ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Tidak perlu kaya yang penting cukup


__ADS_3

Tidak perlu kaya yang penting cukup.


*******


" Apa kamu masih belum puas dengan suami kamu Lula ?" tanya bu Neni yang tidak habis pikir dengan anaknya.


" Suatu saat nanti aku akan merebut mas Abi dari Ais, apa lagi saat lohat anaknya mas Abi dia cantik, seperti mas Abi versi cewek " kata Lula.


" Ibu tidak habis pikir denganmu Lula sudah punya suami kaya, tampan, royal masih kurang juga " kata ibunya.


" Asal ibu tau, mas Rian itu lebih sering ke tempat istei pertama, dari pada dengan Lula. dia datang hanya memenuhi nafsunya yang kurang di penuhi buk, Lula juga pengen sepenuhnya di perhatikan seperti Ais di perhatika mas Abi. " jawab Lula tak mau kalah.


" Ais itu teman kamu Lula " kata ibunya.


" Ais itu temen kamu Lula ?" kata bu Neni.


" Teman, tidak perlu teman untuk bahagia bu " Kata Lula tidak lalah tinggi.


" Ais itu tidak akan menyerah demi mempertahankan keluarganya " bu Neni mengingatkan.


" Kalau mas Rian mau menikahiku secara hukum bu, mungkin Lula tidak sesetres ini , dan lebih peduli dengan Lula bu hiks hiks hiks " Tangis Lula ahirnya pecah.


" Tapi Rian masih peduli denganmu Lula, nyatanya dia mau mengantarmu kesini " kata bu Neni.


" Ya karena dia hanya peduli dengan bayi ini "kata Lula.


" Maksud kamu Lula ?" tanya bu Neni.


" Ya tadinya dia tidak sengaja buk tidur dengan Lula, saat dia datang ke tempat Lula mas Rian dalam keadaan mabok dia tidak pakai pengaman, makanya Lula hamil, dan minta pertanggung jawabanya, kalau tidak Lula bilang ke istri sahnya. Ahirnya dia mau bertanggung jawab, entah sampai kapan Lula akan terus begini buk " cerita Lula.


" Yang sabar ndok " bu Neni sambil mengelus punggung anaknya.


" Makanya, apa yang Lula minta selalu di turuti, takutnya suatu hari nanti ketahuan istri sahnya bu " kata Lula masih terus mengeluarkan air mata.


" Terus langkah kamu selanjutnya nak ?" Tanya bu Neni.

__ADS_1


" Aku akan mendekati Ais sama mas Abi bu, setelah aku lepas dari mas Rian aku akan merebut mas Abi dari Ais " kata Lula.


" Ya sudah nak, terserah kamu, ibu juga bingung, hanya dari kesalahan masa lalu kamu menolak manikah dengan Abi kok jadi begini " penyesalan bu Neni.


" Lula juga bingung bu mas Abi kok bisa sepesat itu, Lula juga menyesal, pacaran bertahun - tahun Lula tinggal nikah ya ?" kata Lula yang juga menyesal.


" Kata tetangga mah, ini berkat usaha Ais, tapi Ais sendiri jarang ikut ke warung, kalau ke warung juga hanya duduk mainan hape, bu Dwi juga kok tidak di marahi menantu seperti itu, tiap bertemu ibu selalu di banggain "kata bu Neni siap gosip dengan anaknya.


" Coba kalau Lula yang jadi menantunya, pasti tidak akanku biarkan bu Dwi capek, diakan sudah tua " sahut Lula.


" Dan hasil penjualan semua di serahkan oleh Ais, bagaimana cobak, tambah lagi, selama hamil ini manja banget katanya bikinin teh tiap pagi saja bu Dwi, kalau ibu punya menantu kayak gitu sudah ibu pites seperti kutu " kata bu Neni.


" Tapi mas Abinya bagai mana bu, Apa dia tidak memarahi istrinya ?" tanya Lula.


" Katanya sih tidak pernah, makanya Ais semakin manja " Kata bu Neni.


" Ya sudah bu kita kesana lagi nanti di cariin " Lula mengajak bu Neni.


" Ayok, " jawab Ibunya.


Di tempat lain, Abi bertemu dengan suami Lula, suami Lula itu tampan body kecil tinggi, kulit sawo matang, hidung mancung, yang membuat Lula tertarik umurnya kelihatanya lebih tua dari Abi, tapi tidak mengalahkan ketampanan dan manisnya Abi. Tapi sayang suami orang.


Rian pun kagum melihat manisnya Aisyah, dan ramahnya, tidak menyangka dengan Ais yang begitu manis, kalem, ramah, ada masa lalu yang membuat laki - laki ciut nyalinya.


" Hai mas, suaminya Lula ya ?" sapa Abi pada Rian.


" Iya mas, kenalkan namaku Rian " sambil mengulurkan tanganya akan menjabat.


" Abi " jawab Abi sambil menyambut tangan Rian.


" Waw, cantik sejali bidadari kecilnya ?" kata Rian sambil menoel pipi bayinya, dia jadi ingat anak istrinya di rumah membuat dia melamun seketika. keluarha yang tadinya selalu bahagia, harmonis. karena kesalahanya satu malam dia harus terjebak, menikahi Lula.


" Mas. . mas. . mas. . mas Rian!" Abi membangunkan lamunanya.


" Oh iya mas " sahutnya gugup.

__ADS_1


" Memikirkan sesuatu ya ?" tanya Abi ramah.


" Ya aku jadi ingat seseorang setelah melihat bayi mungil ini, dan juga jadi kangen mas " kata Rian.


" Wajarlah mas kalau jauh, lagian juga sudah mau punya anak dari Lula " kata Abi yang tidak tau tentang Rian dan Lula.


" Iya mas " Rian jadi terlihat sedih bukanya bahagia.


" Anak pertama itu memang suatu kebahagiaan untuk kita, kesempurnaan dalam rumah tangga " kata Abi.


" Ya, tambah lagi ke suksesan dan kekayaan itulah kesempurnaan hidup " kata Lula yang tiba - tiba menyambung.


" Kalau Ais mah Lula, tidak perlu kaya, yang penting cukup " Jawab Ais.


" Itu mah pikiran tidak maju Ais " kata Lula.


" Maksudnya ?" tanya Ais penasaran.


" Hidup itu harus ada tujuan, tanpa uang kita tidak bisa mencapai tujuan " kata Lula yang belum paham dengan kata - kata Ais.


" Kamu salah Lula, kalau orang kaya belum tentu berkecukupan, sedangkan orang cukup itu sudah pasti kaya, kaya pikiran untuk mengatur keuangan, seperti cukup untuk makan cukup untuk jalan - jalan, kaya hati untuk bersedekah " kata - kata Ais membuat Lula bungkam.


' pemikiran anak ini lebih dewasa dari yang ku kira, di lihat dari wajahnya umurnya juga masih remaja, tapi pemikiranya sudah luas, seperti istriku di rumah ' Pikir Rian dalam hati.


" Ngomong - ngomong anak kamu mana Lul ?" tanya Ais pada Lula.


" Tadi ikut kakenya, ntah kemana ? jawab Lula ketus.


Mereka berbincang - bincang hingga sore tiba, dan acara akikahanya dede bayinya akan segera di mulai. Ais yang telah siap dan berdandan anggun dengan jilbab dan baju warna biru, dengan batik sedikit dan dengan jilbab dengan warna senada, membuat para mata laki - laki traveling. Abi pun begitu dengan baju yang warna persis dengan warna baju Ais, atau bisa di bilang capel.


" Siapa nama bayinya mas ? " tanya Rian pada Abi.


" Zhafira, di panggil Zha " jawab Abi.


" Nama yang cantik, secantik anaknya " kata Rian.

__ADS_1


Namun belum selesai acara Rian dapat telepon dari istri sahnya, dan segera pamit pulang, Lula yang tau hal itu segera mengikutinya dari belakang, dan melayangkan sedikit protes, secara Rian tidak banyak waktu untuknya. Lebih memilih istri sahnya padahal Lula sedang mengandung anaknya. Rian tidak perduli di maki - maki oleh Lula, karena dalam keadaan darurat dia akan segera pulang, untung saja tetangga tidak mendengar makian Lula pada Rian. Rian langsung masuk mobil dan tancap gas, dan membiarkan Lula yang berdiri mematung.


__ADS_2