Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Sulit untuk berpisah


__ADS_3

Ingatan Gerry masih berputar-putar pada pertemuan terakhir kalinya dengan Kyara. Setelah hari itu, ia memang menghabiskan waktu bolak-balik ke kampung halaman Rania setiap minggunya untuk menemui Kyara barang melepas rindu dengan anaknya ataupun ibu dari anaknya.


Gerry menatap langit-langit kamar menompang kepala dengan satu tangannya. Hatinya masih bertanya-tanya tentang perasaan apa yang ia rasakan saat ini. Kenyataannya kehilangan Kyara lebih menyakitkan dari pada penghianatan kekasihnya. Bahkan saat ini Gerry tak lagi memikirkan mantan kekasih yang sudah ia putuskan sepihak itu. Walau setiap harinya Ketty selalu mencoba menghubunginya namun hasilnya akan berujung sia-sia karna Gerry tak akan merespon panggilan maupun beribu pesan yang Ketty kirimkan.


Saat ini fokus Gerry hanya tertuju pada satu nama. Kyara istrinya. Apakah pernikahan mereka akan berujung perpisahan? Pertanyaan itu selalu saja datang menghantui pikiran Gerry. Hatinya terasa berat untuk melepaskan wanita itu. Jika dulu ialah orang yang sangat ingin pernikahan mereka berakhir. Namun kini ialah orang yang sangat mengharapkan rumah tangga mereka akan berujung bertahan. Lelah berpikir, Gerry pun memutuskan untuk tidur. Ia harus mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


*


Suara keributan di lobby perusahaan membuat Gerry yang baru saja masuk ke dalam lobby diikuti Asisten Jimmy menghengtikan langkah mereka.


"Tapi maaf sekali lagi, Nona. Nona Ketty memang sudah tidak diperbolehkan untuk menemui Pak Gerry." Sang resepsionis tak henti memberi pengertian pada wanita berpakaian minim di depannya saat ini.

__ADS_1


Memang sejak kejadian dimana Gerry melihat perselingkuhan kekasihnya, Gerry memang memerintahkan Asisten Jimmy untuk memberitahukan pada bagian resepsionis jika Ketty tak lagi diperbolehkan menemuinya di kantor. Apa lagi mengingat Ketty akan kembali menetap di Indonesia karena kontraknya sudah selesai di negara S.


"Beraninya kau melarangku untuk menemui kekasihku. Apa kau sudah cukup bosan bekerja di perusahaan ini? Akan cukup mudah bagiku untuk memecatmu saat ini juga!" Tantang Ketty seraya berkacak pinggang.


"Ehem." Deheman Asisten Jimmy yang sudah berada di belakang Ketty membuat wanita itu memutar tubuhnya.


"Jimmy! Dimana Gerry?" Tanyanya melihat sekitar. Namun yang dicari tak kunjung terlihat. Karena Gerry sudah menghilang di balik lift yang membawanya ke lantai teratas.


"Tuan muda sudah menunggu anda di ruangannya." Ucap Asisten Jimmy dengan datar.


Sang resepsionis nampak ketakutan. Namun melihat isyarat dari Asisten Jimmy seolah menandakan akan baik-baik saja membuatnya merasa lega.

__ADS_1


Ketty pun melangkah meninggalkan resepsionis dengan langkah angkuh. Ia bahkan dengan pedenya memasuki lift khusus presdir. Asisten Jimmy hanya menggeleng dan mengikuti wanita itu dari belakang.


"Sayang..." Suara Ketty terdengar manja saat memasuki ruangan Gerry. Gerry terlihat tengah memandang keluar jendela. Mendengar suara mantan kekasihnya itu tak kunjung membuat Gerry membalikkan tubuhmya.


"Jangan sentuh tubuhku dengan tangan kotormu itu!" Cetus Gerry saat merasa Ketty sudah berada di dekatnya. Gerry pun seketika membalikkan tubuhnya.


"Ada apa denganmu, sayang? Kenapa kau bersikap seperti itu kepadaku?" Raut wajah Ketty dibuat sedih. Asisten Jimmy yang melihatnya ingin sekali meremukkan wajah pura-pura itu saat ini juga.


***


Lanjut gak?

__ADS_1


Jangan lupa berikan dukungan dengan cara like, komen dan votenya:)


Terimakasih...


__ADS_2