Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Menepati janji


__ADS_3

Setelah perdebatan hari itu, akhirnya mau tidak mau Bianca pun harus menyetujui keinginan Calvin untuk menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab atas anaknya. Lagi pula Bianca bukanlah Ibu yang egois yang hanya mementingkan keinginannya sendiri tanpa memikirkan nasib anaknya yang sudah lama merindukan sosok ayahnya.


Seminggu kemudian.


Bianca, William, Calvin dan Cilla yang berada dalam gendongan Calvin nampak memasuki masion utama keluarga Arnold.


"Ini rumah Daddy?" Tanya Cilla sambil menatap takjub kemewahan mansion di depannya.


"Iya. Dan ini juga akan menjadi mansion milikmu." Ucap Calvin sambil mengelus rambut Cilla. Pria dingin itu kini terlihat lebih hangat kepada Cilla walau pun tidak demikian dengan Bianca.


Ya. Setelah mengetahui fakta jika Cilla adalah anak kandungnya, Calvin pun mulai menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Daddy yang baik untuk Cilla. Bahkan dalam beberapa hari belakangan, Calvin meminta agar Cilla menginap di rumahnya yang ada di kota C. Calvin juga turut menyambangi kediaman Bianca untuk menemui Ibu Bianca untuk melakukan permohonan maaf atas kesalahan yang telah ia lakukan kepada Bianca.


Dan sesuai janji Calvin minggu lalu, hari ini ia pun membawa Bianca beserta Cilla bertemu dengan kedua orang tuanya untuk memperkenalkan Cilla sebagai anaknya dan Bianca sebagai calon istrinya. Sedangkan Dika, Gerry dan Reno sudah kembali beberapa hari yang lalu ke negara masing-masing karena banyak pekerjaan yang menumpuk telah menanti mereka setelah lama ditinggalkan untuk mengurus permasalahan yang tengah dihadapi sahabat mereka, William.

__ADS_1


Saat masuk ke dalam mansion, Mami Merlin dikejutkan oleh kedatangan kedua putranya yang datang sambil membawa seorang wanita dan anak kecil dalam gendongan Calvin.


"William... Calvin..." Mami Merlin menatap kedua putranya secara bergantian seakan menuntut sebuah penjelasan atas apa yang dilihatnya.


"William... Calvin... Ayo duduk dulu! Dan ajak wanita itu untuk duduk!" Titah Kakek Hendro yang sejak tadi memperhatikan tingkah kedua cucunya dari jauh.


William dan Calvin menurutinya. Tak lama seorang pelayan pun datang meletakkan minuman di atas meja untuk mereka.


"Jadi angin apa yang membawa kalian datang ke sini?" Tanya Kakak Hendro tanpa basa-basi.


"Apa?!" Mami Merlin nampak terkejut. Begitu pula dengan Kakek Hendro. Sedangkan William, pria itu nampak memijit pelipisnya yang terasa sakit sebab melihat sikap kakaknya yang terkesan santai tanpa rasa bersalah sekali pun.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Kakek Hendro tanpa meminta penjelasan apa pun pada cucu tertuanya. Rasanya pria lanjut usia itu sudah sangat malas mempertanyakan sesuatu yang akan membuat kepalanya terasa sakit dengan jawaban Calvin nantinya.

__ADS_1


"Satu minggu lagi. Satu minggu lagi aku dan Bianca akan menikah di kota C." Balas Calvin lagi.


"Kenapa baru sekarang kau bertanggung jawab?" Timpal Mami Merlin yang sepertinya cukup memahami keadaan yang terjadi.


"Karena aku baru mengetahui jika Cilla adalah anakku dan cucu kandung Mami." Balas Calvin.


"Nenek..." Suara Cilla terdengar mengalun. Menatap pada Mami Merlin dengan mata berkedip-kedip.


"Cucuku..." Mami Merlin buru-buru bangkit. Berjalan ke arah cucunya lalu menggendongnya.


Aku sungguh tidak menyangka jika setelah kematian kekasihnya Calvin masih memiliki nafs*u sehingga berhasil memberikan cucu untukku. Batin Mami Merlin.


***

__ADS_1


Berikan dukungan dalam bentuk vote, komen dan likenya dulu baru aku lanjut lagi😌


__ADS_2