
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Bianca yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi menatap pada Calvin yang kini sedang memainkan ponselnya di atas ranjang.
"Tumben sekali dia belum tidur." Gumam Bianca pelan lalu berjalan ke arah meja rias. Bianca pun melakukan aktivitasnya sebelum tidur dengan mengoleskan krim malam di wajahnya. Setelah merasa cukup dengan aktivitasnya di depan meja rias, Bianca pun bangkit lalu berjalan ke arah sofa.
"Bianca." Suara Calvin terdengar datar saat memanggil namanya membuat langkah Bianca terhenti lalu menatap pada Calvin.
"Ada apa?" Tanya Bianca.
"Besok aku tidak pergi ke kota C."
__ADS_1
"Kenapa? Bukankah setiap minggu kau selalu berangkat ke sana untuk melihat perusahaanmu?" Tanya Bianca bingung.
"Karena Cilla memintaku untuk tetap tinggal di sini dan menemaninya bermain di depan rumah bersama denganmu juga." Jelas Calvin.
"Oh..." kepala Bianca mengangguk. Bianca cukup paham jika Calvin selalu menuruti keinginan putrinya dan sangat sulit untuk menolaknya. Bianca pun kembali melangkah. Namun lagi-lagi suara Calvin menghentikannya.
"Dua hari lagi William dan Rania akan berkunjung ke sini." Ucap Calvin memberitahu.
Senyuman pun seketika terbit di kedua sudut bibir Bianca. "Benakah? William dan istrinya akan datang?" Bianca berusaha menutupi rasa bahagianya dengan menahan senyumannya agar tidak semakin lebar.
William... aku sungguh merindukanmu dan yang lainnya. Walau pun kau hanya datang berdua dengan istrimu, namun itu sudah cukup bagiku. Bianca pun kembali melangkah setelah memastikan Calvin tak lagi bersuara.
__ADS_1
Cukup lama Bianca habiskan waktu duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya. Hal yang sudah biasa ia lakukan sebelum tidur semenjak menikah dengan Calvin. Bianca lebih memilih Calvin tertidur lebih dulu barulah ia akan turut bergabung di atas ranjang. Jarak diantara mereka yang masih terasa jauh tak seperti pasangan suami istri lainnya membuat Bianca lebih memilih untuk menjaga jarak agar hatinya tak semakin terluka dengan sikap dingin suaminya.
"Sepertinya dia sudah tidur." Gumam Bianca lalu saat melihat Calvin tak lagi memainkan ponselnya dan sudah berbaring membelakanginya.
"Hoam... aku sungguh mengantuk." Gumamnya lalu bangkit dari sofa. Berjalan menuju ranjang lalu dengan hati-hati menaikinya agar tidak mengganggu tidur suami dinginnya.
Bianca pun menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya lalu memejamkan kedua matanya. Tak memakan waktu lama, wanita itu pun sudah nampak terlelap dengan hembusan nafas yang terdengar teratur.
Tidak seperti yang Bianca duga, ternyata Calvin tidaklah tidur. Pria itu hanya berpura-pura tidur agar Bianca cepat naik ke atas ranjang untuk tidur karena tadi ia sempat melihat Bianca menguap beberapa kali saat duduk di atas sofa.
Pandangannya pun tertuju pada wajah Bianca yang nampak damai dalam tidurnya. Cukup lama Calvin memperhatikan setiap pahatan dari wajah istrinya itu yang sangat mirip dengan Cilla putrinya. Setelahnya Calvin pun memilih turun dari ranjang dengan hati-hati. Kemudian kakinya melangkah menuju arah balkon.
__ADS_1
"Roselina..." gumamnya menyebutkan satu nama yang masih tertanam di hatinya. Wajah Calvin berubah sendu. Bayangan-bayangan masa lalunya bersama dengan Roseline selalu menghantui pemikirannya.
Calvin menatap pada langit hitam malam itu. Pandangannya menerawang jauh. "Apa kau sudah bahagia di atas sana saat ini?" Ucapnya seolah berbicara dengan mantan kekasihnya yang telah pergi jauh meninggalkannya.