
"Pak Gerry sedang apa di kamar saya?" Pertanyaan bodoh keluar dari mulut Kyara membuat Gerry menatapnya tajam.
Gerry beranjak dari pinggir ranjang mendekati Kyara. "Berani kau bertanya seperti itu padaku, huh?" Sentaknya tak suka.
Kyara meringis ketika tangan Gerry kini sudah mencengkram kuat dagunya. "Lepaskan..." Lirihnya memejamkan mata.
"Apa yang akan aku lakukan padamu, kau tak berhak bertanya atau pun membantah!" Peringat Gerry menatap nyalang Kyara.
Kyara membuka kedua kelopak matanya. "Bukankah pernikahan kita akan berakhir dua bulan lagi?" Tanyanya mengingatkan. Bagaimana pun juga ia harus menyelamatkan anaknya dari siksaan Gerry jika pria itu menyetubuhinya dengan kasar seperti biasanya.
"Apa maksdumu, huh?!" Tangannya semakin erat mencengkram dagu Kyara. Entah mengapa Gerry merasa tak suka mendengar ucapan Kyara.
"Bukankah bapak akan menceraikan saya setelah umur pernikahan kita sudah 6 bulan? Dan itu berarti kurang dari dua bulan lagi?" Ucap Kyara lagi. Walau pun merasa takut akan tatapan tajam suaminya. Kyara tetap menguatkan hati untuk mengatakannya.
__ADS_1
"Lalu apa maksudmu berkata seperti itu, huh?!" Bentaknya tanpa melepaskan cengkramannya. Hasratnya yang sudah di ubun-ubun hilang begitu saja menjadi rasa emosi.
"Saya hanya meminta kepada Bapak, agar sampai waktu perpisahan kita tiba, Bapak tidak lagi menyentuh saya. Dan saat itu tiba, Bapak tidak perlu khawatir akan kemarahan Kakek, karena saya yang akan mengatasi semuanya. Bapak bisa melanjutkan rencana Bapak untuk menikahi kekasih Bapak tanpa terhalang kemarahan Kakek." Jelas Kyara dengan berani. Bahkan kedua matanya yang sudah tergenang menatap dalam kedua mata Gerry saat mengatakannya.
"Kau tidak berhak mengatur apa yang akan aku lakukan kepadamu! Ingatlah statusmu saat ini! Dan beraninya kau mengaturku seperti itu?!" Hardik Gerry melepas kasar cengkramannya. Kemudian keluar dari dalam kamar Kyara.
Brakk
Suara pintu yang tertutup secara keras membuat Kyra terlonjak kaget mengelus dadanya. Dadanya terasa sesak setelah mengatakan keinginannya pada Gerry. Entah keberanian dari mana ia berani berkata tegas kepada suaminya itu. Kyara memejamkan kedua matanya diikuti cairan bening keluar dari pelupuk matanya.
Kyara menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang begitu buruk. Di umurnya yang masih muda, ia harus menjalani kehidupan dengan status sebagai janda sebentar lagi. Namun dibalik kesedihannya, Kyara merasa bahagia karena tuhan telah berbaik hati menitipkan sesuatu yang sangat berharga baginya. Sosok yang akan menemani hari-harinya sebentar lagi.
Ia berjanji pada dirinya sendiri akan menyayangi dan mengasihi anaknya setulus hati. Akan ia berikan kasih sayang yang sangat melimpah pada anaknya walau hanya sebagai orang tua tunggal. Dan Kyara akan berjuang sekuat tenaga memberikan kehidupan layak untuk anaknya kelak.
__ADS_1
Sedangkan di dalam kamarnya, Gerry melampiaskan amarahnya dengan memukul cermin westafel di dalam kamar mandi. Darah segar nampak mengalir di punggung tangannya yang terluka akibat pukulannya. Serpihan kaca nampak berserakan di lantai kamar mandinya. Namun Gerry tak menghiraukannya. Saat ini ia hanya ingin melampiaskan kekesalannya yang entah karena apa.
*
*
Salam dari Shy:)
Jangan lupa follow IG aku : shy1279_ untuk mengetahui jadwal update.
Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya recehku:)