Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Tidak mungkin bertengkar


__ADS_3

"Kita akan membawa Tuan William kemana, Tuan?" Tanya Jimmy saat mobil mulai melaju meninggalkan bar.


"Bawa dia ke apartemenku." Titah Gerry. Karena tidak mungkin ia membawa William kembali ke apartemennya setelah mendengar penjelasan Steve jika William dan Rania sedang bertengkar hebat.


Asisten Jimmy mengangguk. Membelokkan mobil ke arah kanan menuju apartemen lama Tuannya. Sedangkan Steve, pria itu mengikuti mobil mereka dari belakang menggunakan mobil William.


Brak


Gerry menjatuhkan tubuh William ke atas ranjang ruang kamar tamunya.


"Kau terlihat sangat kacau, Will." Gumam Gerry melihat wajah William. "Masalah apa yang membuat kau dan Rania bisa bertengkar? Aku rasa kau adalah pria yang bisa berpikir lebih jernih dari pada diriku selama ini. Dan Rania... Dia wanita yang cukup bijak." Gumam Gerry lagi dengan bingung.


Steve dan Jimmy pun membantu membuka pakaian dan juga sepatu William agar pria itu lebih nyaman dalam tidurnya. Setelah selesai, mereka pun keluar dari dalam kamar tamu.


"Jimmy..." Ucap Gerry pada asistennya saat Jimmy keluar dari kamar tamu.


Asisten Jimmy mendekat pada Gerry. "Iya, Tuan?"


"Saya pulang dulu. Karena Kyara pasti sangat mengkhawatirkan saya jika saya tidak kembali ke mansion. Kau dan Steve jagalah William di sini. Kalian bisa memakai kamar tamu yang lainnya untuk istirahat." Ucap Gerry yang diangguki Asisten Jimmy dan Steve.


"Jika ada apa-apa pada William, segera hubungi saya." Perintahnya.


"Baik, Tuan." Sahut Jimmy dan Steve berbarengan.

__ADS_1


Gerry pun segera melangkah meninggalkan apartemenya setelah menerima kunci mobil yang diberikan oleh Asisten Jimmy.


*


"Gerry..." Kyara yang sedang menunggu suaminya pulang di ruang tamu pun segera beranjak saat melihat Gerry memasuki mansion.


"Sayang... Kau tidak melanjutkan tidurmu?" Tanya Gerry dengan terkejut saat melihat istrinya tengah menunggunya di ruang tamu.


"Bagaimana aku bisa tidur sedangkan suamiku entah pergi kemana. Aku merasa tidak tenang dan khawatir." Tutur Kyara dengan wajah cemasnya.


"Maafkan aku. Karena aku tidak bisa memberitahumu jika aku belum memastikan kejadiannya sendiri." Ucap Gerry merasa bersalah. "Ayo naik. Kau harus melanjutkan tidurmu." Perintah Gerry mengambil tangan istrinya lalu menuntunnya untuk naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada.


"Gerry... Bukankah kau mengatakan jika akan menjelaskannya padaku tentang permasalahan tadi jika kau sudah pulang." Ucap Kyara menagih janji suaminya yang sudah membuatnya bertanya-tanya.


"Apa? Tapi bagaimana mungkin mereka bisa bertengkar?" Tanya Kyara dengan kening mengkerut dalam. Apalagi Kyara mengingat dengan jelas jika hubungan Rania dan William terlihat lebih baik akhir-akhir ini.


Gerry mengangkat kedua bahunya. "Entahlah... Aku juga tidak tahu pasti tentang permasalahannya. Aku hanya mendapatkan informasi dari Steve." Terang Gerry.


"Aku sangat mencemaskan keadaan Rania saat ini." Ucap Kyara dengan wajah cemasnya. "Sebaiknya aku menghubungi Rania saat ini." Tangannya hendak meraih ponselnya yang ada di atas nakas namun Gerry dengan cepat mencekalnya.


"Kau jangan menghubunginya lebih dulu."


"Kenapa? Aku sungguh mengkhawatirkan keadaan sahabatku, Gerry. Rania pasti sangat sedih karena bertengkar dengan William." Ucap Kyara mengutarakan isi pemikirannya.

__ADS_1


"Apakah kau tidak menyadari jika saat ini masih jam empat pagi? Mungkin saat ini Rania masih tertidur dan kau hendak mengganggu tidurnya? Lagi pula jika kau menghubunginya sekarang, mungkin saja Rania tidak akan berkata jujur padamu. Lebih baik kau menemuinya langsung esok hari." Saran Gerry.


***


Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)


Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!


Sambil menunggu cerita ini update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...

__ADS_1


__ADS_2