Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kembali bekerja


__ADS_3

Sudah dua hari ini William habiskan berada di apartemen merawat istrinya yang sedang sakit. Dan di hari ke tiga, kondisi Rania pun sudah mulai membaik walau pun masih merasakan gejolak mual dari dalam perutnya.


"Kau yakin akan bekerja hari ini?" Tanya William yang sedang mengenakan dasi melilit lehernya.


"Ya. Aku ingin bekerja. Aku sudah cukup bosan berada di apartemen dua hari ini." Keluh Rania. "Lagi pula kau juga sudah banyak meninggalkan pekerjaanmu karena merawatku." Lanjutnya kemudian.


"Baiklah. Tapi jika kau merasa tidak kuat untuk bekerja nanti, kau bisa menghubungiku." Perintah William.


"Iya, iya."


"Ya sudah ayo turun. Steve sudah menunggu di dalam mobil" Ajak William yang diangguki oleh Rania.


*


"Rania..." Suara Deby yang terdengar memanggil namanya membuat langkah kaki Rania terhenti.


Rania membalikkan tubuhnya. "Deby..." Sapa Rania dengan tersenyum.


"Kau sudah sehat?" Tanya Deby menatap wajah Rania yang masih nampak pucat.


"Ya... Aku sudah merasa sedikit baikan." Balasnya. Mereka pun melanjutkan langkah memasuki perusahaan.


"Tapi aku lihat wajahmu masih sedikit pucat." Ucap Deby kembali memperhatikan wajah Rania.


"Hanya sedikit. Tapi tubuhku sudah baik-baik saja." Balas Rania seraya tersenyum.


"Sebenarnya kau sakit apa?"

__ADS_1


"Hanya sakit biasa. Namum cukup membuat badanku lemas." Balas Rania apa adanya.


Ting


Pintu lift pun terbuka. Rania, Deby beserta karyawan lainny pun masuk ke dalam lift sehingga menghentikan percakapan mereka.


"Apa kau tahu berita terbaru dari Tuan Sean, Rania?" Tanya Deby setelah mereka keluar dari pintu lift.


"Berita terbaru? Apa itu?" Tanya Rania kembali


"Aku dengar Tuan Sean akan melangsungkan pernikahan beberapa minggu lagi dengan wanita pilihan ibunya." Ucap Deby membuat Rania menghentikan langkahnya.


"Apa?" Rania nampak terkejut. "Kau jangan bercanda." Balasnya tak percaya.


"Aku itu serius, Rania. Aku sempat mendengar percakapan Tuan Sean dan Tuan Felix kemarin sore di dalam ruangannya." Balas Deby meyakinkan.


"Bisakah kalian untuk tidak bergosip di pagi hari seperti ini!" Tegur Felix yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakang mereka.


"Astaga... Kau mengagetkan kami saja!" Cecar Rania sambil mengelus dadanya.


"Lebih baik kalian segera bekerja sebelum energi kalian terkuras sia-sia oleh gosip tidak bermutu kalian pagi ini." Sindir Felix lalu segera berjalan meninggalkan Rania dan Deby yang terpaku menatap punggungnya.


"Dia itu menyebalkan sekali!" Decak Rania menghentakkan kakinya lalu kembali berjalan menuju meja kerjanya.


Deby pun ikut berjalan mengikuti langkah Rania dengan wajah menahan tawa melihat ekspresi Rania yang terlihat sebal oleh sindiran Felix.


"Deby... Apa kau melihat keberadaan Tuan Sean pagi ini? Sejak tadi aku tidak melihat keberadaannya." Ucap Rania saat tengah menikmati secangkir kopi bersama Deby di ruangan pantry.

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak melihatnya sama sepertimu. Apa kau lupa jika sejak sampai di perusahaan tadi aku selalu bersamamu." Dengus Deby sambil menggeleng mendengar pertanyaan Rania yang tidak masuk akal.


"Eh, iya, ya." Ucap Rania menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Memangnya ada apa kau menanyakan keberadaan Tuan Sean? Jangan bilang jika kau merindukan Tuan Sean sebab sudah dua hari ini kau tidak bertemu dengannya." Cibir Deby.


"Kau ini bicara apa? Aku tidak merindukannya. Hanya saja aku ingin memberikan laporan yang sudah selesai aku buat dan yang terpenting aku ingin memastikan ucapanmu tadi pagi kepadanya."


***


Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)


Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!


Sambil menunggu cerita ini update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...


__ADS_2