Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Aku sudah ingin memilikinya


__ADS_3

"Gerry... Apa yang kau bicarakan!" Kyara menepuk punggung tangan suaminya. Merasa malu dengan apa yang Gerry katakan.


"Memangnya aku mengatakan apa?" Tanya Gerry dengan bingung melihat kemarahan Kyara.


"Tidak sampai satu menit mengatakannya dan kau sudah lupa apa yang kau katakan?" William dibuat menggeleng oleh tingkah Gerry.


"Kyara... Kak Gerry..." Ucap seseorang tiba-tiba membuat mereka mengalihkan pandangan ke sumber suara.


"Rania..." Kyara melebarkan senyumannya.


"Kau ada di sini?" Tanya Rania begitu senang melihat wajah sahabat baiknya.


"Ya. Aku dan Gerry sedang makan bakso di sini." Balas Kyara seraya tersenyum.


"Boleh aku ikut bergabung?" Pinta Rania yang diangguki cepat oleh Kyara.


"Will... Sepertinya aku ingin makan di sini saja." Ucap Rania yang membuat William melongo dengan tingkah istrinya.


"Tapi baksonya sudah dibungkus." Ucap William menunjuk pada tukang bakso yang kini sudah membungkus bakso yang ia pesan.


"Tak masalah. Aku bisa menuangkan baksonya ke dalam mangkok." Ucap Rania dengan santai lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Kyara.


William menghela nafasnya. Lalu menghampiri tukang bakso untuk membuatkan satu porsi bakso lagi untukknya di dalam mangkok.


"Kau ingin makan juga?" Tanya Rania yang mendengar percakapan William dan tukang bakso.

__ADS_1


"Ya. Aku akan menemanimu makan." Balas William.


Rania mengangguk paham lalu melanjutkan percakapannya dengan Kyara.


Sedangkan di dalam mobil, Steve lagi-lagi dibuat menggeleng karena harus menunggu Tuan dan Nonanya untuk makan bakso lebih dulu tanpa memikirkan kondisinya yang sendirian di dalam mobil.


*


Di kediaman Bagaskara malam itu, Kyara nampak termenung di dalam kamar mandi memikirkan suaminya yang sepertinya ingin memiliki anak lagi. Walau pun ia dan Gerry sudah bersepakat jika akan menunda kehamilan sampai usia Rey sudah beranjak tiga tahun, namun saat mengingat kembali tingkah laku suaminya akhir-akhir ini membuat Kyara merasa jika Gerry sangat menginginkan seorang anak lagi darinya.


Seperti tadi sore, suaminya itu nampak menatap penuh harap padanya jika ia saat ini tengah mengandung, walau pun sebenarnya itu tidak mungkin mengingat Kyara selalu rutin meminum pil penunda kehamilannya.


"Sayang... Kau sedang apa di dalam sana? Kenapa lama sekali?" Tanya Gerry sedikit berteriak dari balik pintu.


"Sebentar... Aku sudah hampir selesai..." Balas Kyara yang juga ikut berteriak.


"Ada apa?" Tanya Kyara saat mendapati suaminya masih menunggunya di depan pintu.


"Rey nangis itu. Sudah aku kasih susu tapi gak mau diam juga." Ucap Gerry menunjuk pada pintu kamar putranya yang terhubung dengan kamarnya.


"Baiklah. Aku akan ke sana." Ucap Kyara lalu berjalan menuju pintu kamar putranya.


"Maaa..." Baby Rey yang masih menangis sambil berteriak itu seketika terhenti saat melihat wajah Mamanya.


"Kenapa nangis hem?" Tanya Kyara sambil menggendong tubuh putranya.

__ADS_1


"Mi..." Ucapnya menunjuk pada dada Kyara.


Gerry menepuk jidatnya. "Mau mimi langsung darimu sepertinya itu." Ucap Gerry yang dijawab kekehan oleh Kyara.


"Mau mimi, ya?" Tanya Kyara.


"Iya..." Balas Baby Rey seolah mengerti.


Kyara tersenyum lalu membawa Baby Rey menuju kursi untuk menyusuinya.


"Jika Rey punya adik pasti sangat menyenangkan." Ucap Gerry sambil mengelus kepala putranya.


Kyara terdiam. Lagi-lagi Gerry membahas perihal anak padanya.


"Apa kau sudah ingin memiliki anak lagi, Gerry?" Tanya Kyara dengan serius.


Gerry menghela nafasnya. "Sejujurnya iya. Aku sudah ingin memiliki anak lagi denganmu. Aku sangat ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi suami siaga yang menjaga istrinya saat sedang hamil. Karena aku sudah melewatkan masa itu saat Rey masih berada di dalam perutmu." Ucap Gerry dengan jujur.


***


Vote, komen dan likenya dulu baru lanjut lagi ya😌


Sambil menunggu cerita HSM update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺


- Dia Anakku, Bukan Adikku (On Going)

__ADS_1


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


__ADS_2