Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Bucin....


__ADS_3

"Diamlah. Atau aku akan mencekik lehermu!" Ancam Dika dengan menatap William tajam.


William melipat bibirnya. "Kau ini terlalu serius sekali." Ledeknya sambil merenggangkan dasi yang terasa mencekik lehernya.


Dika mendengus. Kemudian menyeruput kopi hitamnya hingga tandas seakan-akan pria itu tengah kehausan.


"Lebih baik kau berbicara tentang permasalahanmu saat ini dari pada membahas yang tidak penting!" Cetus Dika saat melihat mulut William hendak berbicara.


Lidah William berdecak. Menyandarkan tubuhnya di sofa kulit empuk itu hingga tubuhnya hampir terbenam di sana. "Kau tahu hidupku saat ini sangat sulit." Desah William memijit pelipisnya.


Gerry dan Dika menatap serius pada William. Bersiap menjadi pendengar yang baik untuk permasalahan rumah tangga sahabatnya


"Apa kau sudah mengetahui siapa wanita yang dijumpai Rania waktu itu?" Tanya Gerry mengingat percakapannya dan Gerry tempo hari di telefon.


William menggeleng. "Mungkin sebentar lagi Steve akan mengirimkan rekaman CCTV tentang siapa wanita yang berjumpa dengan Rania waktu itu."


Gerry dan Dika hampir mengangguk bersamaan.


"Apakah kau sudah menyiapkan cara untuk menahan Rania agar tetap berada di sisimu jika Rania mengetahui rahasia besar yang kau sembunyikan darinya?" Tanya Gerry dengan serius.


William mengangguk. "Aku akan membuatnya secepatnya untuk hamil anakku." Tekad William.


"Apa kau yakin Rania akan mau memberikan hakmu kepadanya?" Ledek Dika.


William tertawa sinis. "Aku bahkan sudah menidurinya selama dua hari terakhir ini." Ucapnya merasa bangga.


"Apa?!" Gerry dan Dika terbelalak.

__ADS_1


"Bersikaplah biasa saja. Informasi ini tidak terlalu mengejutkan jika dari pria sepertiku."


"Cih. Apa kau memaksanya?" Gerry menghunuskan tatapan tajam pada William.


William menaikkan kedua alis matanya.


"Kau jangan macam-macam!" Hardik Gerry tak terima jika Rania mendapatkan perlakuan buruk dari sahabatnya. "Rania sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Jika kau berani menyakitinya akan ku habisi kau!" Ancam Gerry.


Tawa William terdengar menggelegar. "Tidak perlu seserius itu. Rania menyerahkan tubuhnya dengan suka rela untukku. Walau aku tahu dia melakukan itu hanya untuk melakukan kewajibannya sebagai istri." Ucap William dengan nada yang sudah berbeda.


William mengingat jika Rania tidaklah begitu siap saat ia meminta haknya waktu malam itu. Namun Rania tetap memberikan hak suaminya karena wanita itu sadar akan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Ada satu hal yang harus kau ketahui William. Walau pun Kyara melarangku untuk memberitahukan hal ini kepadamu, namun aku rasa kau harus mengetahuinya." Ucap Gerry.


Pandangan William dan Dika pun seketika tertuju pada Gerry.


Tring...


Suara deringan telefon dari layar ponselnya membuat Gerry menghentikan niatnya untuk berbicara. Melihat tindakan Gerry yang lebih mengutamakan mengambil ponselnya di atas meja kerjanya membuat William berdecak.


"Hallo, sayang..." Suara Gerry terdengar mengalun saat mengangkat telefonnya.


Menyadari jika Kyaralah yang menjadi pengganggu percakapan mereka membuat William hanya bisa membuang nafas kasar di udara.


"Tunggulah sebentar. Aku ingin melakukan panggilan video dengan anak dan istriku." Ucap Gerry tanpa rasa bersalah. Gerry pun segera menuju kamar pribadinya meninggalkan William yang kesal akan tingkahnya.


"Dia benar-benar bucin setelah berhasil mengambil hati istrinya kembali!" Ucap Dika membuat William menatapnya dengan kening mengkerut dalam.

__ADS_1


"Apa itu bucin?" Tanya William dengan bingung.


Dika menatap malas pada William. "Kau sudah setua ini dan tidak tau apa itu bucin?" Tanya Dika lagi memastikan.


"Tentu saja tidak. Memang apa itu bucin?" William begitu penasaran dengan istilah yang baru didengarnya.


"BUDAK CINTA." Balas Dika dengan keras.


***


^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^


^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^


^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^


^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^


^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^


^^^Like^^^


^^^Komen^^^


^^^Vote^^^


^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^

__ADS_1


__ADS_2