Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Memeriksakan


__ADS_3

Dokter Ricky masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa mengalihkan perhatian Gerry dari William. "Kau terlihat baik-baik saja, Gerry? Lalu siapa yang sakit?" Tanya Dokter Ricky dengan kesal. "Apa kau tahu bahwa aku sampai menunda jadwal operasi karena panggilan dadakan dari asistenmu!" Dokter Ricky masih bersungut-sungut dengan wajah masam.


Wajar saja jika Dokter Ricky berbicara frontal kepada Gerry. Karena mereka memang sudah berteman sejak kecil. Pertemanan mereka terjalin karena orang tua Gerry yang merupakan sahabat dari orangtua Dokter Ricky.


"Terlalu banyak bicara! Masuklah ke dalam jika kau ingin tahu siapa yang merepotkanmu hari ini!" Cetus Gerry.


Mendengar ucapan Gerry, Dokter Ricky pun masuk ke dalam kamar. Dilihatnya sosok wanita cantik dengan tubuh mungil tertidur di atas ranjang dengan William duduk di sampingnya.


"Apa dia kekasihmu, William?" Tanya Dokter Ricky. Matanya menelisik setiap inci tubuh Kyara. "Dia sangat cantik. Walau dalam keadaan pucat seperti ini." Puji Dokter Ricky. "Kau sangat pandai dalam memilih kekasih tidak seperti Gerry." Lanjutnya terkekeh diakhir ucapannya.


"Dia bukan kekasihku. Tapi calon kekasihku!" Tekan William. "Cepatlah kau periksa dia! Kenapa dia bisa pingsan!" Ucap William cepat. Raut wajahnya kembali menunjukkan kekhawatiran.

__ADS_1


Gerry mengepalkan kedua tangannya mendengar celotehan dua orang pria di depannya.


"Jaga emosi anda, Tuan..." Bisik Jimmy melihat wajah Gerry yang sudah merah padam. Di dalam hatinya Jimmy sedikit bersyukur jika Tuannya itu sudah menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada istrinya walau Gerry selalu menyangkalnya.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya William setelah Dokter Ricky selesai melakukan pemeriksaan. Sedangkan Gerry lebih memilih duduk di kursi kerjanya dari pada melihat pemandangan yang merusak matanya.


"Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Wanita ini hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran sehingga membuat tubunya tidak feed. Dan—" Ucapan Dokter Ricky terhenti ketika menyadari jika William bukan bagian dari keluarga Kyara. Ada hal penting yang harus ia bicarakan masalah Kyara yang sepertinya mendapatkan kekerasan seksual. Dan Dokter Ricky tidak mungkin memberitahukan itu kepada William yang jelas bukan siapa-siapa Kyara.


"Tidak ada. Aku sudah menuliskan obat yang bisa kau tebus di apotek. Setelah meminum obat keadaannya akan segera pulih kembali. Yang harus ia jaga adalah untuk tidak terlalu banyak pikiran karena bisa berakibat buruk pada kesehatannya." Jelas Dokter Ricky.


William mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Sebaiknya kau keluar dulu. Biarkan dia istriahat! Dia tidak akan kenapa-napa walau kau tidak ada di sini!" Sindir Dokter Ricky melihat William yang masih setia di samping Kyara.


William mendengus. "Si*lan!" Umpatnya pada Dokter Ricky. Namun ia tetap mengikuti perintah Dokter Ricky untuk meninggalkan Kyara di dalam kamar.


"Apa sudah selesai Dokter Ricky?" Tanya Asisten Jimmy melihat Dokter Ricky keluar dari dalam kamar diikuti William di belakangnya.


"Saya sudah melakukan pemeriksaan pada wanita itu. Wanita itu hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran sehingga membuat tubunya tidak feed. Saya sudah memberi resep obat pada William. Untuk sekarang biarkan dia istirahat sampai ia sadar." Jelas Dokter Ricky ketika melihat Gerry seperti meminta penjelasan padanya.


Asisten Jimmy dapat menangkap ada hal yang disembunyikan Dokter Ricky.


"Kalau begitu terimakasih. Anda bisa kembali ke rumah sakit sekarang." Ucap Asisten Jimmy dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


*


__ADS_2