Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Selalu belajar mencintaimu


__ADS_3

"Apa aku memang tidak ada arti apa-apanya dalam hidupmu sehingga kau tidak pernah memperdulikan perasaanku, Sean?" Keyla berkata dengan lirih. Sekuat mungkin ia menahan air matanya agar tidak terjatuh. "Aku sudah menyerahkan semua yang ada pada diriku kepadamu, tetapi kenapa sampai saat ini kau belum juga bisa belajar menerima hadirku di dalam hidupmu? Jika kau masih mencintai Rania, lalu untuk apa kau meniduriku? Aku menurutmu aku hanya istri sebagai pemuas nafsumu saja?" Suara Keyla terdengar parau. Sean dapat menangkap jika saat ini istrinya itu tengah menahan tangis.


"Keyla... apa yang kau katakan?" Sean yang awalnya diliputi emosi itu pun berubah menjadi bersalah saat mendengar ucapan istrinya. Sean memegang pundak Keyla agar menghadap ke arahnya.


"Kenapa kau masih memberi perhatian pada Rania? Apa kau masih mencintainya walau saat ini dia telah mengandung anak dari suaminya? Dan kehadiranku... tidak ada arti sedikit pun di hidupmu?" Keyla tak dapat menahan tangisannya. Wanita itu mulai terisak.


"Apa kau tahu jika aku sudah berjuang sebisa aku untuk menerimamu menjadi takdir terakhir yang dikirimkan Tuhan untuk menjadi jodohku? Aku sudah berjuang untuk mendapatkan hatimu dan melupakan masa laluku walau aku tak sanggup. Tapi kau... kenapa sampai saat ini kau tidak bisa berjuang seperti aku? Apa aku benar-benar tidak bisa mendapatkan hatimu?" Keyla semakin terisak. Suasana hatinya yang kacau bertambah buruk karena perdebatan mereka saat ini.

__ADS_1


"Key... dengarkan aku... semua yang ada di dalam pemikiranmu itu tidak benar. Maaf untuk kesalahanku yang masih memberi perhatian pada Rania. Jujur saja aku masih terbawa kebiasaan memberikan perhatian padanya karena sejak awal memang seperti itu adanya. Namun untuk perasaan, sungguh, perasaanku untuk Rania sudah hilang begitu saja sejak aku mengucapkan janji pernikahan kita saat itu." Ucap Sean dengan sungguh-sungguh.


"Aku tidak mungkin mengambil sesuatu yang berharga di dalam hidupmu jika aku tidak memiliki perasaan apa pun kepadamu. Aku bukanlah pria yang seberengsek itu, Key. Jujur sejak awal aku masih ragu dengan perasaanku. Namun saat melihat kau bernyanyi dengan mantan kekasihmu tadi, aku benar-benar menyadari jika aku sudah jatuh cinta padamu bahkan aku merasa sangat marah dan cemburu saat kau bertatapan mesra dengan mantan kekasihmu itu. Kau adalah milikku. Dan selamanya akan tetap seperti itu." Sean berkata panjang lebar.


Keyla yang mendengarkan perkataan Sean nampak tertegun. Ia sungguh tidak menyangka jika suaminya itu telah memberikan perasaan yang sama untunya.


"Ka-kau benar-benar mencintaiku?" Tanya Keyla memastikan kembali ucapan suaminya.

__ADS_1


"Sean..." Keyla tak dapat berkata-kata. Ia lebih memilih menghambur memeluk suaminya untuk menyalurkan perasaan mereka masing-masing. "Maafkan aku yang telah berpikiran buruk padamu." Sesal Keyla disela tangisannya.


"Tak masalah. Namun kau harus membayar mahal pemikiran burukmu itu kepadaku." Ucap Sean yang sudah kembali dengan gaya santainya.


Keyla melepaskan pelukannya. "Apa maksudmu? Aku harus membayar mahal dengan apa?" Tanyanya bingung.


"Kau harus membayar dengan menjadi pemimpin percintaan kita malam ini. Jangan lagi membohongiku jika kau sedang datang bulan. Karena aku sudah tahu jika kau tidak sungguh-sungguh sedang datang bulan hari ini." Ucap Sean menyeringai.

__ADS_1


****


Next?


__ADS_2