Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Tidak akan melepaskan


__ADS_3

Calvin terus melanjutkan kegiatannya dengan terus menikmati manisnya bibir wanita yang sudah lama tidak ia rasakan. Ciuman itu pun terlepas saat merasa Bianca kehabisan oksigen. Calvin tak benar-benar melepaskan ciumannya. Karena setelah Bianca menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, ia pun kembali memangut bibir manis istrinya.


Calvin kembali memejamkan kedua kelopak matanya. Memahami perasaan apa yang ia rasakan saat ini pada istrinya. Tangannya pun mulai bergerak merapatkan tubuh Bianca ke tubuhnya. Bianca tak bisa berkutik karena pergerakannya sangat cepat.


Tangan Calvin dengan lembut mengelus punggung Bianca yang tidak tertutupi apa pun itu. Calvin dapat merasakan tubuh wanita itu menegang akibat ulahnya. Namun Calvin tak menghiraukannya dan lebih memilih kembali memberikan sentuhan-sentuhan lembut di tubuh istrinya.


Sentuhan itu pun terus berlangsung tanpa menghentikan ciuman panas diantara mereka. Hingga tanpa Bianca sadari satu desa*an pun lolos dari bibir mungilnya saat Calvin melepaskan pangutannya.


"Ku mohon hentikan..." sekuat tenaga dan sedikit akal sehatnya yang masih tersisa, Bianca berupaya menghentikan kegiatan suaminya. Pertahanan yang selama ini ia bangun perlahan runtuh begitu saja karena sentuhan lembut dari Calvin. Walau pun Bianca tahu jika baru ialah wanita pertama yang Calvin sentuh, namun entah mengapa Bianca dapat merasakan jika Calvin sangat lihai membuatnya melayang.


"Aku tidak akan melepaskanmu setelah apa yang kau lakukan." Calvin berbisik di telinga Bianca hingga membuat tubuh wanita itu meremang. "Bukankah ini yang sejak lama kau tunggu, hem? Aku yakin kau sangat merindukan malam panas kita bukan?" Calvin kembali memangut mesra bibir Bianca tanpa memberikan kesempatan pada Bianca untuk berbicara.

__ADS_1


Tangannya pun kembali merapatkan tubuh mereka. Dengan pelan namun pasti membawa tubuh Bianca mendekat ke ranjang lalu menjatuhkan tubuh Bianca dengan hati-hati di atas ranjang. Calvin pun terus melanjutkan aksinya sambil menghimput tubuh mungil yang sudah nampak pasrah di bawahnya.


Dan entah sejak kapan, Bianca bahkan tak menyadari jika saat ini Calvin sudah melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.


Bianca tak dapat berbicara barang sedikit saja karena Calvin terus membuatnya terbuai dan membungkam mulutnya. Hingga pada akhirnya suara pekikannya pun keluar dan terdengar cukup kuat hingga menggema ke sudut ruangan saat merasakan sesuatu mulai mengganggunya di bawah sana.


"Calvin...." Bianca menggeleng. Mencoba mendorong dada bidang suaminya agar melepaskan dirinya sebagai bentuk penolakan. Penolakan Bianca itu justru membuat Calvin geram dan tanpa aba-aba melakukan apa yang tidak Bianca inginkan.


*


"Mungkin Tuan dan Nyonya masih membersihkan tubuh mereka, Nona. Kita tunggu saja ya." Ucap pelayan yang diangguki oleh Cilla.

__ADS_1


Cilla pun kembali menikmati acara tontonan di depannya, hingga menit pun berganti dengan jam, Cilla pun sudah mulai mengantuk menunggu kedatangan kedua orang tuanya untuk turun.


"Bibi aku mengantuk sekali..." Cilla menutup mulutnya yang menguap.


Pelayan itu pun kembali menatap ke arah tangga namun Tuan dan Nyonya mudanya belum menampakkan tanda-tanda akan turun.


Kenapa Tuan dan Nyonya belum turun juga?


"Bibi tolong antarkan saja Cilla ke kamar. Cilla sudah sangat mengantuk. Sepertinya Daddy dan Mom tidak akan turun." Ucap Cilla lalu merentangkan kedua tangannya pada pelayan.


***

__ADS_1


__ADS_2