Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Pemikiran Gerry


__ADS_3

"Di sebelah sini, Pak." Ucap Asisten Jimmy mengarahkan Gerry ke arah Coffee shop yang berada di dekat lobby hotel.


Gerry mengangguk.


Melihat kedatangan Gerry, Pak Andreas beserta Asistennya pun bangkin dari posisi duduknya.


"Selamat pagi, Pak Gerr, Asisten Jimmy." Ucap Pak Andreas diikuti Asistennya.


"Selamat pagi, Pak Andreas." Jawab Gerry dan Asisten Jimmy bersamaan.


"Silahkan duduk!" Ucap Pak Andreas.


Gerry dan Asisten Jimmy mengangguk.


"Anda ingin memesan apa Pak Gerry? Asisten Jimmy?" Tawar Pak Andreas saat sudah memanggil pelayan ke meja mereka.


"Samakan saja." Balas Gerry yang diangguki Pak Andreas.

__ADS_1


Asisten Jimmy pun mulai mengeluarkan laporan yang sudah disiapkannya dari dalam tas. Asisten Pak Andreas pun melakukan hal yang sama. Mereka pun memulai pembahasan masalah bisnis yang berlangsung lebih dari dua jam.


Tak jarang Pak Andreas menyelingi candaan di sela pembicaraan mereka yang disambut gelak tawa Gerry dan Asisten Jimmy. Walau pun pribada Gerry termasuk orang yang cukup dingin, namun Gerry selalu bisa menyesuaikan kondisi dimana ia berada.


Pertemuan kali ini pun menghasilkan hasil kerja sama antara dua perusahaan yang cukup berpengaruh di kota mereka. Melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 10 lewat, Gerry pun mengakhiri pertemuan mereka kali ini. Karena setelah pertemuannya kali ini ia juga sudah ada jadwal pertemuan dengan William sebelum William berangkat kembali ke luar negeri.


"Semoga kerja sama kita kali ini dapat berjalan dengan semestinya." Ucap Pak Andreas menjabat tangan Gerry.


"Saya harap juga seperti itu." Balas Gerry menyambut uluran tangan Pak Andreas.


*


"Baik, Pak." Balas Asisten Jimmy. Kemudian melajukan mobil keluar dari pelantaran hotel.


Di perjalanan Gerry nampak sering termenung. Pandangannya nampak kosong. Sesekali Asisten Jimmy melirik ke arah Gerry dari kaca spion dalam mobil. Dari raut wajahnya Asisten Jimmy bisa menebak jika bosnnya tengah memikirkan hal yang cukup mengganggu pikirannya.


"Jimmy..." Panggil Gerry. Namun pandangannya mengarah ke luar jendela.

__ADS_1


"Iya, Pak?" Jawab Asisten Jimmy melirik ke arah belakang sekilas kemudian kembali fokus pada kemudi.


"Satu bulan lagi Ketty akan kembali ke Indonesia." Ucap Gerry.


Asisten Jimmy diam. Menunggu kelanjutan dari ucapan Gerry.


"Dan berarti satu bulan lagi aku akan segera bercerai dari wanita itu." Lanjutnya.


Jimmy paham, jika wanita yang dimaksud Gerry adalah Kyara—Istrinya.


"Aku ingin tidak lama setelah perceraianku dan dia, kau segera mempersiapkan kembali acara pernikahanku dengan Ketty." Ucap Gerry yang membuat Asisten Jimmy sedikit terkejut dengan pemikiran Bosnya.


"Apa Bapak sudah yakin jika Kakek Surya dan kedua orang tua Bapak merestui rencana Bapak kali ini? Dan juga perceraian Bapak dan Nona Kyara" Tanya Asisten Jimmy hati-hati. Sesungguhnya ia lebih setuju jika Gerry bersama Kyara bukan bersama Ketty kekasih Bosnya yang sudah lama ia ketahui kebusukannya.


"Tentu saja. Biarkan wanita itu yang menjadi alasan Kakek merestui hubungan saya dan Ketty." Ucap Gerry dengan seringaian licik di wajahnya. Gerry masih teringat dengan jelas saat ia menekankan pada Kyara untuk memberi alasan perpisahan mereka pada Kakek yang bisa membuat Kakek menyetujui hubungannya dan Ketty kelak.


***

__ADS_1


__ADS_2