Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Sirna begitu saja


__ADS_3

"Sebaiknya kau membersihkan tubuhmu lebih dulu dan mengganti pakaianmu sebelum masuk ke ruangan Gerry. Karna saat ini Kyara sedang berada di sana. Apa kau mau Kyara ketakutan melihat ekspresi wajahmu yang seram itu dan aroma bajumu yang berbau amis darah?" Cecar Dokter Dika.


Asisten Jimmy mendengus mendengar ucapan dokter Dika yang terdengar menyebalkan di telinganya. Namun ia juga membenarkannya.


"Pergilah ke ruanganku. Aku punya beberapa baju baru yang bisa kau pakai." Tawar Dokter Dika.


"Tak perlu. Saya masih bisa memakai pakaian saya sendiri." Tolaknya kemudian membalikkan tubuh kembali menuju parkiran.


"Dia tidak pernah berubah." Kepala Dokter Dika menggeleng kemudian melanjutkan langkahnya.


*


"Hei... Kau sedang memperhatin siapa?" Tepukan di bahunya membuat Dokter Hana yang sedang memperhatikan Dokter Dika dari jauh terlonjak kaget.


Dokter Hana mengelus dadanya. "Kau mengagetkanku saja, Winda!" Sungutnya.


"Apa kau sedang memperhatikan Dokter tampan itu?" Goda Dokter Winda terkekeh kecil. "Kau ternyata termasuk salah satu penggemarnya, ya?" Godanya lagi.


"Sembarangan!" Hana menepuk bahu rekan kerjanya keras. "Aku hanya ingin memastikan dengan siapa dia berbicara. Karena baju pria itu terdapat banyak bercak darah!" Kilahnya menunjuk pada Asisten Jimmy yang sudah hampir hilang dari pandangannya.


"Alasan saja..." Kepala Dokter Winda menggeleng beberapa kali. "Apa kau baru melihat Dokter Dika hari ini?" Tanya Winda.

__ADS_1


Kepala Dokter Hana mengangguk. "Dia dokter baru ya di sini?" Tanyanya memastikan kembali.


"Benar. Dokter Dika adalah dokter spesialis yang handal dari luar negeri yang pindah tugas ke sini. Dia baru saja masuk empat hari yang lalu saat kau cuti melahirkan." Balas Dokter Winda dengan tersenyum jenaka.


"Melahirkan kau bilang?!" Dokter Hana kembali menepuk bahu Dokter Winda. Rekan kerjanya ini sungguh menyebalkan. "Aku itu cuti sakit, WINDA!" tekannya.


Dokter Winda mengangguk. "Ya, itu maksudku!" dokter Winda segera berlalu meninggalkan Hana yang masih bersungut di tempatnya. "Pukulannya keras juga!" Gerutu Winda mengelus bahunya yang terasa sakit. "Lebih baik aku segera menjauh dari pada bahuku akan tanggal sebentar lagi." Ucapnya semakin cepat berjalan menjauh dari Hana.


*


"Bagaimana keadaan Tuan Gerry saat ini?" Tanya Asisten Jimmy menatap tajam pada Dokter Dika. Saat ini ia tengah berada di dalam ruangan Dika untuk memastikan keadaan Gerry sebelum melihat Gerry di ruangan rawatnya.


"Seperti yang kau ketahui. Saat ini kondisi Gerry masih dalam keadaan koma pasca operasi."


"Aku tidak bisa memastikannya. Bisa satu bulan, dua bulan, tiga bulan, atau beberapa bulan lebih lama bahkan satu tahun." Desahnya menyandarkan tubuh di kursi kebesarannya.


"Saat ini kita hanya bisa memberi dukungan dan doa pada Gerry agar cepat sadar dari komanya. Ketika kau melihat keadaannya nanti, ajaklah dia berbicara. Karena ia bisa mendengar suara kita dari alam bawah sadarnya. Hal itu juga bisa menjadi pendukung pemulihan kesadaran Gerry."


"Apa tidak ada cara lain agar Tuan Gerry bisa cepat sadar dari komanya?" Suara Asisten Jimmy terdengar putus asa.


"Sayangnya untuk saat ini tidak ada."

__ADS_1


Asisten Jimmy mendesah kasar. "Saya pamit. Saya mohon berikan segela cara yang terbaik agar Tuan Gerry bisa cepat kembali pulih!" Pintanya kemudian meninggalkan ruangan Dika.


Jimmy melangkahkan kakinya dengan pelan menuju ranjang Gerry saat melihat Kyara tertidur di samping ranjang dengan menjadikan tangannya dan tangan Gerry sebagai penyangga kepalanya. Pandangan Jimmy terjatuh pada tubuh tuannya yang nampak tak berdaya. Wajah dingin yang biasa Gerry tunjukkan sirna begitu saja berganti dengan pucat pasih seakan tak teraliri darah di sana.


***


Lanjut lagi gak? Komen yang banyak, yuk! Dan kencengin votenya juga, yuk!


Oh iya... Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺


__ADS_2