Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Hanya Rania istriku


__ADS_3

"Maksudmu kau akan menikahi ibunya?" Tanya Gerry dengan sedikit meninggi.


Willam berdecak. "Tentu saja tidak. Aku hanya bertanggung jawab pada anak itu tanpa menikahi ibunya. Apa kau pikir aku akan tega menduakan istriku!" Tekan William.


Gerry menghela nafas lega.


"Namun jika ibunya menolak dengan pertanggung jawabanmu tanpa menikahinya bagaimana?" Timpal Dika tiba-tiba.


William tersentak. Wajahnya yang putih itu mulai memucat. "Sampai kapan pun tidak ada istri lain di dalam hidupku kecuali Rania. Hanya Rania istriku satu-satunya. Dan aku akan melakukan berbagai cara agar wanita itu tidak mempersulit hidupku." Geram William.


"Kau tidak ingin dia mempersulit hidupmu. Namun kau tidak sadar jika perbuatanmu di masa lalu membuat kehidupannya begitu sulit hingga saat ini." Tekan Dika.


William berdecak. "Aku tidak berniat untuk merusaknya. Namun kejadian malam itu benar-benar di luar pemikiranku. Dan kau juga tahu jika aku tidak yakin dengan apa yang aku lakukan saat itu." Pemikiran William pun melayang pada beberapa tahun lalu. "Aku akan melakukan satu cara untuk memastikannya." Lanjut William


"Apa maksudmu?" Tanya Dika.


"Aku akan melakukan tes DNA pada anak itu."


"Kau yang benar saja! Bagaimana jika Bianca merasa tersinggung dengan perbuatanmu itu?!" Dika merasa tidak setuju dengan ide William.


"Hanya itu satu-satunya cara untuk meyakinkanku jika anak itu benar-benar darah dagingku. Karena sampai saat ini aku tidak memiliki batin apapun dengannya." Balas William.


"Kau jangan mengelak dari takdirmu William!" Amuk Dika.


"Aku hanya mengatakan apa yang ada di dalam hatiku."

__ADS_1


"Kau bisa melihat dengan jelas garis wajah pada anak itu sangat mirip denganmu!"


"Namun bisa saja hanya mirip." Sangkal William.


"Kau tidak melupakan jika Bianca masih dalam keadaan suci saat itu bukan?!" tekan Dika.


Deg


"A-aku..." William tergagap.


"Sudahlah hentikan omangan kalian." Perintah Gerry yang sejak tadi hanya menjadi pendengar. "Aku setuju dengan keputusan William untuk melakukan tes DNA. Karena hanya itu cara yang akurat untuk membuktikannya. Namun untuk tidak menyakiti hati Bianca, kita bisa melakukannya dengan diam-diam tanpa sepengetahuannya." Saran Gerry.


Dika mendesahkan nafas kasar di udara. Menyandarkan tubuhnya pada sofa setelah pemikirannya ikut terbebani oleh masalah William.


"Aku setuju." Ucap William dengan cepat.


*


Malam itu Rania nampak duduk termenung di balkon kamarnya. Hujan yang mulai turun membasahi bumi menemani Rania dalam keheningannya. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Namun William belum menampakkan tanda-tanda akan pulang.


Entah mengapa perasaan Rania terasa tidak tenang sejak ia pulang dari kantor tadi. Pemikirannya terasa terganggu. Namun Rania tidak dapat menemukan jawaban atas kegundahannya saat ini.


Kesadaran Rania pun mulai datang. Tak ingin larut dari lamunannya, Rania pun mengambil ponselnya yang sudah ia biarkan begitu saja di atas meja.


Rania membuka aplikasi pesannya. Pesan masuk dari Kyara membuat senyumnya melebar karena Kyara mengirimkan foto dirinya dan juga Baby Rey yang sedang tertidur di dalam pelukannya.

__ADS_1


"Dia semakin tampan saja." Gumam Rania mengelus bulu mata Baby Rey yang terlihat lebat di layar ponselnya.


Setelah puas melihat foto Baby Rey dan membalas pesan sahabatnya, Rania pun menutup aplikasi pesannya kemudian membuka sosial medianya.


Rania pun mulai sibuk melihat postingan orang-orang yang mulai menerbitkan senyuman di bibir manisnya. Namun senyuman itu menyurut kala sebuah postingan dari orang yang bukan pengikutnya masuk ke dalam berandanya.


"Bukannya wanita dan anak ini yang aku temui di pusat perbelanjaan kemarin?" Gumam Rania melihat dengan intens foto ibu dan anak itu.


***


^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^


^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^


^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^


^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^


^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^


^^^Like^^^


^^^Komen^^^


^^^Vote^^^

__ADS_1


^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^


__ADS_2