Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Kenyataan pahit


__ADS_3

William nampak mondar-mandir di depan pintu pemeriksaan Kyara. Sedangkan Rania kini terduduk lemas di kursi tunggu dengan deraian air mata. Bahunya naik turun menandakan Rania kini sedang terisak dalam tangisannya.


Pintu ruangan yang tiba-tiba terbuka dan menampakkan wajah Dokter di sana membuat William dan Rania sontak berjalan cepat ke arah Dokter yang sudah selesai memeriksa keadaan Kyara.


"Bagaimana keadaan Kyara?"


"Bagaimana keadaan Ara?"


Tanya William dan Rania nyaris bersaamaan. Kekhawatiran nampak jelas di raut wajah mereka.


Dokter nampak tersenyum membalas pertanyaan dua orang manusia yang kini dilanda kecemasan.


Ranida dan William yang melihat senyuman Dokter itu setidaknya dapat bernafas lega karena mungkin maksud senyuman itu adalah pertanda baik.

__ADS_1


"Nona Kyara mengalami pendarahan. Untung saja Nona Kyara cepat dibawa kemari sehingga bisa cepat ditangani dan menghentikan pendarahannya."


"Lalu bagaimana dengan kandungannya dokter" Rania nampak panik kembali ketika mengingar calon keponakannya.


"Kandungannya baik-baik saja. Dan untuk saat ini biarkan pasien istirahat sampai kondisinya kembali pulih."


"Ka-kandungan?" Lirih William. William bisa dapat mendengar dengan jelas pembahasan Rania dan Dokter di depannya saat ini. "Apa maksudnya ini Rania? Apa maksudnya saat ini Kyara tengah mengandung? Bukankah Ara belum menikah?!" William nampak begitu terkejut. Bagaimana mungkin wanita yang dicintainya itu bisa mengandung sedangkan ia sangat tahu jika Kyara adalah wanita baik-baik dan belum menikah. William sungguh membutuhkan penjelasan saat ini!


"Bukankah anda suami dari Nona Kyara?" Dokter wanita berusia 40 tahunan itu pun nampak terkejut. Ia mengira jika William adalah suami dari wanita yang baru saja ia tangani.


Rania nampak tertunduk dengan tubuh yang sudah bergetar. Dokter yang melihat kondisi yang sudah mulai tidak stabil pun meminta pada William dan Rania untuk membahas permasalahan mereka di taman rumah sakit saja. Mengingat percakapan mereka bisa saja mengganggu Kyara dan para pasien lain yang sedang beristirahat.


"Sekarang jawab pertanyaanku dengan benar, Rania!" Tekan William. Saat ini mereka sudah duduk di kursi besi bewarna putih yang ada di samping rumah sakit. Pandangan William kini lurus kedepan. Ia begitu syok dengan kenyaataan yang baru ia ketahui saat ini. William sungguh kecewa. Pantas saja beberapa minggu terakhir badan Kyara nampak lebih berisi.

__ADS_1


"Sebenarnya Kyara itu sudah menikah, Pak.." Cicit Rania yang begitu takut melihat kilatan kemarahan di mata William.


"Menikah?! Menikah dengan siapa? Bukankah selama ini Ara masih berstatus single?!" William mencerca Rania dengan berjuta pertanyaan di benaknya. Kemudian ingatan William mundur pada kejadian beberapa saat lalu saat ia mendapatkan sebuah kejutan jika Kyara berada di apartemen Gerry— Sahabatnya.


"Jangan bilang jika Gerry adalah—" William tak lagi melanjutkan ucapannya. Ia sungguh begitu takut jika apa yang ada di benaknya adalah benar.


"Benar, Pak. Pak Gerry lah yang menjadi suami dari Kyara."


Duar


Bagai petir di siang bolong. Sudah jatuh dan tertimpa tangga pula. Mungkin itulah yang bisa menggambarkan situasi hati William saat ini. Sudah dihadapkan dengan Kyara yang menolak cintanya dan kini diketahui jika wanita itu sedang mengandung. Dan kini William kembali dikejutkan pada kenyataan jika Gerry sahabat baiknya lah yang menjadi suami dari wanita yang sangat dicintainya itu.


***

__ADS_1


Jeng jeng jeng


Jangan lupa like, komen dan votenya.


__ADS_2