Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Mengajak bertemu


__ADS_3

"Baiklah. Aku bisa mengatakannya esok hari." Guman Bianca lalu berjalan mendekati ranjang.


Sebelum menaiki ranjang, Bianca memilih untuk menatap wajah suaminya berlama-lama lebih dulu sambil mengelus perut ratanya. Senyuman tipis pun terbit di kedua sudut bibirnya saat mengingat betapa Calvin sangat menginginkan mereka untuk kembali memiliki anak.


"Aku harap kau benar-benar tulus menginginkan kehadiran seorang anak lagi dari rahimku." Gumam Bianca. Bianca pun memutuskan pandangannya lalu menaiki ranjang dengan hati-hati agar tak menimbulkan suara.


Sebelum turut menyusul Calvin ke alam bawah sadarnya, Bianca lebih dulu memilih memainkan ponselnya sambil menunggu matanya lelah dan mengantuk. Pada saat matanya sedang fokus menatap foto-foto zaman dulunya bersama sahabatnya, sebuah notifikasi pesan masuk pun mengalihkan perhatian Bianca.


"Tuan James? Ada apa Tuan James menghubungiku malam-malam begini?" Ucap bianca dalam hati. Bianca pun membuka pesan yang dikirimkan Tuan James padanya. "Bertemu di restoran? Tidak biasanya Tuan James mengajakku bertemu jika bukan di perusahaannya." Ucap Bianca lagi dalam hati dengan bingung. Tak ingin banyak berpikir, Bianca pun membalas pesan yang dikirimkan Tuan James dan menyetujuinya. Setelah cukup berbalas pesan dengan Tuan James, Bianca pun memilih mematikan layar ponselnya lalu ikut bergabung tertidur di sampimg Calvin.


*


"Apa tak masalah jika Daddy tidak mengantarkanmu pergi ke sekolah pagi ini?" Tanya Calvin pada putrinya yang baru saja bangun tidur. Sedangkan ia sudah nampak rapi dengan setelan pakaian kerjanya.


"Tak masalah. Aku bisa pergi bersama Mommy berdua saja, Dad." Balas Cilla.

__ADS_1


"Hari ini Dad memiliki banyak pertemuan penting yang harus Dad hadiri. Mungkin Dad juga akan pulang malam hari ini." Ucap Calvin lagi.


Cilla mengangguk paham. "Apa Daddy akan pergi bekerja pagi-pagi begini?" Tanya Cilla.


"Ya. Daddy harus berangkat sebentar lagi."


"Pergilah, Dad. Sampai bertemu nanti malam." Ucap Cilla lalu mencium kedua pipi Calvin.


Calvin pun membalas ciuman putrinya dengan mencium lama kening Cilla. "Baiklah. Kalau begitu Daddy berangkat dulu." Pamit Calvin yang diangguki oleh Cilla.


Calvin pun keluar dari dalam kamar Cilla lalu menyuruh pengasuh Cilla untuk masuk.


"Ya. Aku pergi dulu." Ucap Calvin dengan wajah datar dan dingin.


Bianca mengangguk. Menatap kepergian suaminya dengan tatapan sendunya.

__ADS_1


"Aku merasa tidak yakin jika dia akan senang saat mendengarnya." Gumam Bianca mulai meragu dengan sikap dingin dan datar suaminya yang belum hilang sepenuhnya.


*


Siang itu, Bianca berangkat menuju restoran yang menjadi tempat pertemuannya dengan James dengan mengendarai mobilnya seorang diri. Tidak memakan waktu lama di perjalanan, mobil Bianca pun telah sampai di depan restoran.


"Sepertinya Tuan James sudah sampai." Guman Bianca saat melihat mobil James sudah terparkir tidak jauh dari mobilnya.


Dan benar saj, saat masuk ke dalam restoran, pandangan Bianca langsung tertuju pada seseorang yang saat ini sudah duduk dengan gagahnya menunggu kedatangannya di salah satu kursi pengunjung.


"Maaf sudah membuat anda menunggu." Ucap Bianca saat sudah berada di dekat James.


James tersenyum. "Tak masalah. Duduklah." Ucapnya yang diangguki oleh Bianca.


"Ada perihal apa yang membuat anda mengajak saya bertemu siang ini? Apa tentang pekerjaan?" Tanya Bianca karena James memang tidak memberitahu alasan pertemuan mereka kali ini.

__ADS_1


"Tidak. Aku hanya ingin memberitahukan sesuatu yang mungkin sampai saat ini masih membuatmu penasaran dan bertanya-tanya." Balas James dengan tidak formal.


***


__ADS_2