranimu kepada gadis yang sedang terluka. Apa menurutmu diperkosa itu suatu keberuntungan? Kenapa kau begitu enteng memarahi gadis, yang baru saja mempertahankan kehormatan untuk seorang suami yang bahkan dirinya tidak dianggap ada”
Deg
Entah mengapa hati Zain merasa sesak setelah mendengar kalimat terakhir yang Nina ucapkan. Tubuh Nina meringsut memeluk diri, tidak ada yang bisa memeluknya kecuali dirinya sendiri.
“Mungkin jika kau lihat gadis seusiaku masih nongkrong dengan teman-temannya. Mereka bermain, jalan-jalan. Aku tidak butuh kasian mu.. tapi tolong hargai gadis yang bersedia melepas masa-masa itu hanya untuk menikah dengan dirimu” kata Nina meringkuk disana.
Tidak lama Nina kembali berdiri dan berjalan melewati Zain mengambil tas gendongnya dan pergi. Ia tidak mau se mobil dengan suaminya lagi.
Tak lama setelah Nina sudah berjalan beberapa Langkah, ia melihat mobil Zain melaju melewati dirinya. Zain telah meninggalkan dia dan itu membuat hatinya semakin sakit.
Walaupun begitu, ada rasa lega karena sudah mengatakan semuanya.
To be continued
3 bab loh!!!!
Jangan lupa bebss vote, like, subscribe, komen!! aku akan menerima semuanya dengan lapang dada seperti hati Aynina Munada 😘
__ADS_1