
"Entahlah. Namun untuk saat ini aku masih begitu takut jika Rania akan meninggalkanku jika dia mengetahui semua ini." Resah William.
"Cobalah untuk berkata jujur kepadanya. Aku tau Rania adalah wanita yang baik. Mungkin jika kau berkata jujur lebih awal kepadanya dia akan dapat memikirkan lebih panjang keputusan terbaik apa yang harus dia ambil." Saran Gerry.
"Aku belum bisa memberitahukan hal ini kepada Rania sebelum aku mendapatkan bukti yang cukup kuat." Desah William.
"Jika kau ingin cepat mendapatkan bukti, maka bergeraklah lebih cepat. Jangan sampai Bianca lebih dulu datang kepadamu dan memberitahukan fakta yang akan membuatmu lebih bermasalah dari pada ini." Tekan Gerry.
"Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini untuk menahan Rania agar dia tidak bisa pergi meninggalkanku?" Lirih William putus asa. Wajah tampan pria bule itu terlihat kusut akan permasalahan yang tengah dihadapinya.
Gerry menegakkan tubuhnya dengan salah satu tangan berada di dagunya. Pria satu anak itu nampak berpikir dengan keras agar dapat membantu sahabatnya keluar dari permasalahannya saat ini.
"Buat Rania mengandung anakmu, maka dengan begitu dia akan terikat padamu setidaknya sampai anak kalian lahir." Cetus sebuah ide seseorang yang tiba-tiba sudah berada di dekat mereka.
*
"Gerry...." Suara Kyara terdengar mengalun memanggil nama suaminya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang... Ada apa?" Tanya Gerry melihat wajah istrinya begitu panik.
"Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Pakailah pakaianmu lebih dulu. Aku akan menunggumu di kamar Rey." Ucap Kyara yang sudah tidak bisa fokus saat melihat tetesan air yang terjatuh di wajah Gerry dari rambut Gerry yang basah.
"Baiklah." Ucapan Gerry melayang di udara karena Kyara sudah lebih dulu berbalik berjalan cepat ke arah pintu yang terhubung dengan kamar putranya.
"Dia itu kenapa?" Gumam Gerry menggelengkan kepalanya pelan.
*
"Apa kau mengetahui bagaimana nasib pernikahan sahabatku yang sebenarnya saat ini?" Tanya Kyara memiringkan tubuhnya menghadap Gerry.
"Nasib pernikahan sahabatmu?" Sebelah alis Gerry terangkat ke atas.
"Entah mengapa perasaanku berkata jika saat ini Rania sedang tidak baik-baik saja dalam pernikahannya. Dan perasaanku itu diperkuat saat Rania mengalihkan pertanyaanku saat aku bertanya apakah dia bahagia dengan pernikahannya." Lirih Kyara.
Gerry menghembuskan nafas pelan. Apa ikatan batinmu dengan Rania begitu kuat sehingga kau dapat merasakan apa yang sedang dirasakan oleh sahabatmu itu? Batin Gerry menatap istrinya yang terlihat khawatir.
__ADS_1
"Untuk masalah itu aku juga tidak tahu sayang. Namun yang aku tahu saat ini Rania sudah bekerja di salah satu perusahaan milik temannya sebagai seorang sekretaris." Jelas Gerry.
"Rania bekerja sebagai seorang sekretaris?" Kyara nampak terkejut.
Gerry mengangguk. "Apa kau tidak tahu itu?" Tanyanya bingung.
"Rania memang sempat menghubungiku jika dia akan bekerja di perusahaan milik teman lama kami waktu masih bekerja di perusahaan kau dan Kakek. Namun aku tidak tahu jika dia akan bekerja sebagai seorang sekretaris." Kyara nampak begitu terkejut mendengar penuturan suaminya.
"Kau bilang jika pemilik perusahaan tempat Rania bekerja adalah temanmu dan Rania?" Tanya Gerry merasa heran.
"Ya. Presiden direktur di perusahaan tempat Rania bekerja itu adalah teman aku dan Rania pada saat menjadi OB di perusahaanmu." Kyara pun mulai menjelaskan tentang Sean yang berpura-pura menjadi Seno untuk mengelabuhi keluarganya.
***
Bab berikutnya akan mulai masuk ke penjelasan permasalahan yang dialami William yaa....
Kira-kira ada yang bisa menebak masalah besar yang dihadapi William saat ini?
__ADS_1