
Seminggu sudah Kyara lewati berada di kediaman keluarga Bagaskara. Dan selama itu pulalah Kyara dapat merasakan kasih sayang dari sosok keluarga yang membuat hari-harinya terasa sempurna. Pagi ini Kyara nampak begitu bersemangat menyiapkan beberapa masakan bersama para pelayan di dapur karna hari ini adalah jadwal kedatangan Rania kembali ke Ibukota.
Setelah semua masakan sudah siap, Kyara pun turut membantu para pelayana menatap makanan di atas meja. Walau para pelayan sudah meminta Kyara untuk istirahat saja, namun wanita itu tetap bersikeras untuk membantu. Apa lagi Kyara juga merasa bosan jika tidak melakukan apa-apa di mansion.
"Kau terlihat bahagia sekali pagi ini Kya?" Ucap Kakek Surya saat sudah berada di depan meja makan.
Kyara tersenyum. "Kya sudah tidak sabar menanti kedatangan Rania Kakek. Kya sungguh merindukannya." Sahut Kyara.
"Apa dia sudah hampir sampai?" Tanya Kakek. Karna Rania memang berangkat setelah warung baksonya tutup malam tadi.
"Sepertinya sebentar lagi akan sampai, Kek."
"Kalau begitu sebaiknya kau istirahatlah terlebih dahulu. Kau sudah terlalu banyak bekerja pagi ini."
Kyara mengangguk patuh. Kemudian memperhatikan pekerjaannya yang sudah hampir siap. "Kalau begitu Kya ke kamar dulu ya, Kek." Pamitnya.
__ADS_1
Kakek Surya mengangguk.
*
Mobil yang membawa Rania pun akhirnya sampai di kediaman keluarga Bagaskara. Rania nampak menatap takjub pemandangan di depannya saat ini. Ia tidak menyangka jika akan menginjakkan kami di mansion mewah milik Kakek Surya. Di depan pintu Rania sudah disambut oleh Kakek Surya dan juga Papa Johan.
Dengan ragu Rania pun berjalan ke arah mereka lalu menyalimi Kakek Surya juga Papa Johan. Kepala Rania nampak celingak-celinguk mencari keberadaan Kyara.
"Loh Kyanya kemana Kek?" Tanya Rania setelah masuk ke dalam mansion Kakek Surya namun tak juga menemukan sahabat baiknya.
Rania pun mengangguk paham. "Anak itu..." Lirihnya sedikit tersenyum.
Tak lama Kyara pun nampak berjalan ke arah mereka dengan tergesa-gesa sambil memegang pinggangnya.
"Huh, huh... Rania..." Ucap Kyara sedikit keras mendekat ke arah Rania.
__ADS_1
"Oh astaga Kya... Pelan-pelanlah jika berjalan!! Aku tidak akan kemana-mana..." Rania pun bangkit dari sofa kemudian menghampiri Kyara.
Kedua sahabat itu pun nampak berpelukan saling melepas rindu. Kakek Surya dan Papa Johan nampak melebarkan bibir ke samping melihat interaksi dua insan manusia itu.
"Apa kau dudah lama Rania? Maaf aku tadi ketiduran dan tidak sempat menyambutmu." Sesal Kyara.
"Aku baru saja sampai... Tak apa... Kau sudah seperti orang lain saja." Decaknya.
Kyara pun mengajak Rania untuk kembali duduk. Obrolan mereka pun terus berlanjut hingga siang hari. Kemudian mereka melanjutkan untuk makan siang bersama setelah Mama Riana pulang dari acara pertemuan dengan teman lamanya.
"Ngomong-ngomong kemana Pak Gerry, Kya? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi?" Tanya Rania saat mereka sudah masuk ke dalam kamar tamu.
Kyara menaikkan bahunya. "Entahlah... Tapi yang aku dengar saat ini Gerry tengah berada di luar negeri karena ada pekerjaan di sana." Tutur Kyara. Wajah wanita itu nampak sendu saat mengatakannya.
Rania mengangguk saja. Ia tidak ingin membuat mood sahabatnya itu menjadi buruk.
__ADS_1
*