Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Istri Presdir


__ADS_3

Ketiga resepsionis nampak bingung harus melakukan apa. "Bantu Nona itu melepaskan gendongannya!" Titah salah satu resepsionis saat melihat Kyara kesusahan membuka pengait gendongannya.


"Rey... Anak Mama... Tenanglah..." Kyara mengelus kepala Baby Rey seraya mencoba melepaskan pengait di belakangnya.


Resepsionis itu pun turut membantu Kyara. Setelah gendongannya terlepas, Kyara pun membalikkan tubuh Rey menghadap ke arahnya. Hati Kyara sangat sakit saat melihat air mata mengalir di pipi putranya.


Sedangkan Bu Retno dan ketiga OB itu nampak tersenyum puas melihat Kyara yang begitu tersiksa. Para resepsionis pun tak berani menegur aksi Bu Retno karena Bu Retno adalah sepupu dari salah satu manager di perusahaan Bagaskara.


"Sebaiknya kau segera keluar dari perusahaan ini sebelum Pak Presdir mengetahui ada pengacau datang ke perusahaannya!" Cecar Bu Retno lagi.


"Sebaiknya kita hubungi Asisten Jimmy tentang kejadian saat ini!" Bisik salah satu resepsionis karena kini beberapa orang mulai mendekat ke arah mereka.


Baby Rey pun terus menangis dengan terisak sambil memanggil papanya seolah-olah mengadu meminta pertolongan tentang apa yang menimpanya dan ibunya saat ini.


Sedangkan Bu Retno masih terus menghakimi Kyara agar keluar dari perusahaan itu saat ini juga. Ia sungguh puas membalaskan dendamnya karena Kyara sudah mengambil hati pujaan hatinya saat Kyara masih bekerja dulu.


"Ada apa ini?" Suara bariton yang berasal dari belakang mereka membuat para karyawan beserta Bu Retno membalikkan tubuh mereka serentak.


Melihat kedatangan Gerry, Bu Retno pun beranjak untuk maju lebih mendekat pada Presdir mereka.


"Lihatlah ada pengacau yang datang ke perusahaan, Tuan." Ucap Bu Retno menatap pada Kyara yang masih terus menenangkan putranya. Ketiga OB yang berada di belakang Bu Retno pun mengangguk menyetujui ucapan atasannya.


Pandangan Gerry pun sontak tertuju pada Kyara dan bayinya yang tengah menangis.

__ADS_1


"Kyara..." Seru Gerry saat menyadari jika yang disebut pengacau itu adalah istrinya. Tatapan Gerry pun menatap nyalang pada Bu Retno. "Siapa yang kau bilang pengacau?!" Hardik Gerry membuat Bu Retno terlonjak kaget.


"Te-tentu saja mantan OB itu, Tuan. Dia mengaku ingin bertemu dengan Tuan. Padahal itu semua tidak mungkin mengingat—" Ucapannya terhenti saat suara Gerry kembali terdengar membentak.


"Diam! Hentikan omong kosongmu!" Pekik Gerry. Kemudian mendekat pada Kyara dan bayinya. Pandangan Gerry pun tertuju pada kotak bekal yang nampak berserakan di atas lantai.


Suasa di lobby kini semakin mencekam saat kaki jenjang Gerry mendekat pada Kyara dan bayinya.


"Sayang..." Lirih Gerry memengang bahu Kyara.


"Hiks... Rey... Tenanglah..." Ucap Kyara pada bayinya tanpa memperdulikan kehadiran Gerry di sana.


"Pa... Pa..." Raung Baby Rey saat melihat papanya sudah berada di dekat mereka. Tangan Baby Rey pun terulur meminta gendong oleh papanya.


Gerry pun segera mengambil Baby Rey dalam gendongan Kyara. Aksinya itu tentu saja membuat wajah orang-orang yang berada di saja nampak terkejut terlebih Bu Retno dan tiga OB lainnya.


Asisten Jimmy mengangguk paham atas apa yang harus dilakukannya.


Gerry pun membawa Kyara melewati orang-orang yang mulai mundur memberi jalan pada mereka. Setelah melihat tubuh Gerry dan Kyara hilang dari balik kotak besi, Asisten Jimmy pun mendekat pada Bu Retno yang sudah ketakutan dengan tubuh bergetar hebat.


"Apa kau tahu siapa yang kau sebut pengacau itu?!" Pekik Asisten Jimmy di depan wajah Bu Retno.


Bu Retno terdiam dengan tubuh semakin bergetar hebat. Sesaat kepalanya pun menggeleng.

__ADS_1


"Yang kau sebut pengacau itu adalah istri dari pemilik perusahaan ini!" Maki Asisten Jimmy menggertakkan giginya yang beradu.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2