
"Kenapa kau seperti bersedih karena dia mengacuhkanmu? Bukannya itu lebih bagus, jadi dia tidak lagi memperkosamu, Kya?" Ucap Rania merasa aneh.
"Entahlah... Aku juga tidak tahu kenapa sangat ingin mendengar suaranya saat ini." Keluh Kyara.
"Oh, astaga, Kya..." Rania menepuk keningnya. "Pulang bekerja nanti aku ingin berbicara denganmu. Sekarang istirahatlah, aku ingin melanjutkan membersihkan jendela yang belum selesai di lap." Ucapa Rania kemudian berdiri. Ia tidak mungkin melanjutkan obrolan mereka yang bisa saja di dengar OB yang lain.
"Apa yang ingin Rania bicarakan padaku? Bukannya tadi kita juga habis bicara?" Gumam Kyara merasa heran. Kemudian beranjak dari kursinya setelah meneguk habis air putih yang diberikan Rania. Kyara kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa memperdulikan ucapan Rania yang menyuruhnya untuk beristirahat.
Setelah kepergian Kyara dari dalam pantry, dua orang wanita rekan kerja Kyara nampak menatap sinis ke arah Kyara. "Mentang-mentang punya teman yang mau membantu dia seenaknya saja bermalas-malasan." Cibir wanita yang tidak menyukai Kyara yang diangguki cepat dengan teman sebelahnya. "Harus kita beri pelajaran tuh anak!" Timpal wanita satu lagi dengan semyum smirknya.
-
"Kyara..." Suara cempreng milik Bu Retno menggelegar di lorong lantai ruangan 10. Kyara mengelus dadanya merasa kaget akan kedatangan Bu Retno secara tiba-tiba. Bahkan sapu yang dipegangnya nyaris saja terlepas jika Kyara tak kuat memegangnya.
__ADS_1
"Iya, ada apa, Bu?" Tanya Kyara setelah mendekat ke arah Bu Retno.
"Baru hari pertama setelah libur 3 hari, saya dengar kau sudah bermalas-malasan, ya?! Bahkan pekerjaan kau diambil alih Rania?!" Hardik Bu Retno.
Suasana di lantai 10 masih sepi karena para karyawan masih dalam jam istirihat membuat Bu Retno bisa semena-mena pada Kyara karena tidak ada yang berada di sana kecuali para OB yang juga sedang membersihkan lorong lantai. Sedangkan Rania, wanita itu lebih dulu diperintahkan Bu Retno untuk membelikan makanan untuknya yang ada di seberang perusahaan agar bisa lebih leluasa memarahu Kyara tanpa ada yang membelanya.
Kyara diam. Jujur saja ia tidak tahu harus menjawab apa. Terlebih ia sedikit membenarkan ucapan Bu Retno jika Rania mengerjakan pekerjaannya.
Bu Retno nampak menggertakkan giginya melihat Kyara yang hanya diam saja dengan kepala tertunduk. "Setelah membersihkan lantai, kau bersihkan toilet yang ada di besement! Itu adalah hukuman karena kau bermalasan hari ini!" Titah Bu Retno kemudian berlalu dari sana.
Rania nampak memutar kepalanya ke arah kiri dan kanan. Netranya mencari keberadaan Kyara yang entah dimana rimbanya. Setengah jam lagi sudah waktunya pulang bekerja. Namun sampai sekarang ia tidak menemukan dimana sahabatnya itu berada.
"Kau dimana sih, Kya?? Sudah hampir dua jam aku tidak melihatmu dimana-mana." Gumam Rania. Bahkan saat menyapu lorong lantai, ia menyempatkan melirik ke dalam ruangan karyawan mencari keberadaan Kyara. Mungkin saja jika Kyara diminta melakukan sesuatu oleh karyawan yang ada di lantai 10. Namun hasilnya tetap sama. Kyara tetap tidak terlihat.
__ADS_1
Samar-samar Rania mendengarkan pembicaraan rekan kerjanya sesama OB yang sedang berada di dalam pantry. Untung saja pintu pantry sedikit terbuka sehingga Rania dapat jelas mendengarkan ucapan mereka setelah menempelkan telinganya di daun pintu.
"Apa kau tahu jika Kyara saat ini dihukum Bu Retno membersihkan toilet di besement?" Tanya wanita A.
"Tentu saja aku tahu, bahkan aku tadi sempat mengotori lantai toilet di sana agar dia kewalahan membersihkannya!" Jawab wanita B dengan senyum kemenangan.
"Si4lan!" Umpat Rania menahan emosinya! Ingin sekali ia melabrak dua wanita di dalam pantry, namun ia urungkan mengingat lebih penting saat ini menyusul Kyara ke toilet besement.
*
Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya recehku