Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Untuk satu bulan


__ADS_3

Dia hanya menyayangiku bukan mencintaiku. Ucapan William tadi pagi semakin terngiang di telinga wanita yang tengah melamun menatap ke arah samping kaca jendela mobil. Dan di sampingnya duduk, seorang pria yang terlihat semakin gagah dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya tengah fokus melewati beberapa ekor binatang yang mencoba menghalangi jalannya.


"Mbek..." Suara celotehan Baby Rey yang terdengar sangat lucu saat melihat banyaknya bebek yang sedang melewati jalan hingga membuat mobil yang dikendarai William berhenti dulu membuat lamunan Rania terhenti.


"Mbek..." Suara Baby Rey semakin terdengar keras. Bahkan kini Baby Rey menepuk-nepuk kaca jendela mobil seolah ingin keluar melihat banyaknya bebek di luar sana.


"Bebek, Rey..." Ucap Kyara membenarkan ucapan Rey.


"Pengen keluar tuh lihat bebeknya." Ucap Gerry memperhatikan tingkah putrinya.


Kyara tersenyum. "Iya nih." Balasnya.


Mobil pun kembali berjalan saat beberapa bebek yang menghalangi jalan mobil mereka sudah menghindar. Dari kursi depan, Rania nampak mengembangkan senyumannya melihat tingkah keponakannya.


"Ma... Mbek..." Baby Rey menutar kepalanya ke arah belakang saat binatang yang dilihatnya mulai lenyap dari pandangannya.


"Iya... Bebek..." Balas Kyara lalu mendudukkan Baby Rey kembali di pangkuannya.


Mobil terus melaju. Hingga beberapa saat mobil pun telah sampai di depan rumah dengan model minimalis bewarna biru milik kedua orang tua Rania.


"Ayo turun!" Ajak Gerry pada Kyara yang masih sibuk menenangkan Baby Rey yang nampak mulai merengek.

__ADS_1


"Iya sebentar." Balas Kyara lalu membuka pintu mobilnya.


"Ibu... Ayah..." Rania nampak berkaca-kaca saat melihat wajah kedua orang tuanya.


"Rania... Kalian sudah datang?" Senyum Ibu Mela nampak terkembang saat melihat kedatangan putrinya.


"Iya, Bu..." Balas Rania lalu memeluk Ayah dan Ibunya barang sejenak.


"Ibu... Ayah..." William pun turun menyalami kedua mertuanya.


Kyara yang baru saja keluar dari dalam mobil pun turut bersalaman dengan ayah dan ibu Rania.


"Ayo masuk dulu. Rey sepertinya sudah mengantuk." Ajak Ayah setelah bersalaman pada Gerry dan Kyara.


"Kyara... Tidurkan Rey di kamar Rania saja, ya." Ucap Ibu yang melihat Baby Rey sudah semakin rewel.


Kyara mengangguk dan beranjak. Gerry pun ikut beranjak menyusul istrinya karena tidak ingin mengganggu percakapan penting yang akan dilakukan kedua keluarga itu.


Setelah kepergian Kyara dan Gerry, Ibu pun mulai bertanya tentang maksud dan tujuan Rania pulang ke rumahnya walau pun Rania sudah memberikan alasan sebelumnya.


"Hanya satu bulan saja, Bu. Karena William saat ini masih sibuk mengurus perusahaan pusat dan cabang sehingga harus sering bolak-balik ke luar negeri. Dan William merasa tidak tega jika Rani sendirian di apartemen." Terang Rania.

__ADS_1


"Loh bukannya kau saat ini bekerja di perusahaan temanmu?" Ibu nampak bingung. Begitu pula dengan Ayah.


"Untuk saat ini Rania memilih berhenti karena tubuh Rania tidak sanggup untuk diajak bekerja dulu, Bu. Muntah di pagi hari cukup membuat tubuh Rani lemah dan tidak kuat melakukan aktivitas. Lagi pula sendiri di apartemen membuat Rania merasa bosan. Jika di ruko, setidaknya masih ada Surti yang menemani." Ucap Rania berbohong.


"Ibu tidak masalah jika kau tinggal di sini atau pun di rukomu sampai kapan pun juga. Tapi apakah William sudah mengizinkanmu untuk tinggal di sini?" Tanya Ibu sambil menatap pada William.


***


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen

__ADS_1


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...


__ADS_2