Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Begitu manja


__ADS_3

Gerry terkekeh melihat wajah Kyara yang sudah memerah. "Lihatlah wajahmu sudah memerah." Ledek Gerry.


Bibir Kyara mengerucut sebal.


"Kau harus terbiasa dengan panggilan seperti itu, sayang." Gerry mengangkat dagu Kyara hingga kini wajah mereka saling menatap satu sama lain.


Dengan perlahan wajah Gerry semakin maju mengikis jarak diantar mereka.


"Ger—" Ucapan Kyara terhenti saat bibir tebal suaminya sudah membungkam mulutnya.


Kyara mematung di tempatnya. Dengan refleks Kyara memejamkan kedua matanya saat Gerry memperdalam ciuman mereka.


"Ehem." Suara deheman seseorang yang cukup keras membuat aksi Kyara dan Gerry terhenti.


"Do-dokter, Dika..." Cicit Kyara dengan wajah yang semakin memerah. Bahkan kupingnya terasa panas saat ini.


Dokter Dika berdecak. "Apa kau langsung mengeluarkan sifat mesummu itu sebelum keluar dari rumau sakit, Gerry?" Cibir Dokter Dika.


Gerry hanya diam. Menatap wajah sahabatnya itu dengan datar. "Ada perlu apa kau datang kemari?" Sesungguhnya Gerry sangat sebal karena aksi mesra-mesraannya harus terganggu oleh kedatangan Dokter Dika.


"Tentu saja aku ingin memastikan jika kau pulang hari ini. Dan aku juga ingin memastikan jika di ruangan ini tidak tertinggal bekas kemesumanmu!" Ledek Dokter Dika dengan menarik bibir ke samping.


"Cih. Terserahku ingin melakukannya dimana saja. Apa kau lupa jika kami adalah pasangan suami istri?" Sembur Gerry.

__ADS_1


"Aku tidak melupakannya. Aku hanya mengingatkan padamu untuk menjaga diri jika di tempat umum seperti ini." Balas Dokter Dika lagi.


"Ini ruanganku. Dan ruangan ini termasuk privasiku!" Sembur Gerry lagi.


Kepala Dokter Dika menggeleng. Sedangkan Kyara semakin tertunduk karena ia merasa sangat malu saat ini.


Akhirnya sore itu Gerry pun pulang ke mansion Bagaskara setelah dijemput oleh Mama Riana dan Papa Johan. Sedangkan Kakek Surya dan Asisten Jimmy masih melakukan pertemuan di perusahaan.


"Rey... Lihat siapa yang datang..." Seru Rania mengalihkan perhatian Rey yang sedang memainkan mainannya ke arah pintu utama.


"Pa..." Suara Baby Rey terdengar cukup keras. Baby Rey pun segera berdiri kemudian berjalan dengan kencang ke arah pintu utama.


"Pa.. Pa.. Pa.."


"Hua...." Jerit Baby Rey.


Kyara dan Gerry pun sontak berjalan ke arah putranya. Kedua tangan Kyara dan Gerry pun bersamaan terulur ke arah putra mereka. Baby Rey pun nampak melihat secara bergantian kepada Gerry dan Kyara dengan masih terus menangis. Dan sedetik kemudian tangan Baby Rey pun terulur menyambut uluran tangan Gerry.


"Gerry... Kau baru saja sembuh. Biar aku saja yang menggendong Rey." Kyara hendak mengambil alih Baby Rey dalam gendongan Gerry. Namun Baby Rey memberontak tak ingin lepas dari papanya.


"Tak masalah. Biar aku saja." Ucap Gerry mengelus kepala Kyara dengan satu tangannya yang bebas.


"Manja banget sih tau papanya udah pulang." Ucap Rania pada Baby Rey yang masih bergelayut manja di leher Gerry.

__ADS_1


Kyara, Mama Riana dan Papa Johan tersenyum. Mereka pun menuju ruangan keluarga untuk melepas lelah selama dalam perjalanan tadi.


"Apa kau yakin ingin langsung bekerja, Gerry? Kau baru saja sembuh, Gerry." Tekan Papa Johan saat Gerry mengungkapkan keinginannya yang ingin langsung bekerja dalam beberapa minggu lagi.


"Aku sangat yakin, Pa. Kondisi tubuhku sudah mulai membaik. Dan aku sungguh tidak tega melihat Kakek kelelahan karena membantuku di perusahaan. Lagi pula Papa dan Mama harus kembali bukan ke Jepang karena perusahaan yang ada di sana juga membutuhkan Papa saat ini." Ucap Gerry.


**


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺


__ADS_2