ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Tamu Abi


__ADS_3

" Ya Reza tidak hanya denganku, tapi kadang sama Lula, dan Reza pasang cctv di sana, karena ingin melihat tubuh Ais " jawab Norma jujur, karena tidak mau di salahkan terus oleh abangnya.


" Keparat, ku kira kau sahabat, ternyata kau penghianat !" teriak Abi. Abi akan berdiri tapi tubuhnya terasa sakit.


" Ceraikan aku mas !" teriak Irma.


" Tidak sampai kapanpun kau tetap istriku !" kata Reza pada istrinya.


" Aku mohon !" kata Irma.


" Kau tahu akibarnya kalau kita pisah, pikirkan anakmu !" bentak Reza, sambil menendang Irma, tapi di tangkap oleh Ais.


" Saat kau selingkuh. apa kau memikirkan anakmu ?" tanya Ais membuat Reza bungkam.


Ahirnya semua warga menyeret Reza dan Norma dan membawanya ke lapangan, dan sidang akan di proses besok


" Maaf buk tadi aku menemukan pak Abi tidak sadarkan diri di tengah jalan saat ronda, dan saya bangunkan, ternyata beliau hanya pingsan lalu mengantarkanya ke apotek, untung ada apotek buka 24 jam, lalu mengantarnya pulang " kata seorang bapak. Yang mengantar Abi tadi.


" Terima kasih pak, !" kata Ais sambil menjabat tangan pria paruh baya itu sambil menyalamkan uang terima kasih.


" Tidak usah buk ini terlalu banyak " kata bapak tadi.


" Tidak pak, mungkin tanpa bapak - bapak, suami saya sudah di rampok " kata Ais.


" Ya sudah buk saya terima kasih juga, nanti akan saya bagi sama bapak - bapak yang lain !" kata bapak itu.


Jay menangis sesenggukan di depan Mira istrinya. " Adiku begitu tega padaku, dia telah melempar kotoran di wajahku !" kata Jay.


" Sabar mas, mungkin Norma hilaf. " Mira menenangkan.


" Terima kasih pak, !" kata Ais sambil menjabat tangan pria paruh baya itu sambil menyalamkan uang terima kasih.


" Tidak usah buk ini terlalu banyak " kata bapak tadi.


" Tidak pak, mungkin tanpa bapak - bapak, suami saya sudah di rampok " kata Ais.


" Ya sudah buk saya terima kasih juga, nanti akan saya bagi sama bapak - bapak yang lain !" kata bapak itu.


Jay menangis sesenggukan di depan Mira istrinya. " Adiku begitu tega padaku, dia telah melempar kotoran di wajahku !" kata Jay.


" Aku dulu pernah salah, karena pernah tidak menganggap Ais, tapi kini dia mengangkat derajat kita Mira !" kata Jay, dan di angguki oleh Mira.


Setelah sidang Norma di usir dari kampung itu, yang memang bukan kampungnya, sedang Reza, di kasih satu kesempatan lagi, untuk memperbaiki.


Ais pergi ke rumah Irma. setelah mengucap salam Ais langsung masuk, dan memegang tangan Irma yang buang muka padanya.


" Irma, maafkan aku, aku tidak tahu kalau aku memelihara ular " Kata Ais.


" Kamu tidak salah Ais, aku sudah dengar ceeita kamu dari bu Dwi " kata Irma, dia membuang muka, karena merasa bersalah, karena menjelekan Ais di drpan orang banyak di tukang sayur tadi pagi.

__ADS_1


flas back on


" Ternyata Ais itu bukan hanya preman tapi keluarganya pel cur " kata Irma menjelekan Ais di depan ibu - ibu.


" Bukan, menantuku bukan pelacur, dia wanita mulia, dia anak tidak di anggao oleh bapaknya, sedang Norma, anak yang di banggakan, jadi jangan pernah kau hina Ais !" kata bu Dwi.


flash back off.


" Jadi ibu cerita itu ?" kata Ais, Irma mengangguk.


" Dan masih banyak lagi, aku baru tahu, kalau ceritamu lebih miris dari pada aku Ais !" kata Irma lalu berpelukan sambil aaling memaafkan.


Hari berganti Abi tidak sengaja bertemu Gus Ahmad aatu pesantren dulu di masjid.


" Abi makin tampan saja kamu !?" kata Ahmad menyapa Abi.


" Bisa saja. Gus, tumben ada di sini ?" tanya Abi.


" Ini habis mengunjungi pengajian , kamu kok ada di sini ?" tanya Ahmad.


" Habis mengantar anak latihan !" kata Abi.


" Sudah lama tidak kumpul bareng dari mana saja kamu ?" tanya Ahmad.


" Baru juga dua tahun Gus !" kata Abi.


" Tahun kemarin kenapa tidak ikut Reuni !" tanya Ahmad.


" Sibuk tidak ada hentinya, " kata Ahmad. " Coba istrimu bawa reuni !" kata Ahmad.


" Jarang mau gus, karena anak - anak masih ribetnya " kata Abi


. " Kita ke rumah yok gus, tidak jauh kok !" ajak Abi. " Okelah


" Kata Ahmad sambil masuk mobil Abi.


" Kau sepertinya masih banyak masalah Bi !" kata Ahmad.


" Ya gus, masalah keluarga, cobaan silih berganti, hampir istriku menyerah !" kata Abi, sambil menyetir.


" Emang anakmu sekaran Berapa Bi ?" tanya Ahmad.


" Empat gus, tapi yang satu gagal, dan saat ini Ais sedang mengandung lagi " kata Abi.


" Tapi kenapa kamu masih susah ?" tanya Ahmad.


" Aku ragu dengan anak yang di kandung istriku !" kata Abi.


" Kenapa ?" tanya Ahmad.

__ADS_1


Abi menunduk dan menepikan mobilnya meneteskan air mata.


" Ceritalah biar dirimu lega, kita juga sudah lama tidak berbagi cerita " kata Ahmad.


" Karena keteledoranku, kita kehilangan anak kita, dia sampai pergi dari rumah, aku tidak tahu cerita dia di jalanan. Tapi Ais, tidak pernah merasa susah padahal dia keluar rumah, uang sepeserpun dia tidak pegang dan kondisinya masih lemah " cerita Abi.


" Yang aku curigai, saudaranya, dapat foto Ais dengan berganti pria, kalau saya, ajak hubungan dulu menghangat sekarang sering mengghindar, sikapnya, berubah, yang dulu cerewet sekarang jadi banyak diam " kata Abi.


" Sudah pernah kamu tanya ?" tanya Ahmad, Abi nengangguk.


" Apa jawabanya !?" tanya Ahmad.


" Dia hanya diam, dan biarlah allah yang nenjawab " kata Abi.


" Itulah kebodohanmu, jawabanya itu kau seharusnya bisa menyimpulkan, kalau anak itu murni anakmu, tapi kalau dia marah, padamu saat di tanya, kau bisa menyimpulkan anak orang lain yang dia kandung " kata Ahmad.


" Dia mendiamkanmu, mungkin ada rasa sakit mendalam Abi, coba kau inteopeksi diri !" kata Ahmad.


" Atau istrimu sedang sakit Bi !" kata Ahmad.


" Apa iya ya gus, karena dia selalu menghindar jika aku akan membawanya ke rumah sakit " jelas Abi.


" Jagalah dia sebelum kau menyesal !" kata Ahmad. Abi mengangguk.


" Terima kasih gus, saya sedikit lega !" kata Abi, dan membelokan di rumah mewah miliknya.


" Ini asli rumahmu Bi ?" tanya Ahmad.


" Alhamdulilah iya gus !' kata Abi. Mereka masuk. Gus Ahmad mengedarkan pandangan pada penjuru ruangan Abi, membawa dia gelas jus.


" Rumahmu sudah bagus mewah Bi, sepuluh tahun lalu masih reot " kata Ahmad.


" Berkat usaha yang aku tekuni, dan di balik ini semua, adalah ide dari istriku, yang mampu menjujung usahaku !" kata Abi.


" Sepertinya kau begitu mencintainya " kata Ahmad.


" Seorang istri, adalah jantung keluarga, tanpa jantung, mana kita bisa !" kata Abi.


" Assalamuailaikum ?" terdengar salam dari luar. Darmi dengan cepat lari ke luar dan membuka pintu.


" Apa benar ini rumah Abi manyu ?" tanya seorang pria. Dan di angguki Darmi.


Abi dan Ahmad keluar.


" Farhan. . !" panggilnya bersamaan pada pria yang datang bersama seorang wanita.


" Abi, gus Ahmad !" jawab Farhan dan berpelukan.


" Tidak menyangka, rumah Abi sudah menjadi istana, benar kata istriku " kata Farhan.

__ADS_1


" Istrimu masih Ayu !" canda Abi pada Farhan.


__ADS_2