Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kebohongan tanpa penjelasan


__ADS_3

"Baiklah. Namun aku tidak bisa janji akan hadir jika suamiku tidak memberikan izin. Aku tidak ingin membuat hubungan kami kembali memburuk." Terang Rania.


"Agh... Pasti suamimu itu tidak akan mengizinkan jika kau meminta izin padanya." Decak Sean.


"Aku akan mengusahakannya. Lagi pula aku tidak ingin pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa-apa pada Nyonya Chelsea."


"Baiklah. Aku mohon untuk kali ini saja. Setelah ini aku pasti tidak akan merepotkanmu lagi." Ucap Sean. Dan entah mengapa setelah mengatakan itu hatinya merasa sesak. Melihat Rania begitu dicintai oleh suaminya saat ini membuat Sean sadar jika ia tidak akan mungkin merebut hati Rania dari suaminya.


"Kalau begitu aku pamit dulu. Nanti saat makan siang bersama suamiku aku akan meminta izin padanya." Ucap Rania.


Sean mengangguk. "Semoga saja Bule itu mengizinkannya." Gumam Sean saat Rania sudah lenyap dari pandangannya.


*


"Apa kau tidak sibuk sehingga mengajakku makan siang di luar saat ini?" Tanya Rania setelah mendaratkan tubuhnya di depan William.


William meletakkan ponsel yang sedang ia mainkan di atas meja. "Tidak. Aku akan selalu memiliki waktu luang untuk bersamamu." Balasnya santai.


Rania menggeleng melihat tingkah suaminya. "Kau sudah memesan makanannya?" Tanya Rania saat pelayan sudah datang meletakkan beberapa makanan di atas meja mereka.


"Ya. Supaya kau tidak terlalu lama menunggu makanannya datang."


"Ooh..." Balas Rania mengangguk mengerti.


"Ayo makan dulu." Ajak William yang diangguki cepat oleh Rania. Lagi pula perutnya sudah benar-benar lapar saat ini.


Mereka pun mulai menikmati makan siang dalam keheningan. Hingga lima belas menit berlalu makanan di atas meja pun sudah habis tak tersisa.

__ADS_1


"Kenyang sekali..." Gumam Rania mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Apa kau menyukai makanannya?" Tanya William.


"Tentu saja. Makanannya sangat enak dan membuat perutku terasa penuh." Ucap Rania begitu senang.


William tersenyum.


"Oh iya Wil... Ada yang ingin aku katakan padamu." Ucap Rania saat mengingat janjinya dengan Sean.


"Apa?"


"Aku ingin meminta izin kepadamu." Rania nampak ragu saat mengatakannya.


"Izin? Izin untuk apa?" Tanya William dengan kening mengkerut.


"Tidak boleh!" Ucap William dengan tegas. "Enak sekali dia ingin menjadikanmu pacar pura-puranya lagi. Kau itu adalah istriku!" Amuk William.


"Will... Aku mohon kali ini saja... Dan setelah ini Sean akan mengatakan yang sejujurnya kepada Mommynya... Aku juga tidak ingin meninggalkan kebohongan tanpa penjelasan kepada Nyonya Chelsea yang sudah begitu baik padaku." Ucap Rania dengan wajah sedih. Rania pun juga menceritakan bagaimana Nyonya Chelsea yang selalu mengiriminya makanan lewat Sean jika Sean pulang ke mansionnya.


"Will... Aku mohon..." Pinta Rania lagi dengan memelas.


Melihat wajah sendu istrinya membuat Sean tidak tega.


"Ck... Baiklah. Aku akan mengizinkanmu untuk kali ini saja!" Putus William pada akhirnya.


Senyum Rania seketika terkembang. "Terimakasih, Will..." Rania semakin menggenggam erat tangan William.

__ADS_1


"Kau ini pandai sekali merayuku dengan wajah memelasmu itu." William kembali berdecak.


Ranua pun semakin melebarkan senyumannya.


"Tapi kau jangan senang dulu. Karena aku akan mengizinkanmu dengan satu syarat." Ucap William yang membuat senyuman Rania seketika menyurut.


"Syarat? Syarat apa lagi, Will?" Tanya Rania dengan perasaan tidak enak. Pemikiran kotornya pun melayang pada kegiatan panas mereka saat William juga pernah mengajukan syarat kepadanya.


***


Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)


Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!


Sambil menunggu cerita ini update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...


__ADS_2