Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
End - Kita tutup sampai di sini


__ADS_3

"Bianca..." Calvin benar-benar dibuat terkejut mendengarkan apa yang Bianca katakan. "Apa benar kau sedang hamil?" tanyanya memastikan.


"Maaf karena aku harus kembali mengandung anakmu. Dan kau harus memiliki seorang anak lagi dari rahimku." Ucap Bianca dengan tertunduk.


"Kau ha-hamil?" Calvin tergagap lalu mengusap kasar wajahnya.


Melihat ekspresi Calvin yang seperti tidak senang dengan kehamilannya membuat air matanya semakin mengalir dengan deras.


"Maafkan aku..." ucap Bianca dengan semakin tertunduk.


"Tidak." Ucap Calvin dengan singkat. Beberapa detik kemudian tubuh Bianca dibuat menegang saat Calvin tiba-tiba saja menarik tubuhnya ke dalam pelukannya. "Kau hamil?" Lirih Calvin sambil memejamkan kedua matanya.


"Calvin?" Bianca tergagap. Tidak menyangka atas apa yang dilakukan suaminya saat ini.


"Kau benar-benar hamil?" Calvin pun kembali berucap dengan lirih.


Bianca mengangguk di dalam pelukan erat suaminya.


"Terimakasih Tuhan..." ucap Calvin dengan pelan namun dapat didengar oleh Bianca.


"Calvin... kau tidak marah?" Bianca mengangkat wajahnya. Menatap Calvin dengan mata berkaca-kaca. Wajah suaminya yang biasanya dingin dan kaku itu hilang entah kemana. Yang dapat Bianca lihat saat ini hanyalah wajah yang nampak bersalah dan mata berkaca-kaca.


Calvin melerai pelukannya. "Kita pulang sekarang." Ucapnya lalu kembali memasang wajah datarnya. Dan tanpa mengatakan apa pun lagi, Calvin pun kembali menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Suasana di dalam mobil pun kembali hening karena Calvin dan Bianca hanya diam dengan pemikirannya masing-masing.


Calvin... aku sungguh bingung dengan sikapmu saat ini. Aku sungguh tidak dapat menerjemahkan arti sikapmu yang berubah-ubah. Kau terlihat bersalah dan senang mengetahui kehamilanku. Namun wajahmu yang kembali dingin membuatku meragu menafsirkan apa yang ada di hatimu.


Dua puluh menit berlalu, mobil Calvin pun sudah sampai di depan rumah mereka.


"Ayo turun." Ajak Calvin dengan nada datarnya pada Bianca yang nampak terdiam di posisinya.


"Agh, ya." Balas Bianca lalu segera keluar dari dalam mobil.


Melihat suasa di dalam rumah yang nampak kosong membuat Calvin langsung membawa Bianca masuk ke dalam kamar mereka.


Saat sudah berada di dalam kamar, tanpa aba-aba Calvin pun langsung memeluk erat tubuh Bianca.


"Maaf." Ucap Calvin dengan pelan. "Maaf kerena sudah berbuat kasar kepadamu." Lanjut Calvin kemudian. Calvin pun melerai pelukannya lalu menatap wajah Bianca dengan intens. "Sudah berapa lama?" Tanya Calvin sambil menurunkan pandangan ke perut Binca.


Bianca pun turut menatap pada perutnya yang masih datar. "Baru berjalan lima minggu." Balas Bianca yang seolah mengerti pertanyaan suaminya.


"Kau sudah mengeceknya ke dokter?" Tanya Calvin dengan wajah bahagia yang tersembunyi oleh wajah dingin dan datarnya.


Bianca mengangguk. "Baru beberapa hari yang lalu aku mengeceknya." Balas Bianca.


Calvin kembali memeluk tubuh Bianca. "Terimakasih karena telah kembali mengandung anakku." Ucap Calvin mengungkapkan kebahagiaannya lewat pelukannya.

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak marah?" Tanya Bianca memastikan.


"Aku bahagia." Balas Calvin dengan singkat dan datar seperti biasanya.


Bianca melebarkan senyumannya lalu membalas pelukan suaminya.


Walau pun kau tidak mencintaiku, namun aku cukup senang kau mau menerima kehadiran anak kita. Batin Bianca merasa senang dan sedih.


"Calvin... untuk apa yang kau lihat tadi benar-benar tidak sesuai dengan apa yang ada di pemikiranmu." Ucap Bianca.


Wajah Calvin pun berubah dingin saat mendengar ucapan Bianca yang membuat emosinya kembali naik.


Tak ingin Calvin semakin berpikiran yang tidak-tidak, Bianca pun menjelaskan apa yang mereka bicarakan tadi hingga tanpa sengaja membuat mereka bersentuhan. Setelah mendengar penjelasan Bianca, Calvin pun semakin merasa bersalah telah menuduh istrinya yang tidak-tidak dan mengeluarkan perkataan kasar pada istrinya.


***


Hai semuanya... Untuk kisah Calvin dan Bianca aku tutup sampai di sini ya... seperti yang aku katakan sejak awal, jika cerita Calvin dan Bianca tidak terlalu panjang dan cukup sampai di sini.


Eit, tapi bagi kalian yang masih ingin membaca kelanjutan cerita Calvin dan Bianca nanti aku usahakan buat extra chapternya ya๐Ÿ˜‰


Dan buat yang sudah menantikan kisah Dika dan Hana, sesuai ucapan aku bulan lalu, aku akan menerbitkannya di awal bulan ini dan di buku yang baru tentunya.


Terimakasih buat teman-teman semua yang sudah memberikan banyak dukungan untuk karya aku. Aku sangat berterimakasih atas dukungan kalian selama ini๐Ÿ˜‰

__ADS_1


Maaf jika cerita aku di judul ini tidak sesuai yang kalian harapkan dan kalian mau. Aku hanyalah penulis yang masih belajar dan banyak kekurangan. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih dan sampai jumpa di buku berikutnya yang akan terbit besok hari ya๐Ÿ˜Š


__ADS_2