Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Maafkan aku


__ADS_3

Rania nampak menimbang-nimbang tawaran Sean. Jarinya mengetuk-ngetuk meja sambil menatap pada orang-orang yang berlalu lalang dari balik jendela.


"Jadi bagaimana?" Tanya Sean lagi melihat Rania yang terlalu lama terdiam.


"Baiklah. Aku akan memberikan jawaban besok hari. Nanti malam aku akan membicarakan hal ini kepada suamiku dulu. Aku tidak bisa mengambil keputusan sebelah pihak karena saat ini aku sudah menikah." Terang Rania.


Sean mengguk. Ternyata Rania cukup bisa menjaga sikapnya dalam mengambil keputusan sebagai seorang istri. Pikirnya.


Hingga malam mulai menyambut. Rania pun sudah kembali ke apartemennya setelah cukup menikmati perbincangannya dengan Sean yang cukup menghibur hatinya. Rania sungguh merasa beruntung di saat hidupnya sedang tidak tentu arah seperti saat ini ada Sean yang dapat menghibur hatinya.


"Apa William akan pulang malam ini?" Gumam Rania meragu. Apalagi William sudah tidak pulang selama dua hari hari. Mungkin saja suaminya itu juga tidak akan pulang malam ini.


Lelah dengan pemikirannya, Rania pun memutuskan untuk menonton drama korea yang sudah ia download tadi malam di ponselnya.


Tiga jam berlalu, Rania masih tetap fokus pada drama yang sedang di tontonnya. Hingga fokusnya pun terhenti saat mendengar pintu kamarnya terbuka.


"William?" Ucap Rania melihat wajah suaminya menyembul dari balik pintu. Rania buru-buru mematikan layar ponselnya dan turun dari ranjang mendekati suaminya.


"Kau pulang?" Tanya Rania dengan polosnya. Rania menelisik wajah suaminya yang nampak lelah. Bahkan kantung mata suaminya itu terlihat sedikit menghitam.

__ADS_1


"Ya. Pekerjaanku baru selesai. Dan aku baru bisa pulang malam ini." Sesal William.


Rania terdiam. Menatap wajah yang sudah beberapa hari ini memenuhi hati dan pemikirannya.


"Apa kau ingin makan?" Tawar Rania. "Aku bisa memanaskan masakanku jika kau mau?" Lanjut Rania kemudian.


William menggeleng. "Tidak perlu. Aku sudah makan di luar." Balasnya.


Hati Rania sedikit tercubit saat lagi-lagi mendengar suaminya memilih makan di luar dibandingkan memakan masakannya.


Helaan nafas Rania kian melambat. "Baiklah. Sepertinya kau butuh membersihkan tubuhmu. Aku akan menyiapkan air hangat untukmu." Tanpa menunggu jawaban William, Rania pun dengan buru-buru melangkah menuju kamar mandi.


Rania mengusap air matanya yang terjatuh begitu saja saat sudah berada di dalam kamar mandi. "Aku tidak boleh terlihat lemah di depannya." Gumam Rania membasuh wajahnya .


*


Cahaya mentari pagi yang mulai naik ke permukaan mulai membangunkan William dari tidur lelapnya. William meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku kemudian melirik ke arah samping dan tidak menemukan sosok istrinya di sampingnya.


"Apa Rania sedang memasak?" Tebak William mengingat kebiasaan istrinya. William pun turun dari ranjang memilih untuk membersihkan tubuhnya lebih dulu saat melihat jam sudah menunjukkan pukul enam lewat limabelas menit. Pandangannya pun terjatuh pada pakaian kerjanya yang sudah lengkap berada di atas sofa kamarnya. Dan William dapat menangkap jika Ranialah yang menyiapkannya.

__ADS_1


"Kenapa kau selalu saja bersikap yang membuatku semakin merasa bersalah?" Gumam William dengan helaan nafasnya yang kian memberat. Tak ingin berlama-lama dalam pemikirannya, William pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Namun hatinya tidak pernah lepas untuk mengucapkan kata maaf yang sebesar-besarnya kepada istrinya itu atas kesalahan besar yang sudah ia lakukan.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen

__ADS_1


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...


__ADS_2