Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Akhirnya bertemu


__ADS_3

Langkah kaki wanita cantik itu terlihat begitu anggun saat memasuki ruangan VVIP yang akan menjadi tempat pertemuannya dengan teman lamanya siang itu. Namun langkahnya terhenti begitu saja saat melihat wajah yang sangat dihindarinya saat ini.


"Wi-william... Dika... Reno..." Wanita itu mengabsen setiap nama pria yang telah lama menjadi teman baiknya. Ada rasa senang di dalam hatinya saat bisa merasakan berkumpul kembali dengan teman-teman lamanya, namun entah mengapa perasaan bersalah itu terasa lebih besar menghimpit dadanya saat ini.


"Bianca... Ayo duduk dulu." Ajak Gerry dengan tersenyum manis.


Bianca menurut. Dan segera melangkah menuju kursi yang masih kosong yang berhadapan dengan Gerry.


Melihat tingkah Bianca yang menurut membuat Gerry, Dika, Reno dan terutama William bertanya-tanya.


"Kenapa kau sampai menyuruh pengawalmu untuk membawaku kemari jika hanya bertemu dengan kalian saja?" Tanya Bianca merasa heran. Wanita itu nampak bersikap biasa saja dalam berkata yang membuat keempat pria itu semakin bertanya-tanya.


"Ayo diminum dulu." Ucap Gerry menunjuk pada minuman kesukaan Bianca yang sudah mereka pesan.


"Terimakasih... Kau selalu ingat dengan minuman kesukaanku." Balas Bianca lalu meminum minuman di depannya.


"Bianca... Sebenarnya ada hal penting yang ingin kami bicarakan padamu saat ini." Tutur Gerry saat Bianca sudah selesai meneguk minuman di depannya.

__ADS_1


"Ya, kau boleh mengatakannya sekarang." Ucap Bianca dengan tenang.


Dika, Reno dan William nampak sudah duduk dengan posisi bersiap untuk menyidang Bianca.


"Kemana perginya kau selama ini? Kenapa setelah empat tahun menghilang kau baru menunjukkan batang hidungmu kepada kami?" Cecar Gerry dengan tatapan serius.


Bianca nampak menghela nafas panjang. "Maaf. Mungkin selama ini aku selalu terkesan menghindar dari kalian semua." Raut wajah bersalah nampak terpampang nyata di wajah Bianca. "Namun aku mempunyai alasan untuk melakukannya." Lanjut Bianca kemudian.


"Alasan apa? Apa ada hubungannya dengan anak yang sudah lahir dari rahimmu?" Tanya Gerry tanpa basa-basi.


"Katakan siapa ayah dari—" Ucapan William melayang begitu saja di udara saat melihat tangan Gerry terangkat dan memberi kode agar ia menghentikan ucapannya.


"Aku memang baru mengetahuinya." Balas Gerry dengan tenang. "Kenapa kau menyembunyikan keberadaan anakmu selama ini?" Lanjut Gerry kemudian.


"Aku tidak menyembunyikannya. Aku hanya menjaga anakku dari ayahnya yang tidak ingin melihat kehadirannya." Lirih Bianca. Wajahnya yang semula tenang nampak berubah sendu.


"Bianca. Aku tau kau adalah wanita baik dan jujur selama ini. Bahkan aku juga merasa nyaman berteman denganmu walau kita hanya menghabiskan waktu berteman beberapa tahun saja."

__ADS_1


Bianca diam. Ia masih menunggu lanjutan ucapan Gerry.


"Bisakah kau berkata dengan jujur padaku saat ini?" Pinta Gerry sambil menatap tenang pada Bianca.


Bianca menghela nafas panjang. "Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Tapi maaf aku tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaanmu." Bianca nampak berkaca-kaca.


"Kau tidak bisa bersikap seperti itu, Bianca. Apa kau tahu jika saat ini kami sangat membutuhkan kejujuranmu demi keselamatan rumah tangga William?" Timpal Dika angkat bicara.


Kening Bianca nampak mengkerut. Namun sesaat kemudian wajahnya sudah kembali serius saat mengingat sesuatu.


"Baiklah. Aku akan mengatakan yang sejujurnya kepada kalian. Tentang apa yang ada di benak kalian selama ini." Ucap Bianca lalu menghela nafas panjang. Bersiap untuk menceritakan fakta yang sebenarnya.


***


Cuap-cuap sedikit ya.


Buat semua keluh kesah kalian semua sudah aku baca dengan baik. Namun aku juga tidak bisa mengabulkan keinginan kalian satu persatu termasuk masalah update😩 Dan untuk yang sering mempemasalahkan update aku terlalu sedikit, aku mempunyai alasan untuk itu. Pertama, waktu aku. Aku sendiri memiliki pekerjaan di dunia nyata dari jam setengah sembilan sampai jam sepuluh malam. Kalian bisa bayangin dong waktu kerja aku selama itu dan aku masih bisa update. Untuk menulis cerita juga sudah aku usahakan menulis di waktu kerja aku lagi senggang. Dan itulah salah satu alasan kenapa aku hanya menulis lima ratusan kata per babnya karena waktu aku yang memang sangat sedikit. Dan untuk alur, alur ceritanya memang begini adanya dan aku tidak bisa mengubahnya. Makanya dari awal sudah aku tuliskan jika alur cerita aku sedikit lambat dari alur cerita novel aku yang sebelumnya. Untuk saran dan masukan semuanya sudah aku tampung. Namun aku mohon untuk tidak menjatuhkan semangat aku dalam menulis karena menulis di jam kerja di dunia nyata itu tidak segampang itu.☺

__ADS_1


__ADS_2