ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Si Boni


__ADS_3

" Tapi mau bagaiana lagi, uang yang peruntukan untuk wisudaku sudah masuk unifersitas, dan tidak bisa keluar lagi " kata Edo.


" Jual Boni " kata Ais.


" Jangan Ais, tanpa Boni bagai mana nasib anak - anak yang ingin baca, dan menambah wawasan " kata Edo.


" Terus aku harus bagai mana, aku tidak mungkin minta uang sama suamiku, aku takut di tertawakan karena ini usahaku " kata Ais sambil menutup wajahnya.


Sedang tiga manusia yang mengintip bertanya - tanya siapa itu Boni.


Boni adalah mini bus, yang berisikan buku - buku untuk anak giat membaca, bisa di sebut perpustakaan keliling, milik komunitas.


" Jual motor sportku !" kata Ais.


" Itu kau taruh kan nyawamu di sana dengan balap liar, untuk mendapatkan motor itu !" kata Edo


" Sekarang, aku bilang, untuk menyelamatkan nyawa, jual dia !" bentak Ais.


" Di gadai sa. .!" kata Edo terputus.


" Bodoh " Seorang wanita bertato datang tanpa permisi langsung menonyor Ais.


" Buk bos kapan datang !" sapa Ais dengan nada tenang.


" Kenapa kau tidak meminta bantuanku, jika kau kekurangan dana " kata Ira.


" Ini urusan anaku !" kata Ais.


" Bukankah, aku sudah masuk komunitas ini " kata Ira.


" Uang mu sudah banyak di sini, aku bingung mau bayar pakai apa !?" kata Ais.


" Bunda " Panggil seorang anak.


" Jangan jual Boni ya, ini tabungan, bisa untuk berobat ibunya Elsa dan Vero" kata anak tadi.


" Bunda !" panggil yang lain.


" Ini tabungan Rini, bukankah bunda bilang, kalau kita banyak sedekah, maka uang kita akan di ganti dua kali lipat !" kata anak yang bernama Rini menyerahkan tabungan.


Lalu banyak anak menyerahkan tabunganya.


" Ya allah, inikah anugrah, para malaikat kecil yang kau turunkan dari langit !" kata Ais berderai air mata.


" Siapa yang ajari kalian ?" tanya Ais.

__ADS_1


" Kak Rani, dan ini titipan dari kak Rani " kata Lido.


" Rani wanita bertato, yang kata ustadzah Aisyah serem tadi " kata Abi pada Ahmad.


" Bukankah itu Bella, kau ingatkan Aisyah, wanita yang di rindukan Rayyen " kata Ahmad sambil menunjuk wanita yang menonyor kepala Ais tadi, atau Ira.


" Bunda juga punya kejutan untuk kalian, rajinlah buat kerajinan, karena di hotel bunda nanti bajalan datang kolega bisnis dri luar negri, sekalian mau ada pameran, hasil karya kalian " kata Ira.


" Benar bunda ?" tanya anak - anak, dan di angguki Ira.


" Hore. . !" teriak bahagia.


" Ini lah sebuah komunitas, atau tim, jangan merasa kau yang pegang kendali, jadi mengeluarkan uangmu " kata Edo, sambil menepuk pundak Ais.


" Aku kagum sama, anak sini Abi, terutama istrimu, benar apa yang di katakan Ais, jangan hanya memandang wajah, tapi pandanglah hati " kata Aisyah.


Setelah semua anak pulang. Abi, Ahmad dan Aisyah keluar.


" Bella !" panggil Ahmad.


" Gus Ahmad, ustadzah Aisyah Assalamualaikum " sapa Ira mencium tangan gurunya satu satu dengan takjim.


" Uang apa ini dek ?" tanya Abi yang pura - pura tidak tahu


" Oh, eh em. . uang Ais dong kak !" jawav Ais gagu.


" Bu bukan apa - apa, oh ta kelilingnya sudah ?" tanya Ais mengganti topik.


" Oh ya aku permisi Assalamualaikum " kata Ira pamit.


" Waalaikum salam !" jawab semua bersamaan.


" Dek kak Abi boleh ngomong !" kata Abi, sedang Aisyah dan Ahmad sudah duduk di sofa.


" Ngomonglah kak, kak Abi punya mulut, dan tidak bisu " kata Ais. Abi mengacak kepala Ais yang tertutup oleh hijab


" Kak Abi tahu uang ini dari mana ?" kata Abi.


" Ya su sudah !" kata Ais.


" Apa maksudmu tidak berani meminta uang pada kak Abi ?" tanya Abi.


" Toko ini Ais bangun sendiri, tanpa persetujuan kak Abi, kata kak Abi, setiap apa yang aku lakukan, harus pamit kak Abi, jadi aku tidak ingin melibatkan kak Abi!" jawab Ais.


Masih menata uang yang acak - acakan.

__ADS_1


" Dek !" panggil Abi.


" Ya !" jawab Ais.


hanya ada ke heningan.


" Edo, !" panggil Ais, Edo segera datang.


" Cepat selamatkan, nyawa orang !" kata Ais memberi uang receh dengan tumpukan.


" Apa tidak malu Ais !" kata Edo.


" Bawa Rani tukar di bank dulu. kayak kamu dulu selalu dapat uang banyak saat ngamen !" kata Ais.


" Ya bedalah, semenjak kerja sama Ais, tidak ada uang seperti ini lagi ha ha ha !" tawa Edo, dan ahirnya permisi bersama Rani.


" Tunggu !" tahan Ahmad lalu mengeluarkan dompet, dan mengambil uang kes, yang tinggal lima lembar uang merahan.


" Boleh saya ikut bantu !" kata Ahmad, sambil mengulurkan uangnya.


" Dengan senang hati saya terima terima kasih tuan !" sapa Edo sopan tapi menyambar uangnya.


" Dia calon dokter, tinggal nyusun skripsi, ayahnya bangkrut, tanpa uang, hanya satu baju yang ia pakai, ia berubah menjadi monster, preman pasar, dan kadang mengamen, saat aku tawari membangun komunitas dia tidak menolak, walau beberapa bulan pertama kita tidak dapat uang, ahirnya aku pulang ke rumah, dan mencuri uang kita " kata Ais.


" Swdang Rani itu, Kristen, dia kerja di bagian hukum, makanya dia berwibawa, biarpun tato memenuhi tubuhnya !" kata Ais


" Aku basarkan usaha ini, setelah berpenghasilan, aku kembalikan lagi, uang tabungan ke rekening kak Abi " kata Ais.


Abi mengusap kepala Ais lalu menariknya dan mencium keningnya.


" Terus penghasilanya Ais?" tanya Ahmad.


" Kita cari bakat anak, lalu kita bimbing mereka, ya tidak semua dari saya, dari you t**e juga secara gratis, sampai dia berhasil dengan bakatnya, setelah berhasil kita beri modal, lalu jika sudah masuk ke perdagangan, hasilnya kita bagi tiga, satu dia, dua untuk pembimbing,, yang ke tiga modal "


" Tapi anaknya jarang mau menerima semuanya, jadi hasil dari semua bisa menambah pembangunan ini, dan beli Boni itu, biarpun butut banyak bermanfaat " kata Ais


" Ow jadi Boni itu " tunjuk Ahmad Abi dan Aisyah bersamaan menunjuk mini bus, yang ber gambar BERANI DENGAN KITA KAU HEBAT dan banyak gambar buku.


" Emang siapa, di kita selingkuhan Ais !" kata Ais.


" Boni juga sering, ke depan pesantren gus, kita buat sewa buku dua ribu untuk dua hari !" kata Ais.


" Oh ya kak sebentar lagi ada pameran hasil karya di hotel, punya anak tadi tolong di bantu ya siapa tahu masuh go internasional, karwna dia anak dari salah satu pemegang perusahaan besar di kota ini " kata Ais.


" Kau kenal kak daddynya dia ?" tanya Ais pada Abi tapi Abi menggeleng

__ADS_1


" Tapi dia kenal kak Abi, dulu katanya, saat lihat kak Abi teringat putranya !" kata Ais


" Apa dia pria tampan yang bawa bayi, yang di tolong bapak,? apa bayi itu dia?, ku kira selingkuhan ibu, dan dia pergi tanpa pamit " kata Abi mengingat masa masih kecil.


__ADS_2