Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Jam yang hilang


__ADS_3

Pagi itu, suasana di dalam kamar William dan Rania dihebohkan oleh teriakan William karena kehilangan jam tangan kesayangannya. "Sayang... Apa kau melihat dimana jam tanganku?" Tanya William sambil membuka satu persatu laci nakas.


Rania yang baru saja masuk ke dalam kamar nampak melebarkan kedua bola matanya saat melihat ranjang yang sudah ia rapikan sudah berserakan kembali bahkan alas kasurnya juga hampir terlepas.


"William... Apa yang kau lakukan?" Tanya Rania merasa kesal sambil berjalan ke arah suaminya.


"Jam tangan kesayanganku hilang. Dan aku lupa dimana aku meletakkannya!" Gerutu William sambil terus mengacak isi nakas.


"Oh ya ampun, Will..." Gerutu Rania sambil menghentikan tangan William yang masih mencari jam tangannya di dalam nakas. "Kau lupa atau pura-pura lupa jika jam tanganmu masih berada di dalam kamar mandi." Ucap Rania sehingga membuat William terdiam.


"Di dalam kamar mandi..." Gumam William lalu teringat sesuatu. William segera melangkah lebar masuk ke dalam kamar mandi saat mengingat dimana terkahir kalinya ia meninggalkan jam tangan kesayangannya. "Oh ya ampun... Gara-gara menerkam Rania saat pulang bekerja di dalam kamar mandi, aku harus meletakkan jam kesayanganku ini di dalam kamar mandi untuk pertama kalinya." Decak William akan kelakuan mesumnya sendiri.


"Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Rania saat William baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


William mengangguk dengan tersenyum jenaka. "Aku lupa jika aku belum sempat mengambilnya kemarin." Balasnya sedikit malu.


"Itulah akibatnya jika jiwa kemesumanmu tidak bisa diturunkan." Cibir Rania sambil menyisir rambutnya ke belakang.

__ADS_1


William tersenyum malu. Bahkan ia tidak melihat keberadaan jam tangan itu saat ia mandi tadi.


"Sayang... Ayo berangkat." Ajak William saat melihat Rania sudah nampak rapi dengan pakaian kerjanya.


"Ayo..." Balas Rania sambil menggandeng tangan William dengan manja.


Saat berada di depan lobby, Steve sudah nampak menunggu di depan mobil dengan wajah datarnya.


"Ayo berangkat, Steve!" Ajak William saat membuka pintu mobil untuk istrinya. "Sayang... Pelan-pelan jika kau ingin duduk. Baby bisa terkejut dengan pergerakanmu!" Tegur William saat melihat istrinya menjatuhkan bokongnya cukup keras di atas kursi.


"Bukankah itu, Sean?" Ucap Rania menatap pada kaca jendelnya dimana Sean baru saja keluar dari pintu lobby dengan menggunakan pakaian kerjanya. "Apa dia langsung bekerja hari ini, sedangkan baru dua hari yang lalu mereka menikah?" Gumam Rania bertanya-tanya.


"Tidak usah memikirkan bocah tengik itu!" Cetus William merasa tak suka saat Rania terlihat memperhatikan Sean dan bergumam tentang rivalnya itu.


"Aku hanya heran saja kenapa dia langsung bekerja hari ini." Ucap Rania dengan jujur.


"Mungkin saja dia merasa tidak betah berada di dekat istrinya." Ucap William dengan asal.

__ADS_1


Rania pun diam tanpa berniat berbicara lebih lanjut. Karena pemikirannya saat ini terpenuhi oleh Sean dan istrinya.


Sedangkan di dalam mobilnya, Sean nampak memijit pelipisnya yang terasa sakit sebab lagi-lagi ia harus menahan hasratnya untuk tidak menyentuh istrinya saat melihat betapa menggodanya Keyla dengan pakaian minimnya itu setiap malamnya.


Jika begini terus aku bisa-bisa gila! Amuk Sean entah pada siapa.


***


Komen, vote dan like dulu baru lanjut deh😌


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)

__ADS_1


__ADS_2