
MANJA
*******
Hari telah berganti, minggupun telah berganti tidak terasa pengantin baru pun sudah sebulan lebih. tidak biasanya Ais manja, seusai pulang dari pasar dan Abi berniat menyusul ibunya ke warung. Namun Ais melarangnya meminta waktunya sebentar, tiba- tiba memeluk pinggang Abi, dengan senyum manjanya.
" Kak kepingin ." Ais genit pada Abi.
" Ingin apa dek ? " Abi berfikir, tidak biasanya Ais meminta duluan, karena pasti Abi yang terangsang duluan memandang istri kecilnya.
" Ayolah kak, jangan pura - pura bodoh " memeluk Abi semakin erat.
" Inikan siang dek, kak Abi juga kan mau nganter ini, sudah di tunggu ibu " Kata Abi sedikit menolak padahal hatinya ingin sekali mencumbu istrinya, " Nanti malam saja ya, kak Abi kasih plus - plus ."
" Ais mintaknya sekarang ya sekarang . . ! " tidak biasanya Ais membentak sambil menghentakan kakinya, membuat Abi terkejut.
" Ya sudah kak Abi telepon dulu Adi tetangga sebelah untuk antar ini ke tempat ibu, sekalian titip pesen kalau kakak agak siang ke sana " Abi menjelaskan pada Ais sambil menunjukan yang di pegang.
Ais pun mengangguk tapi tidak mau melepaskan pelukanya. Adi pun datang dan mengantarkan sesuai yang di suruh Abi.
" Adi nanti sekalian bantuin ibu ya ?, mas Abi agak siang ke sana " pesan Abi pada Abi.
" Iya mas " Adi menurut, dan segera berangkat.
Ais menarik Abi ke dalam kamar, menarik kerah baju Abi supaya menunduk dan menciuminya secara brutal, karena posisi Ais yang lebih pendek dari Abi. Abi pun heran tapi menikmatinya.
Aispun berusaha membuka kancing baju Abi, dan memainkan lidahnya di dada bidang Abi.
Setelah puas bermain di dada, Ais mendorong Abi hingga jatuh ke kasur. dan naik ke atasnya.
" Ahh sayang, begitu indah permainanmu " desah Abi di tengah permainan.
permainan kali ini di kuasai oleh Ais, setelah puas melepaskan hasratnya dan terasa lelah tidak terasa Ais pun tertidur dengan senyum mengembang di bibirnya, sedangkan Abi masih senang melihat tubuh polos istrinya.
" Tubuh indahmu akan ku jadikan surgaku selamanya sedangkan bibirmu adalah canduku" kata Abi di sela dengkuran halus istrinya. Lalu dia mengecup kening Ais.
Abi melihat jam di pergelangan tanganya sudah menunjukan pukul setengah dua Abi bergegas segere mandi
Setelah selesai ritual mandi nya. Abi bergegas memakai baju, dan segera menyusul ibunya di warung. tidak lupa mencium istrinya yang masih tidur.
__ADS_1
********
Saat petang Abi mulai bergegas pulang, karena porsi jualanya lebih banyak, jadi petang baru pulang. Namun setelah sampai rumah. mereka terkejut.
" Bi Ais kemana ? " tanya bu Dwi pada Abi, karena lampu belum di hidupkan.
" Ntah buk, tadi waktu Abi tinggal Ais masih tidur " jawab Abi
Setelah masuk rumah Abi pun di kagetkan dengan tangisan Ais di dalam kamar, Abi segera masuk kamar dan menyalakan lampu di kamarnya.
" kak Abi sudah tidak cinta lagi ya sama Ais ?" kata Ais saat Abi masuk kamar
" Maksud kamu apa si dek kok tiba - tiba ngomong gitu ?" kata Abi dengan bingung.
" Kakak ninggalin Ais tanpa pamit hiks hiks hiks " jawab Ais sambil menangis sesenggukan.
" Tadi kamu masih tidur, jadi kak Abi kasihan kalau harus bangunin kamu " jawab Abi.
" Seharusnya kamu bangunin Aku dulu kak sebelum berangkat hiks hiks " kata Ais masih sesenggukan.
" Maafin kakak ya ?, kamu sudah makan belum ? " tanya Abi pada Ais. Ais pun menggelengkan kepala.
" Ya sudah kak Abi ambilkan makan dulu, kebetulan tadi ibu beli sayur di warung biar kamu tidak capek " jelas Abi, Abi pun beranjak segera di dapur.
Abipun sampai di dapur
" Buk, Ais hari ini kok aneh ya buk " Abi curhat dengan ibunya.
" Kenapa emang Abi ?"
" Ntah lah buk, biasanya dia mandiri hari ini dia terlihat manja seperti anak kecil yang merengek meminta jajan, hanya masalah sepele saja sudah marah - marah " kata Abi menjelaskan
" Hamil mungkin Bi " kawab ibunya sangkat.
" Apa ?" Abi memastikan.
" Kamu juga jadi suami harus peka " jawab ibunya
" Ya sudah Abi mengantar ini dulu , kasia Ais dari siang belum makan.
__ADS_1
Lalu Abi mengantar makanan ke kamarnya dan menyuapi Ais, namun Ais tiba - tiba mual dan lari ke kamar mandi mengeluarkan seluruh isi perutnya.
" Dek kamu kenapa ? " Abi kuatir
" Tidak tau kak tiba - tiba perutku mual paling masuk angin " jawab Ais.
" Kita ke dokter ya ?" ajak Abi
" Tidak usah kak, nanti kerikin saja sembuh " jawab Ais
" Ya sudah nanti kak Abi pijitin " kata Abi membimbing istrinya masuk ke dalam kamar.
Ais mengangguk
" Oh ya dek besok kak Abi tidak bisa ikut ke pasar, kamu sama ibu ya ? kak Abi tadi di telepon bang Jay, kumpul warga. tapi kalau belum sembuh jangan di paksain ya ? " kata Abi
" Iya kak . .!" jawab Ais
Setelah malam tiba seusai mereka melakukan yang di sunahkan, yaitu hubungan suami istri. Tiba - tiba Ais menginginkan sesuatu, sedangkan jam sudah menunjukan pukul sebelas malam.
" Kak Aku ingin martabak bangka !" kata Ais
" Hah " Abi memastikan
" Malam ini aku ingin martabak bangka " Ais mengulangi nya
" Tapi ini hampir tengah malam sayang, besok saja ya ?" kata Abi
" Ais pinginya sekarang , pokoknya sekarang "
Ahirnya Abi mengalah, dan keluar kamar akan mencari apa yang di minta oleh Ais.
" Mau kemana Bi sudah hampir tengah malam ?" tanya bu Dwi mengagetkan Abi yang masih di dapur menyiapkan dagangan besok
" Ais tiba - tiba ingin martabak bangka buk, kok ibu belum tidur ? " Abi tanya balik
" Ibu menyiapkan dagangan untuk besok " kata bu Dwi.
" ya sudah buk Abi berangkat dulu " pamit Abi
__ADS_1
" Di pinggir lapangan Bi yang biasanya dagang sampai malam " kata Ibu Dwi memberi tahu .
" iya bu . . .! " kata Abi sambil keluar rumah.