ISTRI ANTI PELAKOR

ISTRI ANTI PELAKOR
Bebek betutu


__ADS_3

Zha, anak tertua Abi dan Ais, sifatnya sama dengan Ais, keras kepala, susah di atur, tapi melindungi walaupun umurnya masih delapan tahun.


Saat Lula mengganggu keluarganya, Zha ikut tampil, dia lebih mandiri di banding umurnya.


" Tante Lula, kau tahu tidak, semakin besar kamu ingin merebut ayah dari bunda, dari situlah cinta mereka semakin kuat " kata Zha saat melihat Lula masih memasak di dapur buat Abi.


" Maksud kamu ?" tanya Lula penasaran.


" Kenyataanya, bunda sekarang, mengandung anak adik ke tiga kita anak ke empat dari Abi manyu " jawab Zha.


" Itu, tidak pengaruh, apa lagi mamah kamu sekarang kandunganya lemah, tidak bisa mem. . !" belum sempat Lula berkata Abi datang.


" Memang kau beda dari Ais, kau lebih pintar Lula " kata Abi yang merasa dongkol, tapi Lula merasa senang.


" Terima kasih " kata Lula mendengar pujian dari Abi.


" Pintar bersandiwara " kata Abi sambil menarik Zhafira pergi.


" Mas, makan dulu " teriak Lula.


Abi masuk kamar, memandang Ais dengan senyum.


" Kenapa sih kak Abi, memandangi Ais dengan senyum seperti itu, membuat Ais malu " kata Ais sambil menunduk.


" Kau cantik dek, membuat mata kak Abi tidak bisa melepas pandangan dari kamu " kata Abi.


" Tapi pujian saja tidak kenyang, Ais sekarang lapar kak !" teriak Ais, membuat Abi terkejut.


" Inilah uniknya isteiku, seperti bunglon !" kata Abi.


" Emang makan apa sayang ?" tanya Abi.


" Bebek betutu " kata Ais.


" Hah, itukan jauh dek, " kata Abi yang sedikit keberatan.


" Aku ingin itu sekarang, Ais seperti ini perbuatan siapa ?" tanya Ais sambil menunjuk perutnya yang masih rata, Abi menunjuk dirinya sendiri.


" Jadi harus tanggung jawab !" kata Ais sambil melipat tanganya di dada.


Abi mengambil ponselnya.


[" Za, cari bebek betutu sekarang juga !"] kata Abi di sambungan ponselnya lalu belum sempat Reza menjawab ponselnya di matikan.


" Yang pedas kak Abi " kata Ais.


Abi langsung meraih ponselnya lagi.

__ADS_1


[ "Yang pedas Za " ] kata Abi.


Reza dari sebrang sana hanya tersenyum.


[" Pasti buk bos masih marah ya " ] ejek Reza.


[" Sudah lakukan jangan banyak tanya "] kata Abi.


Lalu Abi keluar meninggalkan ponselnya, Abi yang tidak pernah ada rahasia dengan Ais, jadi biasa saja kalau menaruh ponsel di mana saja.


Ting, bunyi notif dari ponsel Abi di dekat Ais.


Betapa sakitnya Ais, di saat ia melihat pesan di ponsel Abi.


[ " Kalau kamu setuju bilang saja Ok, aku tunggu di terminal."] pesan dari Nurma.


Ais semakin penasaran apa isi pesan sebelumnya lalu mengskrol ke atas.


[" Aku tahu dari pandanganmu vc sama aku, kamu juga tertarik padaku "] pesan Nurma, membuat hati Ais hancur, ternyata suaminya vc, dengan kakak iparnya yang mencintainya.


[" Aku tahu kondisi Ais, yang belum bisa melayanimu paska hamil muda, karena kandungan Ais lemah aku bisa memuaskanmu, sampai kamu bilang tidak "] tapi tidak ada balasan dari Abi, mungkin sudah di hapus pikit Ais.


[" Semua orang bilang, kalau body Ais, tak sebagus bodyku, wajahnya juga masih kalah dengan ku kita bikin saja Ais, sebagai ATM berjalan kita, dia emang pintar tapi bodoh " ].


[" Aku tunggu jawaban kamu " ]


" Kak Abi. . . !" teriah Ais.


Abi yang masih ngobrol dengan mbok Darmi dan Lula, seketika lari menuju kamarnya.


" Ada apa dek ?" tanya Abi dengan wajah pucat, panik takut terjadi apa - apa dengan Ais.


" Kurang apa aku kak, selama jadi istrimu, hanya karena hamil kali ini aku tidak bisa melayanimu, kau mau main dengan kakaku ?" kata Ais.


Abi masih bengong.


"apa maksudmu dek ?" tanya Abi.


Ais melempar ponsel Abi.


" Dan segera bereskan pakaianmu dan tidak usah pulang, bawa barang yang kamu sukai di sini " kata Ais.


Abi masih sibuk membaca pesan dari Nurma. " Dek, ini tidak seperti yang kamu pikirkan !?" jelas Abi ingin memeluk Ais, tapi di tepis oleh Ais.


" Kau diam - diam sering vc dengan Nurma kan ?" tanya Ais.


" Itu hanya sekali kemaren dek !" kata Abi mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


" Sekali yang kelihatan " kata Ais. Abi masih membujuk Ais.


" Aku tahu kekuranganmu saat ini tapi percayalah, kak Abi hanya milik kamu, dan akan setia padamu sayang " kata Abi. Pertengkaran itu berahir saat Ega putri bungsunya memanggil Ais.


" Mamah " panggil Ega anak berumur dua tahun setengah.


" Ya sayang " kata Ais sambil menyeka air mata supaya tidak terlihat dengan putri bungsunya.


" Sudah di tunggu om Leza, pesanan mamah sudah datang " kata Ega dengan gaya cedalnya.


" Ya sudah adek tunggu di luar ya ?" kata Abi.


" Ya ayah " Jawab Ega sambil keluar kamar dan turun menuju dapur. Pertengkaran Ais dan Abi, memang tidak terdengar sampai keluar karena kamarnya kedap suara.


" Kita turun pesananmu sudah datang " ajak Abi. Ais masih cemberut dan menggeleng.


" Di luar ada Lula " kata Abi, membuat mata Ais membulat.


" Kak Abi jahat kenapa masih menyimpan Lula di dalam rumah " kata Ais.


" Hanya kau yang bisa melawan Lula, ibu saja kalah sama mulut Lula " kata Abi merayu istrinya. Ais ahirnya mau turun menuruti Abi. Di depan Lula Ais menggandeng tangan Abi, seperti tidak ada masalah, Abi menarik kursi dan mendudukan Ais dan mengambil piring.


" Anak - anak mana kak, kita ajak makan bersama " kata Ais.


" Sudan menganbil semua, dan di suap ibu di depan " kata Lula.


" Za makan sini saja, ini kamu pesanya ke banyakan " kata Ais. Reza mengalah, Lula mengeluarkan masakanya tadi dan makan bersama.


Abi dengan telaten menyuapi Ais, membuat Lula cemburu.


Ais berjalan ke kamar sambil membisikan pada Lula. " Pelakor tidak akan pernah menang, walaupun menang, dia akan lebih sakit, ternyata jadi istri buaya " kata Ais sinis.


Lula mengepalkan tanganya dengan kuat.


" Aku pasti bisa merobohkanmu Ais !" kata Lula percaya diri.


" Jika suatu pasangan berpegang teguh pada pendirian, maka orang yang akan merobohkan kita, akan roboh dengan sendirinya " kata bijak Ais.


" Sok bijak, kau dan mas Abi, tidak selevel, kau urakan dan mas Abi tekun agama !?" kata Lula.


" Pasangan tidak harus sekevel, atau satu jurusan, pasangan adalah masalah hati, bagai mana cara memahami satu sama lain dan saling melengkapi , belum tentu satu jurusan, jaminan ia akan langgeng, kalau aku tidak selevel, kamu jiga ia " kata Ais menohok, membuat dada Lula panas, persaingan semakin seru.


Ais melenggang masuk kamar " Aku akan membuatmu hancur Ais " gumam Lula sambil mengepalkan tanganya.


Di malamnya Ais yang merasa lelah tertidur sebelum sholat isya. Abi memandangi Ais dengan penuh cinta.


" Kau istriku paling cantik, tidak ada niatanku untuk menghianatimu sayang, dan kenapa allah, mencobamu begitu berat, sayang " kata Abi sambil mengelus perut Ais yang masih datar dan mencium kening dan perut Ais, dan tidur sambil meneluk Ais.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2