
Saat sudah berada di dalam kamar, suasana canggung mulai menyelimuti Sean dan Keyla. Sepasang pengantin baru itu nampak terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Keyla yang sejak tadi sudah merasakan kecanggungan itu pun menatap pada ranjang yang nampak sudah ditaburi kelopak mawar merah yang terlihat manis di matanya.
"Mulai malam ini kau akan tidur di kamar yang sama denganku." Ucap Sean dengan nada kesal.
Keyla mengalihkan pandangan pada wajah suaminya yang terlihat tidak ramah itu. "Tentu saja. Lalu aku harus tidur dimana jika tidak bersamamu." Balasnya santai. Tidak sesuai dengan suasana hatinya yang saat ini tengah kacau balau.
Sean mendengus. "Ingat, saat ini kau adalah istriku. Dan mulai saat ini kau harus menuruti segala perintahku." Ucap Sean menunjukkan kekuasaannya.
"Perintah apa yang kau maksud?" Tanya Keyla sambil menatap Sean dengan kening mengkerut.
"Apa saja. Dan apa saja yang aku inginkan harus kau turuti." Ucapnya dengan senyum menyeringai.
Keyla nampak tertawa sinis. "Kau sudah seperti membuat pernikahan ini seperti pernikahan yang serius saja. Bukankah sejak awal kau sangat berat menerima pernikahan ini. Lantas untuk apa kau menunjukkan hakmu sebagai suamiku saat ini? Sejak awal kau juga sudah membuat benteng diantara kita." Ucap Keyla tak ingin terlihat lemah di depan suaminya itu.
"Apa pun itu, kau jangan melupakan jika saat ini kau adalah istriku. Maka kau memiliki kewajiban untuk menuruti setiap perintahku." Ucap Sean sekali lagi.
__ADS_1
"Aku akan menuruti perintahmu yang masih masuk akal di pemikiranku dan tidak merugikanku. Dan... Kau tidak lupa bukan, jika kita sudah sepakat dengan perjanjian kontrak sebelum pernikahan ini terjadi?" Ucap Keyla dengan sinis. "Jika kau berani menyentuhku barang sekali saja, maka kau tidak akan pernah bisa menceraikanku dengan alasan apa pun itu. Selamanya kau akan terikat pernikahan denganku." Ucapnya lagi mengingatkan.
Sial... Dia benar-benar rubah betina yang tidak bisa aku sepelekan! Amuk batin Sean.
Melihat Sean yang hanya diam, Keyla pun segera berjalan ke arah kamar mandi.
"Kau ingin kemana?" Tanya Sean yang berhasil membuat langkah Keyla terhenti.
"Aku ingin membersihkan tubuhku dan segera tidur." Balas Keyla lalu kembali melangkah setelah melihat Sean hanya diam tanpa menjawab ucapannya.
"Pernikahan ini bukanlah pernikahan yang aku harapkan!" Cetus Sean lalu membersihkan kelopak bunga yang terasa mengganggu penglihatannya. "Gadis manja itu benar-benar tidak bisa aku sepelekan!" Gerutu Sean mengingat tingkah Keyla yang di luar dugaannya.
Ceklek
Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Sean yang sedang fokus pada ponselnya mengalihkan pandangan ke sumber suara.
__ADS_1
Glek
Sean menelan salivanya susah payah saat melihat Keyla keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang hanya menutupi sebagian tubuhnya.
"Kenapa kau keluar hanya menggunakan handuk?" Cecar Sean sambil menahan hawa panas di dalam tubuhnya.
"Memangnya kenapa kalau aku hanya menggunakan handuk? Lagi pula saat ini aku hanya berada di kamar bukan di luar ruangan." Balas Keyla dengan santai.
"Apa kau tidak sadar jika saat ini ada aku di dalam kamar ini?!" Sean semakin dibuat kesal dengan jawaban istrinya.
"Aku sadar. Memangnya kenapa?" Tanya Keyla dengan wajah polosnya.
Sial! Kalau lama-lama seperti ini aku mana bisa tahan! Amuk batin Sean dengan tingkah sembarangan istrinya.
***
__ADS_1
Hmm... Komen dan votenya mana nih...😌