Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Oh ternyata...


__ADS_3

"Rania... Apa yang kau fikirkan? Kau pasti baru saja berhalusinasi!" Gerutu Rania memukul kepalanya. "Apa karena begitu merindukan William, aku sampai mengira suara orang lain adalah suaranya." Desah Rania.


Rania pun dengan perasaan takut mendekat ke arah jendela. Dari dalam kamarnya Rania dapat melihat seorang pria paruh bayu berjalan dengan didampingi wanita paruh baya di sampingnya.


"Kenapa aku seperti melihat gambaran seseorang di wajah Om dan Tante itu?" Gumam Rania merasa aneh. Rania masih sibuk dengan pemikirannya sendiri hingga tak melihat seseorang tengah berjalan di belakang pria paruh baya dan wanita paruh baya itu.


Tak lama suara pintu kamar pun terbuka. Tini nampak masuk ke dalam kamar Rania dengan wajah bahagianya.


"Rania.. Apa kau tahu—"


"Tidak!" Pungkas Rania cepat.


"Ish... Kau ini!" Sungut Tini memukul lengan Rania. "Apa kau tahu calon suamimu itu sangat tampan? Dan beruntungnya lagi dia itu pria bu—" Lagi-lagi ucapan Tini harus terpotong karena Ibu Mela masuk ke dalam kamar Rania.


"Rania... Ayo keluar... Keluarga Kakek Hendro sudah datang." Perintah Bu Mela menatap pada anaknya.


"Ada apa dengan wajah Ibu?" Tanya Rania melihat wajah ibunya yang nampak aneh.


"Ti-tidak. Ibu tidak apa-apa." Bu Mela menampilkan senyuman lebarnya. "Ya sudah, ayo keluar." titah Bu Mela lagi.


Rania mengangguk. Dengan menghela nafas panjang dan mempersiapkan mental sekuat-kuatnya, Rania pun berjalan mengikuti langkah ibunya dituntun oleh Tini di sampingnya.


"Maaf sudah lama menunggu." Ucap Bu Mela begitu sungkan pada calon keluarga besannya.

__ADS_1


Pandangan orang-orang yang berada di ruangan tengah itu pun sontak tertuju pada gadis cantik yang sedang menatap mereka dengan senyuman kakunya.


"Calon menantuku begitu cantik." Puji Ibu Merlin menatap berbinar wajah cantik calon menantunya yang nampak natural di balik make up tipisnya. "Benar begitu kan, William?" Tanya Bu Merlin pada putranya yang kini menatap Rania tanpa berkedip.


Deg


Jantung Rania berdetak begitu cepat saat mendengar nama yang sudah bersusah payah ia lupakan. Hingga pandangannya pun memutar pada pria yang tengah duduk berdampingan dengan Pria paruh baya yang dilihatnya dari jendela tadi.


Kedua bola mata Rania nyaris keluar dari dalam wadahnya saat melihat pria bule yang nampak begitu tampan dengan kemeja batik bewarna senada dengan baju yang dikenakannya.


"Wi-william." Lirih Rania berusaha menutupi keterkejutannya. "Sedang apa William berada di sini?" Batin Rania merasa bingung. Rania benar-benar merasa bingung dengan keadaan saat ini. Untuk memastikan jawaban atas kebingungannya, Rania pun menatap pada satu persatu pria yang juga mengenakan seragam batik untuk melihat siapakah gerangan calon suaminya. Hingga pencarian Rania harus terhenti saat Ibu Merlin bertanya kembali kepada putranya.


"Benar begitu kan, William?" Tanya Bu Merlin lagi yang merasa sebal karena putranya tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Ibu Merlin beserta Nenek William pun langsung tersenyum mendengar jawaban putranya.


"Ayo Rania duduk dulu." Aja Bu Mela mengarahkan Rania pada ruang yang masih kosong untuk mereka duduki.


Rania pun menurut. Namun kepalanya mulai pusing merangkai kejadian yang baru saja terlihat dihadapannya.


"Ibu..." Rania menyikut pelan lengan ibunya seakan menuntut jawaban.


"Apa yang ada di dalam pemikiranmu adalah benar. William ternyata adalah cucu laki-laki satu-satunya dari keluarga Kakek Hendro. Dan Williamlah yang akan menjadi calon suamimu." Bisik Bu Mela saat pembawa acara mulai membuka kata sambutan.

__ADS_1


"A-apa..." Lirih Rania menggeleng tak percaya atas apa yang didengarkannya.


Dan pergerakan Rania itu tak lepas dari pandangan pria yang terus memperhatikannya sedari tadi.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...

__ADS_1


__ADS_2