Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Sama-sama terluka


__ADS_3

Kyara pun menurut untuk duduk di kursi roda. Perawat mulai mendorong kursi roda menuju ruangan ICU dimana Gerry sedang ditangani.


"Maaf Nona, anda hanya bisa melihat pasien dari sini. Karna saat ini Tuan Gerry masih dalam penanganan dokter." Jelas perawat.


Kyara berdiri. Menatap tubuh tak berdaya suaminya dari pembatas kaca jendela. Air mata Kyara semakin luruh melihat tubuh Gerry yang kini dipenuhi alat-alat medis untuk menunjang kehidupannya. Kyara terisak dalam diamnya.


"Maafkan aku, Gerry..." Lirih Kyara menempelkan telapak tangannya di jendela kaca.


"Aku ingin melihat suamiku di dalam sana." Pinta Kyara dengan menghiba.


"Tunggulah sebentar, Nona. Sampai dokter memberikan izin." Ucap perawat.


"Sebaiknya anda kembali ke ruangan rawat anda Nona." Lanjutnya kemudian.


"Aku ingin tetap di sini." Tolak Kyara. "Pergilah. Aku sudah baik-baik saja."


"Tapi Nona..."


"Aku sudah baik-baik saja." Tekan Kyara lagi.


Perawat nampak menimbang. "Baiklah. Tapi anda duduklah di kursi tunggu. Saya akan menemui dokter dulu."


Kyara mengangguk. Perawat pun mulai menuntun Kyara untuk duduk di kursi tunggu.


Jarum jam terus berputar ke arah kanan. Kyara masih setia menunggu suaminya di depan ruang ICU.

__ADS_1


"Kenapa aku selalu saja membuat hidupmu sulit, Gerry... Maafkan aku... Maaf... Hiks... Hiks..." Kedua kelopak mata Kyara nampak membengkak karena sudah terlalu lama menangis.


Sudah hampir tiga jam Kyara menunggu di luar ruangan. Namun sampai saat ini ia belum diperbolehkan untuk masuk menemui suaminya. Kyara masih setia menunggu. Hingga matanya mulai memberat. Kyara tak bisa lagi menahan rasa kantuknya hingga ia pun tertidur dengan sisa air mata di kedua sudut matanya.


*


Derap suara sepatu yang berbenturan dengan lantai membuat Kyara terbangun dari tidurnya. Kyara menoleh ke sumber suara. Di sana ia dapat melihat jika Kakek Surya, Papa Johan dan Mama Riana sedang berjalan cepat ke arahnya.


"Kakek... Mama... Papa..." Lirih Kyara menahan isak tangisnya. Kyara pun bangkit.


"Kyara..." Mama Riana buru-buru menghambur memeluk menantunya.


"Mama... Hiks..." Kyara tak dapat membendung isak tangisnya. Perasaan bersalah mulai memenuhi relung hatinya.


"Bagaimana keadaan Gerry, sayang?" Tanya Mama Riana setelah pelukannya terlepas. Kemudian menatap kondisi menantunya yang tak kalah memprihatinkan.


"Maafkan Kyara, Mama... Maafkan Kya, Kakek... Pa...." Kyara menangis tersedu-sedu memegang kaki Mama Riana. "Ini semua salah, Kya..." Lanjutnya semakin hancur.


"Kya... Hei... Apa yang kau lakukan..." Mama Riana buru-buru membantu menantunya untuk bangkit. Begitu pula Papa Johan. Sedangkan Kakek Surya tak lagi bisa membendung air matanya.


"Ini semua salah, Kya. Seandainya Gerry tidak menolong Kyara, pasti Gerry sekarang baik-baik saja..." Raungnya.


"Kyara..." Saut Kakek Surya mendekat pada cucu mantunya.


"Ka-kakek... Hiks..." Kyara hendak merendahkan tubuhnya, namun Kakek Surya dengan cepat menahannya.

__ADS_1


"Kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. Ini semua sudah takdir. Gerry melakukan itu semua karna ia ingin melindungi wanita yang ia cintai." Ucap Kakek Surya mengelus pundak Kyara yang bergetar.


Deg


Lagi-lagi perasaan bersalah menghantui Kyara. Hingga sampai Gerry mengorbankan tubuhnya untuk menyelamatkan dirinya, ia tak kunjung membalas perasaan cinta suaminya itu.


Maafkan aku, Gerry. Maafkan aku...


Kyara hanya bisa menahan rasa bersalahnya. Sudah terlalu banyak perjuangan yang dilakukan Gerry untuk membahagiakannya dan membalas rasa sakit yang dialaminya selama ini. Namun ia bagaikan batu yang tidak dapat melihat semua itu. Ia terlalu mementingkan perasaannya sendiri hingga melupakan jika Gerry sama-sama terlukanya seperti dirinya selama ini.


***


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺


__ADS_2