
"Kya..." Sean dan Keyla kembali berteriak bersamaan.
"Dasar kau pria mesum!" Amuk Keyla lalu berusaha mengambil handuknya yang terjatuh di atas lantai. Namun usahanya itu berujung sia-sia saat Sean menahan pergelangan tangannya.
"Se-Sean... Apa yang kau lakukan..." Ucap Keyla dengan gugup saat melihat tatapan penuh gairah di wajah suaminya.
Sean hanya diam. Karena saat ini pandangannya hanya terpusat pada tubuh istrinya yang polos. "Kau yang memulainya, Keyla..." Gumam Sean sambil menahan gairahnya yang sudah di ubun-ubun.
Dengan sekali gerakan, Sean pun telah membawa tubuh Keyla dalam gendongannya dan berjalan ke arah ranjang.
"Sean... Turunkan aku!! Turunkan...!!" Pekik Keyla sambil menepuk punggung Sean dengan kedua gumpalan tangannya. Namun sayangnya, pergerakannya itu justru membuat Sean semakin dapat merasakan hangatnya tubuh polosnya.
Brak
Sean menjatuhkan begitu saja tubuh Keyla ke atas ranjang hingga membuat wanita itu sedikit meringis.
"Se-sean..." Keyla memundurkan tubuhnya ke belakang dengan menahan perasan malu karena saat ini Sean dapat melihat dengan jelas bentuk tubuh dalamnya.
__ADS_1
Sean menulikan telinganya. Pria yang sudah diliputi rasa gairah itu naik ke atas ranjang dan merangkak mendekati Keyla. Setelah mengikis jarak di antara mereka, Sean menghimpit tubuh Keyla dengan tubuhnya.
Keyla nampak gugup. Jiwa keberaniannya hilang begitu saja melihat wajah suaminya saat ini.
"Sean... Kau mau apa..." Keyla menutup erat kedua matanya. Tak sanggup menatap manik mata Sean yang kini tengah menatap dalam pada manik matanya.
"Aku menginginkanmu..." Bisik Sean di telinga Keyla.
"Sean... Kau jangan bercanda..." Keyla berusaha mendorong tubuh Sean dari atas tubuhnya. Namun usahanya sia-sia karena tubuh Sean jauh lebih besar darinya.
"Se—" Ucap Keyla melayang begitu saja di udara saat ia merasakan sesuatu benda kenyal membungkam bibir mungilnya. Keyla terbelalak. Merasakan ciuman pertamanya telah diambil oleh pria yang saat ini telah menjadi suaminya. Ciuman yang awalnya lembut itu pun mulai berubah menjadi ciuman yang lebih menuntut saat Sean mulai memperdalam ciumannya.
Merasa pasokan oksigennya mulai bekurang, Keyla pun menepuk dada Sean agar melepas ciuman mereka.
"Diamlah. Kau terlalu banyak berbicara." Ucap Sean sambil mengelap bibir Keyla yang basah oleh kelakuannya dengan jemarinya.
"Kau jangan melupakan kesepakatan kita di awal pernikahan hanya karena nafsumu yang sesaat karena kau akan menyesal bila melakukannya!" Keyla masih berusaha mencari cara agar Sean menghentikan niatnya. Lagi pula ia masih meragu ingin disentuh oleh pria yang tidak menganggap kehadirannya sebagai istrinya. Walau pun saat ini tak bisa ia elakkan jika ia sudah mulai terhanyut dalam permainan suaminya.
__ADS_1
"Aku tidak perduli!" Ucap Sean lalu mulai menanggalkan satu persatu pakaian kerjanya yang masih melekat di tubuhnya. Saat ini ia sungguh tidak sabar untuk menerkam istrinya yang sudah beberapa hari ini membuat gairahnya terus naik. Bahkan ia juga melakukan hal konyol dengan membeli obat tidur agar terhindar dari godaan tubuh istrinya.
Keyla semakin ketakutan. Kembali mencoba memundurkan tubuhnya hingga terbentur dengan kepala ranjang.
Sean nampak tersenyum menyeringai. Kembali melanjutkan kegiatannya melepas pakaian yang membungkus tubuhnya satu persatu. Hingga saat ia ingin melepas satu lembar pakaian yang tersisa di tubuhnya, Sean terpaksa menghentikannya saat mendengar suara pintu yang diketuk dari luar.
Tok
Tok
Tok
***
Maaf lama up ya gais... Aku lagi ada urusan keluar daerah hingga beberapa hari ke depan. Namun setelah itu, akan aku usahakan rutin up lagi ya😍
Beri dukungan dengan cara like, vote dan komennya dulu, yuk!
__ADS_1