
Kyara hanya diam dalam tangisannya. Tangannya masih terus mengelus kepala Baby Rey agar bayinya itu tenang. Hingga beberapa menit berlalu, akhirnya Baby Rey pun sudah terlelap di dalam pelukan Kyara.
"Bawa Rey ke dalam kamar saja agar dia lebih nyaman untuk tidur." Ucap Gerry mengarahkan pandangan pada pintu dimana kamar yang ada di ruangannya berada. Gerry pun segera mengambil alih Baby Rey ke dalam gendongannya.
Kyara mengikuti langkah Gerry masuk ke dalam kamar yang ada di ruangan itu.
"Tidurlah jika kau lelah." Ucap Gerry mengelus kepala Kyara yang sedang menepuk bokong Baby Rey.
"Aku tidak lelah." Kyara menampilkan senyuman paksanya.
Gerry menghela nafas panjang. "Apa kau sudah makan?" Tanyanya.
Kyara mengangguk. Kemudian kepalanya tertunduk. "Bagaimana dengan makan siangmu? Kotak bekal makan siangmu terjatuh di lobby." Lirih Kyara merasa sedih.
Gerry melebarkan senyumannya. "Tenanglah. Kotak bekal itu sudah berada di ruanganku." Terang Gerry.
"Tapi... Kau tidak mungkin memakannya." Kyara nampak merasa bersalah.
"Tidak mungkin kenapa?" Sebelah alis Gerry tertarik ke atas.
"Karena kotak bekalnya sudah terjatuh ke lantai. Dan kau tidak mungkin mau memakannya."
__ADS_1
Gerry tertawa. "Jika aku tidak ingin memakannya. Lantas buat apa aku dengan susah menyuruh Jimmy untuk mengambilnya dan membawakannya ke ruanganku. Lagi pula kotak bekal itu hanya terjatuh. Dan makanan di dalamnya tidak tumpah dan kotor."
Kyara seketika tersenyum. "Benarkah kau akan tetap memakannya?"
Kepala Gerry dengan cepat mengangguk. "Tentu saja..." Balasnya ikut tersenyum. "Ayo keluar. Sepertinya bekal yang kau bawa cukup banyak. Kita bisa memakannya berdua." Ucap Gerry sambil menarik tangan Kyara.
Kyara mengangguk dan turun dari ranjang.
*
Sesuai perkataan Gerry, siang itu aula perusahaan nampak dipenuhi oleh banyak karyawan dari berbagai devisi dan para OB pun turut menghadiri pengumuman yang akan Gerry sampaikan.
"Saya dan Kyara sudah menikah sejak dua tahun yang lalu. Pernikahan kami selama ini memang ditutupi karena alasan tertentu yang tidak bisa saya sebutkan."
Layar pun mulai berganti dengan foto Baby Rey yang baru lahir satu tahun yang lalu.
"Beberapa bulan setelah menikah, Kyara pun hamil. Dan kami dipercayai oleh Tuhan untuk diberikan keturunan yang sudah lahir satu tahun yang lalu. Putra tampan kami yang bernama Reynard Abrisam Bagaskara adalah bukti cinta saya dan istri saya selama ini." Gerry menatap layar monitor dengan berkaca-kaca.
Beberapa foto perkembangan Baby Rey pun mulai ditampilkan hingga usia Baby Rey menginjak satu tahun. Para karyawan yang menghadiri acara itu pun turut terharu melihat wajah Baby Rey yang sangat mirip dengan wajah presdir mereka.
"Istri saya memang bukanlah wanita sempurna. Dan mungkin kalian semua sudah mengetahui latar belakang istri saya sebelumnya. Namun dari pada itu semua, kehadirannya di hidup saya dapat menyempurnakan hidup saya yang jauh dari kesempurnaan." Slide terakhir pun menampilkan foto Gerry dan Kyara yang sedang menggendong Baby Rey.
__ADS_1
Kyara yang berada di samping Gerry tak dapat menahan tangisannya. Gerry masih terus menyampaikan pengumuman yang akan merubah pemikiran orang-orang kepadanya. Tangannya masih terus menggenggam tangan Kyara yang terasa dingin hingga pengumuman itu ditutup dengan kenaikan gaji para karyawannya pada bulan ini sebagai rasa syukur atas kenikmatan yang telah Tuhan berikan kepadanya.
***
...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...
Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (On Going)
Jangan lupa beri dukungan dengan cara
Like
Komen
Vote
Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...
__ADS_1