Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Pertama kalinya bagiku


__ADS_3

Dengan tenaganya yang sudah dapat dipastikan kalah jauh dari Sean, akhirnya Keyla pun pasrah saat Sean kembali menjamah tubuhnya untuk ke dua kalinya.


"Sean meyingkirlah... aku sungguh lelah." Keyla berusaha mendorong tubuh Sean yang masih berada di atas tubuhnya dengan nafas terengah-engah.


"Satu kali lagi baru kau boleh tidur." Ucap Sean lalu kembali memangut indah bibir mungil istrinya.


"***..." Sean mengusap bibirnya yang berdarah karena Keyla menggigit bibir bawahnya. "Kau..." Sean dibuat mengeram kesal dengan sikap istrinya.


"Sudah aku katakan jika aku sungguh lelah." Gerutu Keyla dan kembali berusaha menjauhkan tubuh Sean dari atas tubuhnya.


"Kau bisa beristirahat setelah ini." Tanpa aba-aba Sean kembali mengulang percintaan panas mereka yang membuat Keyla berteriak karenanya.


Akhirnya percintaan panas mereka itu Sean akhiri saat melihat wajah Keyla yang sudah benar-benar lemas.


"Sudah cukup... aku sungguh lelah..." Keyla berucap dengan lirih. Berharap Sean dapat iba pada kondisinya saat ini. Dan benar saja, akhirnya Sean pun turun dari atas tubuhnya.


"Tidurlah... terimakasih untuk malam ini..." Sean mengelap peluh yang membanjiri pelipis istrinya lalu mengecup lama kening Keyla.

__ADS_1


Keyla hanya mengangguk tanpa bersuara. Tak lama dengkuran halus pun mulai terdengar dari bibir mungil Keyla menandakan wanita itu sudah tertidur pulas.


"Aku tidak menyangka tubuh kurusmu ini benar-benar membuatku begitu candu." Decak Sean menatap pada tubuh yang kini hampir penuh dengan stempel kepemilikannya.


Merasa tubuhnya juga sudah lelah dan mengantuk, Sean pun menarik tubuh Keyla ke dalam pelukannya lalu turut menyusul istrinya ke alam mimpi tanpa membersihkan tubuh mereka lebih dulu.


*


"Aw..." Suara ringisan dari Keyla yang terdengar cukup keras membangunkan Sean dari tidurnya.


"Key... kau kenapa?" Sean nampak cemas melihat istrinya terduduk begitu saja di atas lantai. Sean pun segera turun dari ranjang dengan tubuh polosnya.


"Sakit? Apanya yang sakit?" Sean yang masih belum mengerti arah pembicaraan Keyla bertanya dengan wajah cemasnya.


Keyla menunjuk arah pangkal pahanya. Melihat hal itu akhirnya Sean pun mengerti. "Bukankah dari yang aku baca jika sudah yang kedua kalinya tidak sakit lagi?" Sean bertanya dengan bodohnya.


Keyla berdecak. "Tidak sakit jika kau hanya melakukannya sekali dan tidak berkali-kali!" Berangnya menatap sebal Sean.

__ADS_1


Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menyadari jika ia memang tidak bisa mengontrol hasratnya yang selalu ingin menyentuh istrinya tanpa lelah.


"Maaf. Ini untuk yang pertama kalinya bagiku. Jadi aku sangat begitu bersemangat melakukannya karena ternyata rasanya sangat nikmat." Sean berkata tanpa rasa malu sedikit pun.


"Ya ampun Sean..." Keyla menggeleng karena sikap mesum suaminya disela kesakitannya.


"Apa sangat sakit?" Akhirnya Sean pun menampilkan raut cemasnya saat melihat istrinya kembali meringis.


Keyla mengangguk.


"Apa kau ingin ke kamar mandi?" Tanya Sean.


Keyla kembali mengangguk.


"Baiklah. Aku akan membawamu ke kamar mandi." Sean merendahkan tubuhnya lalu dengan hati-hati menggendong tubuh Keyla. "Jangan bergerak karena kau bisa membangunkan macanku untuk bangkit kembali!" Peringat Sean saat Keyla bergerak di dalam gendongannya dan membuat Sean dapat kembali merasakan kulit lembut istrinya yang menempel di kulitnya.


Mendengar ucapan Sean dan mengerti maksud ucapannya, Keyla pun tidak lagi bergerak di dalam gendongan Sean hingga pria itu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


***


__ADS_2