ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
ghibah hamil


__ADS_3

" Ha ha ha. . ! Kau ya Roy masih lucu juga !" kata Ais di sebuah restauran mewah, Abi melacak G P S yang terpasang di motor Ais. Melihat pemandangan yang membuat hatinya bergemuruh di depa matanya Ais bercanda ria dengan pria tampan lebih muda darinya.


" Dek !" panggil Abi.


" Kak Abi !" kata Ais, memasang wajah biasa saja.


" Kenalkan Roy ini suamiku " kata Ais.


" Roy hadi " kata Roy.


" Abi manyu !" kata Abi.


" Sudah tahu, karena nama Ais menyandang namamu !" kata Roy.


" Terus terus Ais lanjutnya ?" tanya Roy melanjutkan yang tadi.


" Khek !" kata Ais sambil menggaris lehernya.


" Ha ha ha ! " Tawa Roy.


" Selera humormu masih tinggi Ais, masih sama seperti dulu !" teriak Roy.


" Kau tidak berubah dari dulu !" kata Roy.


" Apa aku super hero ?" tanya Ais.


" Bukan, tapi kau upik abu menjadi ratu !" kata Roy.


" Makanya nikah, biar ada yang ngurusin kamu biar tidak buluk !" kata Ais.


" Buluk tapi tetap tampan Ais " kata Roy.


" Tampan banyak uang, tapi rugi kalau sunat, hanya buat pipis, tidak buat bikin anak " kata Ais.


" Ha ha ha kenapa omonganmu selalu benar sih Ais !" kata Roy.


" Atau sudah nyaman sendiri, tapi buat jajan !" kata Ais.


" Kalau ini tidak benar Ais, aku hanya penbunuh bukan penjahat kelamin !" kata Roy.


" Bagai mana sih rasanya jadi pembunuh ?" tanya Ais.


" Aku awalnya tidak tega, tapi jika aku tidak membunuh aku yang dibunuh " Kata Roy.


Obrolan mereka kadang mengundang gekak tawa, kadang juga tegang.


" Maaf !" kata Ais pada Abi yang di cueki.


" Ini Roy, teman atlit ku dulu !" kata Ais membuka suara pada Abi.


" Sudah selesai, kita pulang !" kata Abi, sambil menarik tangan Ais.


belum sampai pintu, Ais mendengar suara yang ia kenal !


" Jahat kau Nor, adik ipar sendiri mau kamu embat !" kata temanya.


" Salah sendiri tampan, dan mapan " kata Norma membalas timpalan temanya.


" Begitu bencinya kamu sama adik sendiri sampai kau bohongi anakmu anakmu akan kemo terapi " timpal temanya lagi.

__ADS_1


" Kalau tidak dengan cara seperti itu, mana dapat uang instan, dan aku benci sekali dengan Ais, sudah pelit dan, dia lebih unggul dari pada aku, yang naksir, selalu lebih tampan dari punyaku, dan selalu di depan padahal lebih cantik aku !" kata Norma.


Abi akan menghampiri tapi di tahan oleh Ais.


" Merasa bodoh ya kak !?" ejek Ais pada suaminya.


" Dan pulang sana, aku akan mengurus Norma " kata Ais.


" Ais jangan nekat. " kata Abi. " Aku bisa kembalikan uangmu yang tadi yang penting kau ikuti aku, pulang sana !" bentak Ais mengusir Abi.


Abi ahirnya mengalah. Norma ke butik, Ais juga ke butik. Norma memilih baju, Ais memilih baju dan aksesorisnya dan langsung ke kasir.


" Kamu baru datang, belakangku " kata Norma, menyerobot antrian.


' Target masuk ' kata Ais di dalam hati.


Ais cari kesempatan menaruh semua belanjaan di keranjang Norma, padahal Norma memilih baju yang harganya standar agar, uangnya bisa buat yang lain, tapi dengan belanjaan begitu banyak membuat Norma kaget saat di depan kasir.


" Jumlahnya 15. 300 000 " kata kasir.


" Bisa di cancel mbak ?" tanya Norma.


" Maaf mbak tidak bisa mbak !" kata kasir.


" Aisyah al faqih " teriak Norma, setelah membayar di kasir.


" Mbak jangan menghayal bertemu mantan atlit, dia hilang bagai di telan bumi " kata salah satu pengunjing.


" Dia adiku " kata Norma.


" Banyak menghayal, " kata pengunjung.


" Terima kasih kakak cantik " kata Ais pada Norma sambil mengambil paper back di tangan Norma, dan memilh barangnya.


" Silakan, nanti kak Abi akan curiga, dapat dari mana uang itu, dan akan ia hentikan pengobatan untuk sakit pura - puranya Vino !" ancam balik Ais.


" Benar juga kata Ais " pikir Norma.


" Kalau gitu, aku ikut kamu pulang, ganti rugi taxi " kata Norma.


" Tapi pakai motor sport, tidak takut sakit pinggang ?" tanya Ais.


" Terserah, uangku sudah habis " kata Norma.


Sampai di rumah,


" Oh pinggangku !" kata Norma sambil memegang pinggangnya.


" Buk, Ais punya sesuatu untuk ibu !" teriak Ais.


Semua orang keluar menuju teriakan Ais.


" Ini untuk Zha, untuk Intan dan ini untuk Ega " kata Ais menjeda.


" Buat ayah mana ?" tanya Ega.


" Sssst " kata bu Dwi. " Ini buat nenek, ini buat mbok, dan ini buat mbak Menik " kata Ais.


" Dan ini buat ayah satu pak saja " Sambil memberikan satu pak CD.

__ADS_1


" Ha ha ha !" tawa semua.


" Itu ada alarmnya loh kak, kalau ada wanita lain yang lihat, ini pembelian istriku, cd anti pelakor !" kata Ais.


" Ha ha ha !" tawa semua lagi.


" Ini bagus banget loh Ais, ini pasti harganya mahal !" kata bu Dwi.


" Iya ndok " sambung mbok Darmi.


" Karena Ais, dapat rezeki mbok, itung - itung dari pada uangnya hilang " kata Ais.


" Ini makasih loh ndok " kata mbok Darmi


Norma hanya manyun.


Kabar kehamilan Ais, sudah terdengar oleh ibu Neni dan Lula.


saat Ais pulang dari warung, membeli keperluan dapur.


" Tumben Ais ke warung sendiri, biasanya buk Dwi ? " tanya tukang warung.


" Kangen buk " kata Ais.


" Ha ha ha. . ! ada rasa kangen ! " kata warung.


" Yang gratis buk !" kata Ais.


" Candaan garingmu masih Ais !" katanya.


Lalu Ais permisi. buk Neni dan Lula sedang duduk di salah satu rumah warga yang di depan warung.


" Hai ibu - ibu sini deh !?" panggil Lula pada ibu - ibu yang masih kumpul.


" Ada apa Lul ?" tanya bu yang berinisial Z.


" Ingin tahu tidak ceritanya !?" tanya Lula.


" Cerita apa ?" tanya ibu X.


" Saya dengar Ais itu hamilnya tidak sama Abi loh !" kata Lula mulai serius.


" Tapi kok Abi nya mau yah ?" tanya Ais dari belakang Lula yang tanpa di sadari kedatanganya oleh Lula.


" Ya cobak bayangkan saja, dia pergi dari rumah dua bulan, dan baru di rumah berapa hari sudah hamil, coba bayangkan ibu - ibu !" kata Lula masih lanjut.


Semua yang melihat Ais datang, hanya diam karena di beri isyarat Ais untuk diam jari telunjuknya di depan bibir.


" Kok bodoh sekali Abi ya ?" kata Ais.


" Emang bodoh, dan saya dengar dari Reza, teman Ais, di sana banyak cowoknya, mungkin tidak hanya satu cowok yang menghamilinya " kata Lula.


" Kok bisa gitu ya ?" tanggapan Ais santai sambil duduk di dekat Lula, membuat Lula sadar siapa yang jawab.


" Ais ! sejak kapan kamu di sini !?" tanya Lula dengan wajah memerah menahan malu.


" Sejak kau buka pidato " kata Ais santai.


" Ha ha ha. . !" tawa semua.

__ADS_1


" Makanya Lula, jangan tukang ghibah !" kata Irma istri Reza yang ikut gabung.


" Kau dulu sebar gosip, Ais sudah hamil menikah sama Abi, ternyata


__ADS_2