Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kenapa tidak lagi menyentuhku?


__ADS_3

"Bicaralah dengan benar atau aku akan memenggal kepalamu!" Seru Gerry saat mereka sudah berada di balkon apartemen William.


Setelah perdebatan Gerry dan William tadi, Dika memutuskan untuk mengajak dua sahabatnya untuk duduk di balkon sambil menikmati kopi yang baru saja dipesannya.


William terdiam. Tatapannya memandang jauh dengan tatapan kosong.


"William..." Panggil Dika saat pria bule itu terdiam cukup lama.


"Saat ini aku hanya bingung dengan kehidupan yang sedang aku jalani." William menyandarkan tubuhnya. Helaan nafasnya kian melambat. "Jika kau bertanya apa alasan yang membuat aku seperti saat ini jawabanmu sedikit benar. Pernikahan yang akan aku jalani menjadi salah satu alasannya." Ucap William mengarah pada Dika.


"Apa yang membuatmu bimbang? Bukankah kau sudah cukup mengenal Rania dan bagaimana sikap wanita itu." Tanya Dika.


"Entahlah... Namun ada satu hal besar yang menjadi pendorong aku sangat berat menerimanya saat ini."


"Apa karena kau masih mencintai istriku?" Sela Gerry mengeluarkan pemikirannya.


William tertawa. "Aku sudah belajar mengikhlaskan istrimu. Lagi pula kalian sudah memiliki anak. Tidak ada alasan bagiku untuk tetap mencintai istrimu." Jawab William dengan yakin.


"Lantas? Rania wanita yang baik. Dan kau pasti tahu itu!" Tekan Gerry.


William mengangguk. "Rania memang wanita yang baik. Dan tidak alasan bagiku untuk menolaknya. Namun, kau tahu bukan pernikahan yang diawali tanpa cinta itu akan berujung seperti apa? Dan aku tidak ingin berakhir tragis seperti dirimu." Cibir William.


"William... Aku sedang tidak ingin bercanda!" Seru Gerry lagi.

__ADS_1


Gerry dan Dika menatap pada William yang sedang menatap mereka dengan serius.


"Bianca telah kembali." Ucap William membuat Gerry dan Dika seketika melebarkan kedua bola mata mereka.


***


Sore itu Kyara nampak sedang menatap pantulan tubuhnya di cermin kamar mandi. Akhir-akhir ini banyak pertanyaan yang timbul di benaknya kenapa Gerry tidak pernah menuntut haknya sebagai seorang suami setelah pria itu sadar dari komanya.


"Apa Gerry tidak lagi berselera dengan tubuhku? Apa tubuhku memang sudah jelek setelah melahirkan Rey? Tapi... Rasanya tidak." Guman Kyara memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan. "Tapi... Kenapa Gerry tidak pernah menyentuhku lagi." Lirih Kyara yang merasa sedih. "Padahal awal pernikahan dulu Gerry selalu memangsaku setiap saat dengan kasar. Dan sekarang kenapa tidak lagi?" Pertanyaan itu terus bersarang di benaknya.


Lelah dengan pemikiran buruknya. Kyara pun memutuskan keluar dari dalam kamar mandi untuk menghubungi Rania untuk mencari solusi tentang permasalahan yang sedang ia alami.


"Apa?! Jadi aku harus menggunakan pakaian yang diberikan Mama waktu itu?" Ucap Kyara sedikit terkejut dengan saran yang Rania berikan.


"Bagaimana bisa seperti itu?" Kyara masih tidak mengerti akan perkataan Rania.


Coba kau pikir saja. Lelaki mana yang tidak bergairah saat berada satu kamar dengan lawan jenisnya. Bahkan setiap malam Pak Gerry selalu memelukmu tanpa mencium bibirmu. Apa itu tidak aneh? Mungkin saja Pak Gerry sudah tidak memiliki nafsu lagi.


"Kau ini jangan berbicara sembarangan!" Seru Kyara merasa tak terima.


Aku hanya berbicara apa yang ada di dalam pemikiranku, Kya... Lagi pula Pak Gerry itu sangat aneh tidak pernah menyentuhmu bahkan mencium bibirmu lama. Bukankah dulu dia sangat agresif saat berada di atas ranjang. Dan dengan sifatnya saat ini, apakah itu tidak aneh?


"Sudahlah. Jangan dilanjutkan!" Kyara merasa takut jika perkataan Rania itu benar.

__ADS_1


Jadi....


"Baiklah, aku akan memakai pakaian itu nanti malam." Balas Kyara mengambil keputusan yang bijak.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (On Going)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...

__ADS_1


__ADS_2